kambing congek..


kawan tentu kalian tau arti kambing ccongek.. tau kan??tau ajalah…

kambing congek merupakan suatu ungkapan konotasi yang sudah digunakan sejak jaman waw dulu..

dan kini yang menjadi kambing congek ini adalah yang mengetik tulisan ini…

si punya blog sudah melewati titik titrasinya hingga dia sudah kelewat bosan,,, dan dia memutuskan bahwa hari ini adalah hari terakhirnya untuk mengikuti rapat organisasi itu….

setelah bosan di cap sebagai orang yang tidak mengerti orang lain alias egois tingkat tinggi..

sang penulis mengambil keputusan yang paling baik menurutnya…

dari sebelum resmi menjadi organisasi itu hingga dia telah resmi jadi anggota organisasi itu.. yang dia rasakan adalah perasaan yang campur aduk..

visi dari organisasi itu sungguh sangat dia salut.. karena itu dia tertarik keorganisasi itu..
namun..
semakin lama dia menyelam..
hingga dasar telah tersentuh…
yang dia temukan adalah keruh…

lalu dia bicarakan hal ini kepada orang tuanya.. tentang apa saja yang telah dilaluinya.. dan orang tuanya setuju agar dia keluar organisasi itu..

ingin dia menahan semua rasa mendidih di saat orang orang seisi dunia mencapnya sebagai orang egois…

yah para penonton itu tak pernah tau bagaimana perjalanannya dalam bertahan di organisasi itu,,
mereka hanya bisa mencap dia sebagai orang egois..
mereka tak pernah tau betapa lelahnya menempuh perjalanan 1.5 jam berganti 2 angkot dan 1 ojek plus bus kampus diteruskan dengan berlari-lari kecil.. agar waktu tak memakannya.. agar schedule2 nya yang lain tidak berangkat.. agar dia belajar berpikir bagaimana mengatur kedisiplanannya dan kedisiplinan kawan-kawannya..

namun apa… dia di cap egois…

dan dia hanya diam sambil mengingatNya..
kalau tidak karenaNya entah sudah berapa jiwa yang dia sakiti dan dia lukai secara fisik..

dia mencoba untuk menyembuhkan lukanya sendiri sambil menyendiri dan minum teh…

lalu..
seringkali..
dia mendapat undangan rapat..
subuh-subuh dia berkemas-kemas agar sampai tepat waktu…
lalu pada saat dia tiba di tekape… tak ada sesiapapun.. lalu dia menunggu… lalu datanglah penonton…

saat rapat dimulasi.. dan terus berjalan.. dia menyadari,, bahwa kehadirannya hanya sebagai kambing congek.. bagaikan udara yang tak tampak.. invisible…

sering kali ada rapat ..
dia tak tahu apapun…
karena tak diberitahu siapapun..
kelak di suatu masa pada saat si pelaku rapat sadar bahwa mereka hanya berjalan sendiri,, barulah mereka berkoak koak bagaikan burung gagak berkata bahwa tak ada yang membantu mereka.. padahal koordinasilah yang tak ada….

sudah berapa dosa yang penulis buat karena merutuk dalam hati…

niat hati untuk ikhlas karenaNya jadi bersenyawa dengan rasa kesal karena sang penonton dan pelaku rapat tidak berubah..

sungguh… dia muak…

dia bosan melihat mereka yang suka berkata “La Takrobu Zina” padahal orang-orang di dalam rumahnya sendiri melakukannya…

dia bosan dengan perkataan ” jangan lah memakai wewangian…”
padahal mereka sendiri begitu..

dia selalu bertanya dalam hati “mengapa kau mengatakan sesuatu yang tak kau lakukan?”

dia bosan.. rapat sering hanya untuk penghuni rumah-rumah yang indah itu… mereka acapkali tidak ingat bahwa organisasi itu bukan organisasi rumah indah.. tapi organisasi semua yang ingin bergerak..

bulatlah tekadnya untuk berhenti sampai di sini.. sang penonton ingin dia tidak menjadi seorang egois.. dan dia melakukannya,.,,,, dengan pergi dari tempat itu.. karena dia tidak ingin.. mereka yang lain berdosa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s