Cintaku pada scorpio

imageSaat menulis ini, aku sedang teringat pertanyaan seorang junior. “Uni gak rindu ama Indonesia?” Pertanyaan tersebut membuatku tersenyum.

aku berkata aku tidak rindu Indonesia.

iya dik, aku tidak rindu dengan Indonesia, aku benci melihat ketidakwarasan sistem yang sedang berjalan di negeri nyiur melambai itu. Aku ingin pergi sejauh – jauhnya dari negara itu dengan berdalih yang ku bela adalag agamaku, bukan negaraku. Ya dik, itu kalimat kalimat patah hati seorang pecinta yang patah hati terhadap hal yang dicintainya.

menjauh, apakah ku sanggup?

tentu tidak.. Jelas sangat tidak mungkin. sejahat-jahatnya makah terhadap muhammad, tetap saja beliau kembali ke negaranya. Sejauh-jauhnya ibnu batutah pergi, kembalilah lagi dia ke negaranya. Begitupun daku. Jadi jangan adik tanyakan lagi, rindukah aku pada negara kelahiranku itu.

Bahkan terhadap langit malamnya pun, tak pernah membuatku tidak rindu. Seorang astronom gagal ini, sejak berusia 12 tahun memadu kasih dengan rasi – rasi bintang dihalaman rumah, tepatnya di rumah Bengkulu yang di lingkar Barat. Setiap malam ku terduduk di teras, Membaca buku pelajaran, dan membaca buku tentang astronomi. Ku tatap rasi bintang pari, rasi bintang biduk, rasi bintang scorpio, ku tatap selama 6 tahun dari jam 8 malam hingga 10 malam di teras rumah. Tak pernah berhenti aku mengingat peristiwa di rasi bintang scorpio yang pada saat itu memamerkan keindahan komet berekor pendek di tahun 2006 di kala maghrib telah usai dan sepersekian menit mulutku ternganga membisu tak mampu berkata. Saat itu aku adalah penggila bintang, tak jauh dipusaran itu semua ceritaku, lalu siapa sih yang tak pernah tau bahwa aku adalah orang yang bercita-cita menjadi astronom.

Namun itulah cinta, ketika tidak tercapai, terkadang sensasi untuk mencintai akan selalu melekat. Ya semenjak itu aku jatuh cinta pada scorpio.

Hingga tiba saatnya ku mesti menjadi mahasiswa, ku tinggalkan jejak kenangan scorpio di langit bumi raflesia itu. Ku coba tatap rasi bintang itu di bawah langit bukit karamuntiang. Kadang dia muncul, kadang dia menghilang, seolah mengatakan ” sudah, lupakan saja aku, fokus saja pada dunia barumu. Dunia penuh gelombang elektromagnetik itu.” Dan benar aku pun terlupa beberapa saat.

dik aku selalu bermimpi untuk melihat bintang bintang dilangit dengan pendamping hidupku kelak. Aku manusia normal yang kadang orang – orang kaget karena makhluk perempuan yang bersikap kelaki-lakian ini mampu jatuh cinta ataupun memimpikan hal romantis. Tapi bagiku itu normal, karena aku juga baguan homo sapiens. Tak ada salah dari hal itu.yaa meskipun jelas, untuk saat ini rasa ketertarikanku ke pada manusia yang berbeda kromosom denganku tak ada yang berbalas.

dik jika kau tanya apa yang kurang di negara samurai ini, manusia manusia lain bisa saja berkata “tak ada yang kurang, hidup di sini enak”. Tapi bila pertanyaan itu engkau tujukan padaku. Bagi ku yang kurang adalah di sini rasi bintang scorpio bersembunyi dari penglihatanku, tak mudah ku temukan keberadaannya. Hingga rinduku tak pernah terpuaskan..

dan bila lagi engkau bertanya padaku

“uni apakah engkau rindu dengan indonesia”

maka itulah jawabanku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s