Ketika niat benar-benar di uji

Seriusan, ini menjadi pertanyaan untuk diri sendiri.

Berkali-kali pertanyaan mengenai agamaku ditanyakan padamu.
Sebelumnya aku merasa ini hanya kebetulan, namun setelah berkali-kali mengalaminya, pasti ada sesuatu yang terjadi.
Aku membantin dan berpikir keras, lalu ingatlah suatu niat yang pernah ku cantumkan pula di blog ini.
Banyak yang tau bahwa aku benar benar ingin melanjutkan kuliah ke Austria, alasan simplenya sebenarnya supaya tidak mainstream. Saya suka hal yang berbeda dari yang lain.. Karena manusia yang bergelut di bidang engineering rata rata ingin melanjutkan kuliah atau berkarir di Jerman atau Jepang.
Keinginan untuk ke Austria terinspirasi dari studi ekskursif ku di tahun 1 ke PLN. Di sana ku lihat produk yang dipakai adalah buatan Austria. Dari situlah aku dapat ilham, kenapa aku ingin ke Austria, selain itu austria merupakan negara peraih nobel terbanyak di dunia. (Eh salah satunya ding, masalah ini sudah pernah aku ungkap di blog ini pada tahun 2010 jAdi aku gak mau berpanjang lebar menceritakan balik..

Yap seperti yang kalian tau, sekarang aku berada di negeri yang tak mengenal Tuhan. Negeri lintang utara tertimur bumi, Jepang.

Baiklah kisah mengenai pergulatan antara pertanyaan dengan reaksiku dengan rekan atheisku rasanya pernah ku bahas di tulisan sebelumnya, kalaupun gak ada, kan udah tertulis di facebook ku. Belum baca? Ya makanya siapa suruh nggak kenalan dulu ama saya. Hahaha

Percakapan malam ini semuanya bermula dari kebaikan hati teman chinaku untuk membagi makanannya, awalnya aku tolak, karena aku takut itu babi. Lalu dia tanya, kenapa aku gak mau. Terus aku jawab, aku gak bisa makan babi. Lalu dia kaget, lalu dia lanjutin, “eh tapi ini bukan babi, ini ikan” akhirnya aku makan..
Lalu aku kembali ke kamar dan mengambil rendang kiriman mama, ku bagikan ke 2 orang teman cina ku. Setelah dia makan, aku kasih tau ke mereka bahwa yang mereka makan itu namanya rendang, dan rendang itu masakan paling enak di dunia no 1. Kalau gak percaya liat aja di internet. (Sambil ku tunjukkan linknya)

Mungkin karena agak kecewa karena makanan dari negaranya cuma duduk diperingkat 9, lalu dia tanya, ini berdasarkan apa nih surveinya? Mana makanan prancis? Makanan amerika..
Hatiku berkata “kritis juga nih orang, mantap dah”
Aku berkata, liat aja di paragraf awalnya, tapi memang tiap tiap website punya standar masing masing..

Lalu mulailah mereka bertanya tentang islam..
“Eh semua orang di Indonesia itu muslim ya?”
Aku : “nggak kok, cuma .. Hmm baiklah akan ku bagi beberapa fakta tentang Indonesia. Seperti yang kita tau, cina merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Nah Indonesia itu duduk di peringkat ke 4. Nah jumlah penduduk di Indonesia itu ada sekitar 250 juta jiwa, 70% nya adalah muslim. Nah karena itu kami merupakan negara muslim terbesar di dunia. Mau tau fakta lain tentang indonesia?

Mereka : ” aah kami gak peduli tentang fakta itu, kami penasaran banget dengan muslim”
Mereka 1: ” eh aku nonton di siaran tv amerika, kalian gak boleh makan sapi karena bagi kalian sapi itu Tuhan kan? Pembicaranya waktu itu asalnya dari India”
Aku: (terbelalak) heeeeeee???!!! Siapa bilang kami gak boleh makan sapi, dan Tuhan kami bukan sapi..
Oo itu mah agamaa lain .
Mereka 1: “oh ya sorry sorry aku lupa.. Maap maap”

Aku: sebelum ngomong masalah agama, baiklah aku akan ceritakan tentang Beberapa agama di dunia
1. Budha
2. hindu
3. Islam
4. Kristen
5. Yahudi
Dan lain lain
Di Indonesia ada 5 agama resmi, eh ntah 5 atau 7 lupa
1. islam
2. Kristen
3. hindu
4. Budha
5. Konghuchu

Mereka : “gak penting tentang itu mah, coba kamu jelaskan kenapa kamu gak boleh makan babi?”
Saya :” penasaran banget ya kalian..”
Mereka : ” iya ”
Saya: ” karena Itu aturan dari Tuhan..”
Mereka : ” tertawa terbahak bahak..”
Saya : ” (tersenyum) mungkin bagi kalian itu lucu, karena kalian kan gak percaya Tuhan, tapi ijinkan saya membahasnya dari sisi scientific”
Mereka : (nyimak)
Saya: ” tolong kalian buktikan sendiri, baca sendiri paper papernya, tahukah kamu, bahwa pada babi itu terdapat cacing yang nggak akan bisa mati meskipun kamu masak di suhu tinggi (200 an derajat celcius) , ini bahaya untuk kesehatan dan untuk otak kita”
Mereka: yah bagaimana mungkin, toh di luar sana, org yang peraih nobel aja makan babi
Saya: dari mana kalian tau itu? Apa buktinya?
Mereka : ( terdiam)
Saya : ” bagusan kalian gak percaya saya, buktikan saja sendiri, baca sendiri papernya, kita kan ilmuan, mahasiswa, lebih baik cari sumbernya”

Lagian ini semua tergantung kalian kan, saya ngomong banyak pun, saya ngomong ini itupun kalau poinnya kalian tetap gak percaya sih itu hak kalian, bukan tanggung jawab saya kan? Dan kewajiban saya telah saya penuhi, yang penting saya menjawab.. Iya kan?
Mereka : ” iya.. Iya.. Gak papa kok, ini nambah pengetahuan kami juga”
Saya: ” yap, saya akan menjelaskan dari 2 sisi, satu sisi agama, satu sisi ilmu pengetahuan, kenapa begitu? Karena kalian kan gak punya Tuhan, kalau saya bahas bahas tentang Tuhan tentu gak akan nyambung, toj kalian gak punya Tuhan. Makanya aku kasih dari sisi keilmuwannya, biar kalian tau kenapa hal itu terjadi”

Mereka 2: “iya menurut saya penjelasanmu sangat beralasan, itu sangat masuk akal”
Mereka : ” kenapa kamu pake jilbab? Apa alsannya?”
Saya : ” saya akan menjawabnya besok, karena rasanya pelajaran hari ini terlalu banyak , saya takut tidak tersampaikan dengan baik, tapi kalau kalian tetap mau akan saya jabarkan sekarang”
Mereka : ” sekarang aja”
Saya : ” ckck kalian benar benar penasaran ya..”
Mereka 1: ” oh iya, rambutmu tu boleh keliatan cuma ama suaminkan?”
Saya :” simplenya, laki laki gak boleh liat kecuali keluarga”
Mereka : (masang tampang nahan ketawa, lalu tertawa)
Saya : ” pada intinya sih yang bisa liat rambut kami itu
1. Keluarga ( masuk suami dll)
2. Anak kecil
3. Perempuan muslin
Mereka : ( terinterupsi karena mereka 2 dapat telepon, namun terasa sekali mereka 1 sudah mulai mempermainkan saya, sambil nyuruh saya baca kanji yang jelas2 gak bisa saya baca, terus ada lagi yang lain, mau balik ke kamarnya dan bilang “otsukare sama desu” dan aku juga jawab “otsukare sama desu” lalu dia jawab dengan wajah kesal ” otsukare sama janai desu , blablabala ngomong bahasa jepang yang jelas sekali maknanya tidak positif) tapi saya cuek saja, ngapain juga dia kesal, nganggu dia aja nggak..

Sambil nunggu mereka 2 selesai nelpon..
Aku ngobrol dengan mereka 1. Dia cerita di negerinya itu tuh gak ada agama, eh komunis itu agamanya, bagi mereka mao tse tung itu tuhan, karena dia buat negaranya jadi maju, jadi sukses jadi damai ( aku hanya ngangguk2, dalam hati berkata, boong besar dah)

Si mereka 2 selesai nelpon
Lalu mereka ngobrol2 bahasa mereka ..terus aku bilang.. Lanjut gak nih?
Lalu mereka jawab ” besok aja deh, kamu baik bener dilla sampai jelasin gini, you are so lovely” mereka 1 balik ke kamar.

Saya : ” sebelum saya panjang-panjang ngomong besok.. Coba kamu cari tau tentang kanker kulit, ozon, sama cara menguranginya”
Mereka 2: ” eh tapi rambutkan juga ngelindungin”
Saya: ” baca aja dulu, dan satu prinsipnya, jangan percaya saya, kamu buktikan sendiri kata kata saya”
Mereka 2: ” oke,”
Saya: ” oh ya . Kamu tau einstein kan? Semua orang menyetujui bahwa einstein manusia cerdas..
Mereka 2 : ” ya saya setuju”
Saya: ” einstein yang cerdas itu aja kapasitas maksimum otak yang dia pake hanya kisaran 10-15% , kita orang normal kisaran 2%
Mereka2: ” ooh jadi karena itu pake jilbab?”
Saya : ” bukaaan bukaan itu maksud saya, lupakan masalah babi, lupakan masalah jilbab, ini masalah kepercayaan… Kami makhluk beragama percaya akan Tuhan, Jiwa, Malaikat, Setan. Dan kalian yang gak punya agama tentu gak percaya ini, karena bagi kalian kalian gak bisa buktiinnya…
Tapi bagaimana mungkin kalian menggantungkan kepercayaan pada otak kita yang hanya bisa kita pakai 2% itu… Pertanyaan ini jangan di jawab… Jawab saja dengan dirimu sendiri, orang lain gak perlu tau…
Mereka 2: (terdiam)
Saya : (akan menghapus tulisan di papan tulis)
Mereka 2: jangan dihapus..
Saya : ( kembali ke kursi saya )
Mereka 2: kembali ke kamar sejenak
Lalu masuk lagi, lalu melihat tulisan saya di papan tulis, dan menahan tawa..

——

Setelah berdiskusi , kemudian saya tersadar dengan pertanyaan sendiri, ” kenapa tuh orang orang suka sekali nanya tentang agama saya ke saya, kenapa beraninya nanyanya ke saya???” Dan jawabannya:
“Ini adalah niat yang saya ucapkan sebelum berangkat ke Jepang, berdakwah. Dan saya dituntut untuk membuktikan niat saya itu, akankah saya yang terjerumus, ataukah mereka terbuka hatinya? Wallahualam….

(My monthly story in japan chapter 3)
-bulan ke 3 di Jepang-

 

image

Advertisements

One thought on “Ketika niat benar-benar di uji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s