hikmah hari ini

ehem..

hari ini banyak hikmah yang aku dapatkan..

terimakasih kepada semua orang..

beruntungnya aku masih diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat..

sebenarnya malu juga..

tulisan kemarahanku dibaca oleh orang yang aku maksud..

maaf ya.. peace!! tapi seandainya kamu baca lagi

tuh tulisan 2 hari setelah pembuatannya telah aku revisi

(aah tuh orang gak akan baca)

check it out

ini hikmah hari ini..

memang nggak salah, selain masjid dan pustaka halte kampus adalah tempat favoritku…

apa lagi yang di depan PKM..

outsss sorry out of topic..

begini ceritanya..

hari ini seharusnya aku kuliah shift 3..

namun entah karena apa.. dosen tidak datang

selain itu.. aku punya janji dengan orang..

tapi orangnya gak datang-datang..

seperti biasa..

karena sebel..

aku pun minum teh..

saat itu duduklah seorang pria yang dari perawakannya sudah cukup tua..

dia menggunakan seragam pengemudi bus UNAND..

hmm

aku tetap cuek.. tenggelam dalam kesibukanku sendiri..

kebetulan waktu itu halte bis UNAND yang di pasar baru sedang sepi. hanya ada beberapa mahasiswi .. dari politeknik salah satunya..

lalu bapak itu memulai pembicaraan

“sepi banget hari ini, kemarin juga.. jadi ndak tau a yang nan dikarajoan” (dengan bahasa padang)

aku hanya menolah kepadanya..

lalu dia melanjutkan

” kalau politeknik sibuk ya…”

kebetulan cewek di sebelahku menjawab.. “iya pak..lagi ujian”

aku tetap diam.. hanya menyimak..

lalu bapak itu berkata

” anak saya dulu juga di politeknik”

eiits.. mahasiswi tadi rupanya sudah tak ada.. jadi hanya aku dan bapak saja..

lalu aku mengambil alih pembicaraan

” Jurusan apa pak?”

dia menjawab

“Teknik Elektro”

aku menjawab “wah sama dengan saya pak!”

lalu dia berkata

” anak saya dari SMP ingin menjadi teknokrat..

dia sudah s2 di padjajaran.. dan sekarang sudah bekerja di Sampoerna”

“waw.. hebat” jawabku

 

“iya, gaji dia dollar.. dia di sampoerna yang kerja sama dengan swiss..baru dua tahun dia udah beli mobil baru.. ini pas lebaran dia bawa”

aku tersenyum..

betapa bercahayanya mata bapak itu.

lalu iseng iseng aku bertanya

“udah nikah belum pak?”

“belum.. ”

“hoo”

lalu bapak itu beranjak menuju bus sambil berkata

” saya dulu sarjana Teknik sipil di USU… yaah tapi ini nih (sambil menepuk badan bus kampus) saya begini, tapi anak saya telah membuat nyata impian saya..” bapak itu pergi sambil tersnyum..

 

waw luar biasa..

Subhanallah!

aku tak tau dengan pasti mengapa bapak itu memilih untuk menjadi supir.. tapi jelas…

bapak itu orang cerdas..

dari cara dia berbicara denganku..

sunguh tak biasa.. tak biasa…

lalu saat bapak itu pergi..

kembalilah aku menatap kertas-kertas

sambil menunggu orang itu…

dan hikmah kedua pun dimulai jalannya……

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s