My Monthly Story In Japan Chapter 3 and 4

hmm okay mau mulai dari mana ya, rada bingung, karena awal 2014 banyak sekali kisah baru yang didapatkan dari negara 4 musim yang suka disebut negeri matahari terbit ini. Yang jelas aku baru sadar kalau deadline tulisan bulan januari telah terlewatkan, makanya catatan ibnu batutah ini di rangkap jadi 2 tulisan. oh ya edisi berikutnya, akan saya buat dalam versi internasional ya, untuk sekarang edisi lokal aja dulu. well, sebelum lebih dalam, saya ingin minta maaf kepada teman-teman yang tidak saya balas email ataupun inboxnya, mungkin ada yang bilang dilla sombong atau yang lain,, saya minta maaf.. tapi setelah baca episode kali ini, semoga kamu kamu yang gak sengaja aku buat jadi salah paham jadi mengerti.  Baiklah dimulai dari bulan pertama di Januari. Di bulan ini perjalanan sebagai mahasiswa di Universitas Kyushu semakin menarik, karena untuk pertama kalinya aku memulai karier arubaito (Part Time Job) ku di tempat penelitian mengenai Carbon energy, I2CNER, lembaga penelitian ini satu-satunya berada di Jepang dan terletak di kampusku, Kyushu University.

I2CNER

 

 

 

 

 

 

 

 

Di tempat ini aku bekerja sebagai Research Asistant dari bosku yang orang Bulgaria.. orangnya baik sekali.

Arubaito? kenapa harus arubaito? karena arubaito menghasilkan uang. (jawaban yang tepat kan?) yah well, sampai detik ini aku masih menunggu dan menunggu hasil pengumuman beasiswa yang telah aku Apply meskipun hasilnya sangat absurd… aku apply beasiswa ke lembaga di Indonesia dari sebelum aku memulai research student ku di kampus publik ini.

dan liat apa yang terjadi.. udah jelas aku daftar dari tahun 2013, dan WOW man sekarang udah tahun 2014,, alhamdulillah, berarti aku gak usah memberatkan negara,, anggap aja aku gak lolos untuk beasiswa ini.

dan beasiswa lainnya bernasib serupa,,

my story in japan

 

 

 

 

 

(beasiswa dari negara kita) mungkin masih ada yang lebih membutuhkan,, bukan,, bukan tulisan anda gagal atau anda belum beruntung atau bagaimana, nasibku untuk beasiswa dari negeri sendiri masih sangat terlunta-lunta. contohnya aku coba mendaftar beasiswa P3S### jangankan dapat pengumuman, aplikasiku pun udah di hapus .. alhamdulillah gak harus beratin negara.
beasiswa

 

 

 

 

setidaknya dengan keadaan ini, aku benar-benar harus belajar dan sadar diri, bahwa beasiswa dari negara kita itu merupakan beasiswa yang dibiayai atas keringat masyaraat, jadi jangan dibuang-buang dan di sia-siakan apalagi dihabiskan buat jalan-jalan atau beli hal -hal yang gak penting, kasian rakyat,,, itu pelajaran hebat yang aku dapatkan. Jadi bila satu kartu truf ku tembus, maka aku akan sadar sekali bahwa beasiswa dari negara kita itu merupakan amanah berat yang harus digunakan sebaik-baiknya. Maka benarlah nasihat dari dosenku yang merupakan alumni jepang juga. ” Ketika belajar ke luar negeri harus di ingat.. tujuan kita untuk jalan-jalan atau untuk belajar”
jadi kesimpulannya, aku sekarang alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk membayar kuliah tanpa bantuan pemerintah Indonesia. 🙂 makanya untuk bertahan hidup aku harus kerja part time.
“emang arubaito ngapain dil?” alhamdulillah, masih berhubungan dengan hoby dulu, yaitu programming.
“terus gimana ceritanya kamu memilih untuk terus pergi ke luar negeri dengan tanpa bantuan pemerintah Indonesia? kalau aku jadi kamu aku mah gak sanggup.. takut ngebebanin orang tua , takut buat khawatir, aku lebih milih untuk nunggu sampai bantuan itu datang.”
alhamdulillah, jika pertanyaan itu bukan dari kamu yang lagi baca blog ini. karena bagaimana mungkin kamu langsung bilang nggak mampu padahal kamu belum mencoba. Jangan sampai takabur pada takdir saat bilang nunggu sampai bantuan itu datang.,,, karena kita gak pernah tau kapan kita meninggal.. tugas kita adalah mengambil setiap celah dan kesempatan yang ada. Takut ngebebanin orang tua? apa dengan di dalam negri kamu bisa jamin kamu bisa gak ngebenanin orang tua?apa ketika kamu wisuda kamu bisa jamin kamu bisa langsung dapat kerjaan? apa kamu yakin setelah kamu kerja kamu bisa cari uang untuk nerusin sekolah dari uang yang kamu tabung lalu apa kamu yakin ilmu yang kamu pelajarin itu masih bakal nempel dikepala setelah beberapa bulan atau bertahun-tahun di “hybernate” kan?
kalau yakin sih gak papa.. itu bagus….:)
nah kalau saya, kenapa saya berani? kenapa saya nekad? karena saya percaya, kalau Allah ridho, semua jalan ini akan dimudahkan. Toh bila aku tetap di Indonesia, 6 bulan pertama paling aku saat ini masih cari-cari kerja atau kursus bahasa atau ngapain yang ujung-ujungnya masih juga ngabisin uang orang tua. Selain itu aku yakin, Allah maha pemurah, rejeki setiap orang sudah ditentukan, jalan hidup sudah digariskan., tinggal hati yang diperlembut mental yang diperkuat pikiran yang dijalankan, dan telinga yang dipertebal. kita semua kan tau, matahari tidak akan bisa membakar kertas kalau energinya masih terbiaskan dan tersebar,, nah kalau difokuskan,,, jangan main-main.,.. apa yang mau kamu bakar bisa terbakar (tapi tetap aja atas ijin Allah). Dari awal saya memasuki dunia mahasiswa, saya telah bertekad untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Jadi saya gak kepikiran untuk terus berada di dalam negeri setelah lulus kuliah. Alhamdulillah Allah memberi kesempatan itu dengan ditemukannya aku dengan email seorang Sensei yang luar biasa baik.. Iramina sensei.
menurut pikiran saya, kesempatan bagi mahasiswa di luar jawa untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk keluar negeri lebih kecil daripada mahasiswa. catet ya, bukan gak bisa,, tapi lebih kecil,, itu kenyataan kok.. gak percaya? hak kamu dong,,, haha makanya jalan yang ditempuh harus berbeda…
pada nanya berapa IPK saya? alhamdulillah saya bukan mahasiswa yang punya IPK 3,5 atau punya TOEIC 800.. alhamdulillah saya bukan mahasiswa yang begitu,,saya bukan mahasiswa luar biasa,, saya hanya sekelompok mahasiswa biasa saja yang percaya kalau mimpi itu bisa jadi kenyataan kalau kita bangun dan beraksi,,
sekali lagi itu kan saya,,,
image

 

 

 

 

 

 

 

 

nah kalau kamu yakin dengan mimpi kamu, ya jalan terus,, gak usah takut,,,
masih percaya punya Allah kan?
kalau pun nanti harus berhenti,,, ya setidaknya kan sudah mencoba,,
pun bagi kamu yang diberi kesempatan untuk menikmati semua kelancaran, misalnya dapat beasiswa keluar negeri dari pemerintah Indonesia dan kamu bukan pula alumni dari kampus-kampus di pulau jawa,, Tahniah,, kamu punya tugas untuk memanfaatkan beasiswa itu sebaik-baiknya dan kasih semangat ama orang-orang yang punya mimpi,, jangan malah di rontokin semangatnya,,,

untuk kamu yang lagi nyiapin bekal untuk berpetualan ke dunia yang mirip dengan punyaku,,, kamu harus ingat,, Jaga terus niat dan percayalah pada Allah,, serta tebalkan telinga,,, karena terus terang,, awal-awalnya ada rasa sakit hati dengan orang -orang yang tanpa sadar meremehkan jalur hidupmu,, tapi sekali lagi,, di luar negeri itu jangan terlalu menggunakan perasaan,,, tebalin telinga,, toh yang punya jalan hidup adalah Allah kan?

fiuuh panjang juga ya alasan kenapa aku harus arubaito,,
apa? masih juga nanya masalah beasiswa?
oke saat ini aku sedang menunggu pengumuman beasiswa dari kampusku tercinta ini. aku memilih untuk mendapat beasiswa dari negara ini,
(mohon doa ya) haha
Di bulan januari juga aku ngerasain yang namanya hati tersakiti,, bukan patah hati loh ya,, itu beda,, tapi aku percaya, semua perbuatan kita baik ataupun buruk akan ada ganjarannya dari Allah. keep smile,, dan move on.

di bulan ini juga aku ngelakuin hal yang ekstrim bagiku,, sepedaan 30 KM dan dilakukan 2x jadi totalnya 60 KM (kurang lebih)
ngapain? untuk menghadiri konferensi
indonesian

 

 

 

 

 

 

 

nah itu adalah pejuang dari Indonesia yang ada di laboratorium Biomedical engineering..

image

 

 

 

 

 

 

 

 

waktu nempuh perjalanan dari dormitory ke tempat konferensi itu (sanno hospital) aku ketemu toko Indonesia.. yap kita harus SENANG-SENANG!

ah panjang banget, mulai capek nulis,, hiks
alhamdulillah hubungan sesama manusia Indonesia di Jepang sangat dekat, kami saling tolong menolong dan saling memberi semangat,, tibalah jua masa harus pindah dari dormitory ke apartement,, dan kami pun memasak masakan Indonesia,,
indonesia tabemono

 

 

 

 

 

 

semoga kita semua kuliahnya lancar 🙂 (talk to Indonesia student)

oh ya kamu harus tau, bukan berarti dengan terima LoA dari sensei, itu artiny kamu diterima di kampus itu tanpa tes lalu sim salabim kamu jadi mahasiswa di sana.,,, ya nggak segampang itu lah ya,, tetap aja kamu harus ujian,, alias SNMPTN (bahasa kitanya)

tanggal 28 Januari 2014 lalu aku ngejalanin juga yang namanya ujian masuk master,,  ini pendaftarannya

image

 

 

 

 

 

 

 

ingat jangan bahas masalah photo yang terpampang itu,,,

tesnya apaan sih? tesnya adalah writing test dan Interview Test,,,

susah gak sih?

it’s depend on you,,

pass

 

 

 

 

 

 

siang ini akhirnya pengumuman itu keluar, dan alhamdulillah pake bahasa jepang, tapi netbook yang telah bertahun tahun menemaniku ini menerjemahkannya ke dalam bahasa yang bisa ku mengerti. hehe

test

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah, April nanti kuliah master dimulai.. petualangan baru bakal dimulai lagi.

hah bingung statusku sekarang apa? kan udah dibahas di tulisan sebelumnya, statusku adalah research student,,,

sistem yang ku ambil adalah

6 bulan research student

dan PhD 5 tahun (master rangkap di sini)

oh ya catatan ya… di sini kalau di lingkungan publik, rata-rata fasilitasnya berbahasa Jepang, gak peduli usernya adalah bukan orang jepang atau bukan,,

semangat!

dan Bismillah.

 

Advertisements

6 thoughts on “My Monthly Story In Japan Chapter 3 and 4

      1. kalau saya dulu di jemput ama senpai,, program undergraduate ya? biasanya kalau anak2 postgraduate ada yang ngejemput,, kalau undergraduate, saya kurang tau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s