petualanganku (a part of my story in Japan, special edition)

Bagaimana semua itu bermula?

tak ada yang dapat kukatakan kecuali semua terjadi hanya karena kehendak Allah, dan aku tak kan pernah lupa bahwa Allah mengikuti prasangka hambanya.

pada hati yang telah dia berikan maka ku yakin, semua berhak bermimpi selama berani bangun untuk menghadapi tantangan yang ada. sudah membaca cerita petualanganku yang ini kah? agar tak perlu berulang ku menceritakan bagaimana aku bisa terdampar di negeri ini, maka silahkan klik kembali link ini tak pernah ku bermimpi untuk ke negara adidaya, itu diluar list petualangan alam sadar yang ada diotak ku, ya meskipun semenjak kecil sering kali aku memainkan oleh oleh lonceng bertuliskan hawaii oleh oleh dari teman mama yang terpajang di lemari. Di lemari itu pula acap ku pandang foto oom ku yang biasa ku panggil maad.. foto beliau dengan seorang pejabat yang sangat terkenal… pemimpin palestina . Yasser Arafat rupanya. Kadang ku mainkan boneka kanguru atau koala yang beliau belikan sebagai oleh-oleh darinya. ya oomku itu adalah petualang yang telah menginspirasiku untuk berani keluar negeri sendirian dalam keadaan “bimbo”. setiap dia pulang, selalu ada tantangan-tantangan baru yang beliau beri untuk ku… ya dia tau sekali kalau aku orang yang pantang di tantang,, terkadang kalau ku perhatikan benar,, ada kalanya wajah beliau mirip dengan mamaku ,,, ya namanya juga kakak beradik ya…

jika engkau tanya kamus bahasa asing yang sering ku baca waktu kecil… akan ku jawab bukan kamus bahasa inggris,, tapi kamus bahasa jepang,,, ya kamus tipis punya papa yang memang punya jalan hidup dalam mempelajari bahasa,, sehingga ada beberapa kamus bahasa asing di rumah…ntah kenapa suka membaca kamus tipis itu,, tapi kalau diingat ingat itu karena aku tertarik dengan kalimat kalimat lucu dalam kamus yang juga mengandung percakapan itu. ada lagu di kamus tersebut yang  hanya dapat ku ingat lirik bahasa indonesia dan tak pernah ku tau nadanya 

“musim semi telah tiba.. musim semi telah tiba.. kemana tibanya??”

jika engkau tanya apa yang sering aku khayalkan di waktu masih kecil..

aku ingin sekali bisa berbahasa inggris cas cis cus.. 

ya hanya berhayal..

waktu kelas satu smp , semester pertama… aku termasuk anak yang bodoh dalam bahasa inggris…

jelek sekali nilai bahasa inggris ku itu,,

ya sekarang pun bahasa inggris ku masih jelek..

berhubung aku mengetik tulisan kali ini sambil mendengarkan lagu-lagu super junior, jadi mungkin akan berantakan apa isi yang terkandung..

tapi satu yang bisa aku yakinkan… tulisan kali ini lumayan panjang..

aku sedang mengenang -ngenang masa kecilku,,, 

mimpi apa yang pernah terucap,,, khayalan apa yang pernah terlintas,,

dan csss…

semua mungkin tau, bahwa impian besarku adalah menjadi seorang astronot,,

tapi makin ku sadar,, aku sering menghayalkan diriku di depan khalayak ramai, 

membicarakan hasil penelitian ku.. berdiskusi tentang penemuan yang telah dilakukan..

khayalan itu tersimpan dialam bawah sadarku,, sehingga tertutupi dengan impianku yang ingin jadi astronot itu,,

meskipun pada akhirnya, pada elektro ku labuhkan pilihan hidupku,,aku tak pernah menyesal dengan tidak menjadi astronot,, toh masih punya kesempatan untuk jadi istri asronot kan 😀 haha..

****

tiba tiba saat masih dalam keadaan galau karena belum punya beasiswa.. sensei datang padaku..

dilla kamu apply conference ke chicago ya,,

dari lab ku ada 2 orang di utus untuk apply full paper ke konferensi tersebut,,

aku dan anak pribumi yang pemalu ..

saat itu aku merasa peluang besar lulus ada di tangan anak pribumi itu,,

tapi ternyata Allah memberiku kesempatan untuk lulus,,

aku lulus full paper,,,

sedih rasanya teman pribumi ku itu tidak lulus,, padahal kalau dia lulus,, kan bisa modus.. #eh???

kemudian senseiku itu meminta 2 senior ku untuk mencoba men- apply ke konferensi tersebut untuk poster paper,, dan alhamdulillah mereka lulus,,

tenang,, semua senior ku itu wanita,,

jadi tak mungkin ada cerita untuk modus.. 😀

singkat cerita terbanglah kami ke amerika, menggunakan pesawat Japan Airlines (JAL)..

awalnya aku terlalu meremehkan amerika… di otakku amerika itu paling “segitu-gitu” doang,, gak kan jauh beda dari tokyo lah,,

hari pertama perkiraanku gak meleset,,

tiba di bandara ohare yang bagiku biasa banget dan memandang daerah chicago yang lebih mengingatkanku ke jakarta,, 

hatiku berkata “kan benar,, segitu doang” di sisilain senior ku sudah sibuk kagum dengan negara paman sam,,, dan aku selalu bilang,, ah sama aja kayak jakarta.. panasnyapun sama.. masih kerenan Jepang ah,,,

 

hari kedua ketibaan di amerika, aku melakukan registrasi kehadiranku di konferensi tersebut, dengan semangat luar biasa, aku ingin mengikuti workshop di universitas Northwestern,, aku bangun pagi meninggalkan seniorku yang tidak ingin ikutan acara opsional itu,,, singkat cerita, bertualanglah ku sendiri di negeri paman sam itu mencari universitas northwestern yang lokasinya entah dimana,, karena aku menginap di sheraton hotel,,..

sampai di sana, ternyata aku tak bisa ikut workshop, karena aku telat mendaftar,, okelah,,, setidaknya aku sudah masuk ke kampus itu,, ya salah satu mimpiku adalah mengunjungi kampus kampus dunia,,

 

*aah mulai capek,, karena baru saja kemarin aku melakukan petualangan menjalani hari tanpa malam dan sampai sekarang belum istirahat

 

hal yang tak terlupakan,,, setiap pagi ketika makan di kafe yang isinya adalah roti rotian,,, stasiun tivi di negara paman sam itu membicarakan tentang islam,,, yap,, tapi dari sisi buruk,,, seminggu di sana tak pernah habis berita tentang islam,, alias gak ada topik lain,,,

seniorku sampai berkata “udah jangan disimak beritanya”

sesaat sebelum melakukan speech di podium, seorang pria mendatangiku,, menanyakan kapan acara dimulai..

dan dia bercerita kalau dia sedang bingung karena tidak tau bagaimana dia menambah power untuk laptopnya,,

ya,, sebagai anak baik,, aku memberikan semangat,,,

pria tersebut kuliah di paris dan berasal dari tunisia,,

senang juga dapat bertemu sesama muslim,,

dia bercerita tentang kehidupannya sebagai muslim di prancis.,, dan terlihat sedikit “sulit”

dan setelah selesai melakukan speech, aku berkeliling melihat poster poster yang terpajang,,

esoknya aku melakukan penjelasan tentang penelitianku dalam poster session.. 

lagi lagi aku  bertemu dengan anak tunisia itu,,

senior ku kelihatan senang sekali ama bocah tunisia itu, karena emang “kakkoi” but,, who cares,, paling udah tua,, 

setelah konferensi hari itu berakhir, aku dan senior ku berencana pergi ke museum art chicago,, karena gratis,,pada hari itu,, dan bocah tunisia itu ikut,, 

seniorku tampak senang sekali bisa ngobrol dengan bocah kakkoi itu,,

akhirnya aku penasaran juga,,

“eh kamu di prancis lagi kuliah master atau doktor sih?”

si bocah tersenyum..

“nggak dua duanya,,”

“eh masa? jadi apa dong? pos doctoral?”

“bukan,,,”

“nggak mungkin assisten professor kan hahaha”

dan ternyata dia memang asisten profesor.

oo keren,,,begitu kataku,, kemudian terdiam

sialnya ternyata museum yang ingin kami kunjungi hanya gratis untuk penduduk asli illinois (chicago)

beeeeh

akhirnya kami pustuskan untuk pergi ke kafe.. minum kopi,,

aku memesan kopi latte,,

senior ku memesan teh hitam dan kopi pahit

si bocah memesan,,,,,, coklat… (ROL)

kemudian iseng lagi bertanya,,

“aku tebak umurmu 40an.. atau paling nggak 35”

si bocah kakkoi tertawa,,, kemudian dia bertanya usia senior-seniorku,,

“jadi kamu bilang aku 35 tahun?? hahaha umurku 28 taun”

what,, tentu gak mungkin aku percaya,, masa asisten professor 28 taun,,, sakit hati awak,,,

kemudian dia tunjukkkan Id nya,, kelahiran 1986,,, dan dia pamerkan sertifikat doktor yang dia dapat,, (gak tau juga kenaoa tuh sertifikat dia bawa bawa jauh ke amerika)

salut,,

benar benar salut ama tuh bocah,,,

asisten dosen di universitas prancis,,, masih muda,, muslim,,, kakkoi pula,,

ah sudah sudah jangan dibahas lagi,,

 

****************************

kadang aku malu,,, aku dipanggil dilla chan oleh guru ku itu,,

ya terasa betul aku dianggap anak olehnya,,

terasa sebagai ayah jepang ku,,

dia terlalu percaya padaku,, hingga kadang berat rasanya bila kelak dikemudian hari aku mengecewakannya,,,

maka “ganbareba dekiru” aku tak akan menyerah meraih mimpiku,,,

acapkali aku tak tau bagaimana harus bersikap,, 

kadang dia tertawa sambil berkata ” kamu masih anak anak” 

ya kadang aku jadi salting di depan guruku itu,,,

belum pernah ku lihat guruku itu membentak anak anak bimbingannya,,,

 

 

**

aku ngantuk,,,

sekian dulu petualangan blok ini

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s