Jangan Bodohi Orang Lain sebelum anda tampak Bodoh di depan orang lain

Jangan Bodohi Orang Lain sebelum anda tampak Bodoh di depan orang lain

pagi menjelang siang, saya berniat untuk pergi ke kampus,. rencanya sih mau download bahan bahan untuk menangkis hari pembantaian minggu depan..

seperti biasa, saya berangkat dengan menggunakan helm, lampu hidup dan hal hal yang tidak melanggar aturan lainnya,,

lalu saya berangkat,, cuzz sampai di depan Basko (salah satu Super Mall di padang (salah satu atau satu satunya? ntah lah) )
ada polisi yang menghadang saya,, seperti biasa,, kalau ada hal yang tidak wajar,, alis saya naik sebelah..
lalu saya bawa ke pinggir motor saya.

saya : ” Apa saya melakukan kesalahan pak?”

ingin sekali saya mengcapture keadaan disekitar, karena ada beberapa orang yang juga disuruh berususan dengan para polisi tersebut,, dan saya lihat mereka ingin urusan mereka cepat selesai dan membayar ke polisi tersebut.

lalu polisi yang memanggil aku itu, menanyakan kelengkapan surat surat bermotorku,,
polisi1 : “Bawa STNK dan SIM”
saya : ” Bawa pak ”
kemudian saya serahkan STNK dan SIM saya, lalu polisi itu berkata,,
Polisi1 : “pajak anda mati,,”
saya : ” hah, bagaimana mungkin? kan bayarnya bulan september nanti pak?”
polisi1 : “coba anda lihat masa berlaku STNK anda, sampai tahun 2012 kan..”
saya : ” Astaghfirullah, saya tidak tahu itu” sambil melihat STNK,, di STNK tertulis berlaku hingga oktober 2012,, tapi batas masa tenggang yang tertera di motor saya dalah september 2015 ( oke saya telat bayar pajak,, )
Polisi 1: Tunggu sebentar.. anda berusan denga polisi yang ini saja (cari orang baru untuk di introgasi)
Polisi 2 : ” Anda mau bagaimana, bayar sekarang atau nanti saja?”
saya : ” saya tidak tau kalau saya melanggar pak, saya tidak tau kalau STNK itu belum dibayar,,
Polisi 2 : ” ya tetap saja intinya anda tidak bayar pajak, enak aja anda menggunakan jalan negara ..”
saya : ” Pak! saya tidak pernah bermaksud untuk melalaikan kewajiban saya,, selama ini yang urus itu adalah papa saya, saya tidak tau bahwa itu belum di bayar,, lagi pula saya baru tau hari ini,, lalu, mana surat berita acara anda bahwa anda akan melakukan razia? tidak ada kan? lagian, Walllahi pak saya tidak tau dan saya bukan dari keluarga koruptor yang dengan sengaja menyingkirkan kewajiban begitu saja ”
polisi 2 : “anda ini sombong.. pake bawa bawa nama Tuhan pula,,, Jangan lah bawa bawa nama Tuhan “(sambil tertawa dengan temannya)
saya : ” lantas jika bukan Atas nama Allah, atas nama siapa lagi? atas nama negara? nama keadilan? negara saja seperti ini, penegakan hukum kacau balau ”
Polisi 2: ” ya yang marah itu kan yang melanggar ,jaman rasulullah dulu ada hukum”
saya : “jaman rasulullah itu hukuman diperlakukan dengan adil seadil adilnya pak,, tidak seperti jaman sekarang, hukum tebang pilih,,, anda boleh melakukan poling ke seluruh masyarakat Indonesia bagaimana tingkat kepuasan kami terhadap penegakan hukum di Indonesia ”
Polisi2 : ” anda ini salah tapi masih juga ngomong”
saya : ” sudah saya bilang saya tidak bermaksud untuk tidak bayar pajak.,. okelah saya salah,, tapi bisa saya lihat aturan atudan denda nya ?
Polisi : ” semua ada di dalam sini ” (sambil menyerahkan buku tentang peraturan denda ) ” anda baca semuanya dari atas sampai bawah, ini semua DPR yang buat,, bukan kami.
saya : (membaca buku denda tersebut dari awal sampai akhir,,, saya lihat nominal terendah adalah Rp. 250.000, hati saya berkata kalau memang saya salah saya benar benar akan membayar sesuai aturan yang ada”
Polisi 2 : “anda bisa baca, bahkan peraturan tentang lampu saja ada di sana”
saya : ” iya pak , saya sedang baca.. saya melakukan ini karena sudah banyak cerita bahwa orang berseragam seperti bapak melakukan penyelewengan jabatan, main tindak hukum padahal tidak bersalah.. saya pernah di tilang dan disuruh bayar Rp. 50.000 karena kata polisi tersebut saya melewati marka jalan padahal saya tidak melakukan itu,, dengan saya melihat ini saya bisa tau berapa dan apa apa saja bentuk denda pelanggaran”
polisi 2 : “ya anda lihatlah buku itu ”
saya : (” sambil melihat buku tersebut berulang kali,, tapi tetap saja tidak menemukan aturan hukun dan denda untuk STNK mati,, tidak ketemu sakma sekali,,,) belum sampai saya buka mulut,, sang polisi berkata :
polisi 2 : ” kali ini anda saya maafkan ”
saya : “terimakasih pak… ” lalu pergi..
kemudian muncul perasaan penasaran saya,, setalah sampai di kampus, saya coba cari tau tentang aturan tersebut.. dan ternyata memang saya tidak salah lihat,,, memanng polisi ternyata tidak punya hak untuk menilang setiap kendaraan yang pajaknya mati, mereka hanya berhak memeriksa kelengkapan surat saja.. untuk saya tidak gegabah dan tidak ketakutan,,,
prinsip dasar yang harus di pegang adalah,, ketika anda benar,, tak perlulah takut,,,
namun bila terbukti anda bersalah,, maka akuilah,

 

 

disarankan pembaca baca ini : http://www.kaskus.co.id/thread/5162e36c0a75b40d25000006/pajak-motor-mobil-anda-mati-polisi-gak-berhak-nilang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s