Kehidupanku di jepang part sekian

Lama tidak posting. Gatal tangan terasa sedangkan kepala ingin meledak karena penuh pertanyaan. Sekali lagi kutipan kalimat imam syafii selalu menjadi kutipan favorit “Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang” – Imam Syafi’i

Di fukuoka ini, setiap hari rasanya menjadi coretan garis baru di buku kehidupan. Banyak kekonyolan yang terjadi. tak sekedar konyol, pupil mata pun menjadi semakin melebar tatkala menyadari betapa.. Betapa.. Dan betapa kecilnya hal yang saya ketahui tentang dunia ini.
Bukan.. Bukan karena detik ini saya masih belum bisa membeli telescope bintang celerone yang jadi primadona para pecinta bintang itu. Bukan pula karena mengambil 7 kelas berbahasa jepang.
Seniorku di sini berkata “dik, insyallah, negeri ini dapat membuatmu jadi lebih baik lagi.. Dan itu bila engkau mau.”
Berada di lingkungan internasional, dengan berbagai macam bahasa dan budaya semakin membuat ku merasa tak tau apa apa tentang dunia ini.
Ya memang misteri adakah kehidupan lain di dunia ini selain dibumi belum juga terjawab, pun meski telah berada di negara super power teknologi ini.
Merenung, itulah masa – masa intropeksi diri dan masa paling dekat dengan Allah. Betapa baru tersadar, begitu banyak waktu yang terbuang sia – sia dengan hanya memikirkan hal hal yang tak terlalu penting. Semisal masalah kontroversi pentingnya pasang akun di facebook atau masalah curhat di facebook tentang kejelekan atau kebaikan para calon presiden. Manusia memang suka nyolot.. Itulah kita..kadang karena lupa hijrah.. Kita jadi merasa hebat sendiri. Betapa baru tersadarnya bahwa dunia ini tak sekedar pembahasan panggilan suatu golongan ikhwan akhwat non ikhwan non akhwat. Dunia lebih dari ini. Betapa kita suka merasa benar sendiri dan menganggap bodoh orang lain semisal kenapa orang tidak berpuasa padahal jelas perintah agama. Betapa bodohnya orang yang memisahkan politik dan agama. Betapa bodohnya ini itu dan lain lain…
Tapi ternyata ketika kita mencoba meluaskan pandangan, menganalisa lebih dalam, berbicara setelah berpikir merasakan lingkungan sekitar… Apa yang kita pikirkan tentang orang lain. Bisa jadi itu juga yang terpikir oleh mereka.
Maka dari itu, pantaslah kita disarankan untuk tidak berprasangka buruk..

“Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” (al-Hujuraat: 12)

Perjalanan mesra yang sedang kulakukan ini, membuat “kincir-kincir” diotakku berjalan lebih kencang dari biasanya.

Hal kedua setelah kebiasaan nyolot anak manusia adalah selalu ingin tau urusan orang lain.
Malas berpanjang lebar dengan hal ini, tapi ketahuilah.. Kadang rasa ingin tau kita tentang saudara kita malah dapat membuat beliau merasa sakit… Kalau tidak sakit hati minimal sakit gigi.. Biarkanlah dia bicara apa masalah yang dihadapinya dengan sendirinya…

Hal ketiga dalam perjalanan mesra ini adalah kita harus menerima kenyataan bahwa ada hal yang baik menurut kita belum tentu baik untuk kita. Fukuoka adalah gudangnya manusia menarik.. Para pribumi di yang berasal dari daerah ini diciptakan lebih “eye catching” dengan penampakan dasar hidung mancung, kulit putih , tinggi, dan indah dipandang mata..
Tapi tetap saja… Tak ada yang bisa dibawa pulang meskipun satu :p

Yap kekacauan isi tulisan mungkin mulai kalian rasakan pada postingan ini karena fokus mulai berkurang.

Sebagai pengejar mimpi.. Satu hal yang harus diwaspadi.. Ketika engkau menunjukkan gejala sebagai mercon, engkau punya 2 pilihan, yaitu mempersiapkan bahan peledak lebih banyak lagi atau berevolusi menjadi hal lain semisal sabun.
Ketika engkau memilih menjadi mercon.. Engkau akan berada di suatu sensasi meledak diawal menimbulkan rasa terkejut ke orang lain namun bila bahan bakarmu habis engkau akan menghilang.. Dan mimpimu berangsur melayu…bila bahan bakarmu habis.

Bila engkau menyadari sekedar menjadi mercon tak akan mungkin bertahan, maka segeralah menjadi sabun… Siapapun akan mencarimu… Dan bergantung padamu…

Sebagai seorang pemimpi.. Percayalah ada masanya engkau lelah berlari.. Ingatlah MTv (gak tau ini? Keterluan) mereka menciptakan pasar.. Yaitu pasar dalam dunia musik , dimana saat itu tak ada stasiun televisi yang memiliki pangsa pasar seperti itu.. Dan lihatlah sekarang… Masih terus ada di dunia ini.
Atau tirulah softbank (perusahaan IT Jepang yang bergerak yang salah satu pangsa pasarnya adalah produk telekomunikasi) dikala kompetitornya mencibir usaha perusahaan ini dalam memperkenalkan I-phone dengan alasan riset menunjukkan a b c dan d.. Mereka terus bergerak dan berjalan tanpa peduli cibiran dari kompetitornya..
Kadang kawan.. Ah bukan kadang.. Acapkali.. Cibiran itulah yang menjadi pelecutmu untuk mengejar mimpi, dan pujian itu yang membuat engkau jatuh terjerembab..

Hmm apalagi ya..
Oh ya, untuk perempuan.. Ada satu kenyataan yang harus kamu tau..
Setelah bertanya dengan rekanku yang tak punya agama dan merupakan kalangan adam.. Ketika ku tanyakan, apa dia mau punya istri atau anak yang mengumbar keseksian di depan laki laki lain… Apa perasaannya .. Dan jawabannya “I will kill her”
Tetap aja… Gak ada yang mau orang yang dicintainya dan disayanginya dinikmati oleh laki laki lain… Kalaupun ada.. Percaya deh.. Ada saraf yang posisinya gak pas dikepalanya..

 

Anyway, teruslah bermimpi dan membuat jalan untuk menuju mimpi itu.
—–

“Katakanlah : Berjalanlah di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Surah al-‘Ankabut (29) ayat 20.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s