fenomena Hijab

well, di suasana ujian ini, ada suatu tulisan yang ingin saya buat terkhusus untuk para pengguna kerudung di sini, di negeri kepulauan. Waktu menunjukkan pukul 23.30 WIB saat saya memulai mengetik ini,sebenarnya berhubung suasana ujian,, saya menunda-nunda untuk menuliskan ini, namun berhubung besok is free time from exam saya sempatkan untuk mengungkapkan suatu pemikiran yang ada dikepala saya.
Di sini di negeri mayoritas muslim ini penggunaan jilbab merupakan hal yang tidak asing selepas tahun 1996..
namun anehnya seiring dengan perkembangan jaman semakin banyak bias bias pemaknaan kerudung itu sendiri,, oke oke oke,,, memang galau sekali,, kadang saya menggunakan kata jilbab kadang saya menggunakan kalimat kerudung hehe padahal dua hal ini berbeda. Imam Syaukani berpendapat jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung, dengan mengutip pendapat Al-Jauhari pengarang kamus Ash-Shihaah, bahwa jilbab adalah baju panjang dan longgar (milhafah). firman Allah (artinya) “mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”
perempuanwajib menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, kecuali kepada suami atau para mahramnya (lihat QS An-Nur : 31).
Sedangkan untuk kerudung (khimar), Allah SWT berfirman (artinya), “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” (QS An-Nur : 31).
Dalam ayat ini, terdapat kata khumur, yang merupakan bentuk jamak dari khimaar. Arti khimaar adalah kerudung, yaitu apa-apa yang dapat menutupi kepala.

sewaktu saya menjadi siswa SMA di Bengkulu, tak pernah sekalipun terpikir oleh saya ada masyarakat yang mengkotak-kotakkan penggunaan jilbab dalam dan jilbab pendek,,, karena di kotaku itu, sejauh yang saya tau,, orang yang berjilbab ya yang menutup aurat sesuai dengan yang diwajibkan oleh sang Creator kita. Allah S.W.T yang bisa kita cermati pada surat an Nur ayat 31
“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita… (QS an-Nur [24]: 31)

tapi ketika saya bermigrasi ke Padang,, untuk kuliah, betapa tersentuhlah hati saya bahwa di sini terdapat 2 kubu dalam berhijab (menggunakan kerudung dan jilbab), yang pertama adalah kelompok berkerudung gaul dan yang kedua berkerudung syar’i. Terkaget-kaget pulalah saya ketika ada istilah “hijrah” , yaitu untuk orang yang berkerudung gaul menjadi orang yang berjilbab syar’i.Tidak itu saja, orang – orang yang berhijab sesuai dengan perintah Allah acapkali dianggap kelompok yang punya pikiran “lain” di cap aliran di cap sok benar sok alim dan sok sok lainnya.
sungguh logika yang aneh,, tidak masuk akal,,,
sungguh fenomena baru yang buat saya geleng geleng kepala di waktu itu,, berkali – kali aku bersyukur kepada Allah di masa aku SMA tidak ada pengkotakkotakan seperti itu,, (atau mungkin aku yang tidak tau).
ingaat ya kalimatnya “hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,” maka sungguh suatu keanehan, ketidakpahaman, dan ketidak masukakalan hehe bahwa jika ada yang berkata bahwa wanita berjilbab panjang itu ALIRAN
Aduh duh duh,, saya paling geli dengar kalimat ini..
ya jelaslah,, jelas jelas tercantum dalam Al-quran dan hadist bagaimana seharusnya seorang wanita itu menutup auratnya, menjaga dirinya,, ehh malah dibilang punya pemikiran aneh, aliran dan bla bla bla.. apa-apaan itu,,
coba kita balik pertanyaannya ya,, hei kamu yang kerudung gaul berpakaian ketat, berkaki telanjang,,, atas dasar apa berpakaian seperti itu??? kamu islamkan?? mana alquran dan hadist yang merupakan acuan kita dalam berkehidupan?
berbuat kebeneran kok tanggung-tanggung,,, bisa jawab??? ayyooo jadi siapa yang aliran?? ayo berpikir,,
ini juga, yang gak berkerudung dan bilang bilang orang yang berkerudung syari itu teroris,, pemikiran gak benar, sesat,, Helllloooooo ente punya kaca? atau perlu gue beliin?? buka deh Al-quran.. cari surat an Nur ayat 31, pahami artinya,, nah jadi yang aliran siapa coba??

memang sih ada beberapa yang menyatakan perubahan itu perlu step,, ya gak papa asal memang punya niat untuk berubah,, lah ini,, duh duh duh yang paling memalukan adalah,, sudahlah pake jilbab gak jelas, baju ketat, kalau nunduk belakang nampak,,, jalan gandengan ama cowok,,, peluk pelukan di depan umum, cubit cubitan,,, hellloooo malu dong ama kerudung lu,,, apalagi kalau mesra mesra an dengan non mahrom itu di jadikan DP, PP, atau apalah namanya di media sosial,,, jadi seperti orang yang aurat malunya sudah putus…

kenapa saya berkata begitu frontal begini?? karena mata saya ingin HAK,, saya menuntut hak dari dosa yang tidak saya perbuatm karena dosa yang telah saya perbuat itu sudah banyak.. dengan melihat engkau bermesra-mesraan di tempat umum,, membuat hatiku menjadi mengumpat, akibatnya hapalan quranku melayang,,,
bukan kamu saja yang ingin hak bebas,, gue juga coyy,,, (nah tadi saya, aku sekarang gue)

fenomena Hijab yang aneh,,, berpakaian tapi telanjang,,,
begini coy wanita shalihah sudah pasti berjilbab….wanita berjilbab belum tentu shalihah…..wanita tak berjilbab sudah pasti tidak shalihah,,,,,, kenapa begitu coy?? marah? kesal??
lah berhijab atau berjilbab atau berkerudung itu merupakan suatu kewajibab seorang wanita yang diperintahkan oleh Tuhan. Tuhan coy,,, bukan presiden, bukan dosen killer,,, jadi,,, kalau perintah sang creator untuk berhijab saja engkau acuhkan,,, gile lu coy,,, Dia pencipta kita dan lu langgar perintahnya,,, berani banget,,, jadi bagaimana mungkinlu bisa di bilang salihah,,,,

oh ya,,, bingung gimana berjilbab dan berkerudung syari itu?? yang bisa lu bawa solat tanpa harus wara wiri kelabakan cari mukenah sementara itu sang imam sudah di rakaat terakhir pada solat berjamaah,,,
sekian terimakasih
ambil pelajarannya
mari perbaiki diri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s