My story in Japan part : the beginning of 2nd winter [Indonesia go]

Akhirnya dengan resmi aku menyatakan bahwa musim gugur telah berakhir dan winter kedua ku akhirnya datang. seperti pagi ini, dengan asap yang keluar dari saluran pernapasan dikarenakan udara dingin 7 derajat celcius, ku mulai hari dengan meeting bersama dosen pembimbingku di Ito kampus. Selesai melakukan meeting akupun meneruskan perjalanan menuju Maidashi kampus yang jaraknya sekitar 1.5 jam menggunakan bus kampus. Untuk mengisi kekosongan di dalam perjalanan, mulailah aku menulis cerita yang ingin ku bagikan dengan kalian.

Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan nama dan hashtag #dillatheexplorer yang sering aku gunakan. Yap memang nama dilla the explorer terinspirasi dari dora the explorer dan tas ajaibnya. Namun kapan dan bagaimana nama ini aku pakai, apa perlu aku jelaskan?

Hal ini terjadi 250 hari yang lalu. Tepatnya di penghujung winter Maret 2014. Terjadi gempa kecil di fukuoka. Saat gempa terjadi aku sedang nginap di lab karena deadline paper untuk konferensi. Sebagai manusia yang sering menikmati dahsyatnya gempa Sumatra, saat itu aku sangat kaget dan shock, sewaktu masih di Indonesia, amat sulit bagiku untuk menaiki bangunan yang lebih dari 4 lantai, pikiranku selalu mencari pintu keluar apabila ada gempa.  Namun berbeda saat di jepang, mau tak mau aku harus menempati bangunan tinggi, karena lab ku terletak di lantai 8. Hal yang buatku berani untuk menempati bangunan tinggi di Jepang tepatnya fukuoka, karena fukuoka merupakan daerah yang jarang sekali mengalami gempa… gempa terakhir terjadi sekitar tahun 2005.

Saat menginap di lab, aku berkhayal kalau gempa terjadi malam ini ntah apa akan yang aku lakukan.. sedang asyik asyik berselancar di Internet, tiba tiba smartphoneku membunyikan alarm dan disertai text berbahasa jepang. Kemudian aku tersadar, benda benda disekitarku bergoyang. Aku yang punya trauma berat terhadap gempa, seketika amat sangat panik. Gempa tak terlalu ku rasakan karena badanku bergetar jauh lebih hebat dari gempa tersebut dan seluruh komponen otak ku mengalami short circuit,, aku lihat jendela,, tapi aku sadar bila ku loncat, dampak yang terjadi bakal lebih buruk. Gempa mungkin telah berhenti tapi aku segera berlari menuju luar gedung,,, apapun yang terjadi aku harus keluar gedung, karena seingatku setiap gempa acapkali punya susulannya,,, tak bisa berpikir jernih lagi mau terkurung di lift atau apapun,, akhirnya aku turun dari gedung dengan menggunakan lift. Lalu sampailah aku di luar gedung,, dengan nafas yang naik turun,, aku terduduk dengan tubuh penuh gemetar,,, saat itu sekitar jam 1 pagi. Ingat ya.. kondisi saat itu winter,, dan itu adalah musim winter pertama ku. Tak ada satupun manusia yang ku lihat keluar gedung,, ya karena itu jam 1 pagi..

eet dah liat kan bahasa jepang, mana kanji semua. konon katanya banyak yang ngelempar hp nya pas alarm ini bunyi.
eet dah liat kan bahasa jepang, mana kanji semua. konon katanya banyak yang ngelempar hp nya pas alarm ini bunyi.

Setelah tenang,, aku berniat kembali ke lab dan mengerjakan deadline,, dan baru kemudian ku tersadar,, aku mengalami masalah kedua!!!

Saat aku berlari meninggalkan gedung, aku lupa untuk membawa student ID card ku. Tidak membawa student id card berarti aku tidak akan bisa memasuki gedung. Karena system gedung di kampusku menggunakan system kunci otomatis yang mulai jam 7 malam semua pintu gerbang akan terkunci dan hanya bisa dibuka dengan student ID card.

Seingatku suhu waktu itu masih aman, 5 derajat celcius… aku putar otak bagaimana bisa aku kembali kedalam gedung mengingat pulang ke rumah adalah hal yang mustahil karena bus sudah tidak ada dan jarak rumah dan kampus berkisar 7 KM.. saat itu aku belum punya pengalaman jalan kaki sejauh itu.

Atas saran rekan rekan PPI fukuoka yang ku hubungi via whatsapp , aku pergi menuju pos satpam terdekat.. kemudian aku sadari aku mengalami masalah yang ke tiga… aku tidak bisa Bahasa jepang! Dan si satpam tak bisa berbahasa Inggris…

Seperti video berikut ini :

[komunikasi uba uba antara aku dan satpam jam 2 pagi, waktu fukuoka]

Dan hari itulah petualangan atas nama dilla the explorer dimulai,

Yihaa akhirnya tiba di kampus kedua (hakozaki)

Lanjut cerita?

Nah sebagai manusia ekstrovert yang kata orang punya comical expression di dunia nyata, terlampau banyak tragedy absurd yang menimpa diriku. Tapi menurutku itulah seni menikmati hidup, keceriaan akan membuat hidupmu lebih indah dibandingkan hanya diam dan memberi aura abu-abu pada lingkungan. Tapi kawan kadang kecerahan itu bisa saja memudar karena aura pekat abu-abu yang mendominasi dan menimpa hari hari manusia ekstrovert ini, tak percaya? Yuk ketemuan  ,, tapi traktir kopi latte ya!.

petualangan lainnya IMG_4016 IMG_4148 IMG_4724

Di Jepang, hal yang bisa meningkatkan dan menjaga semangat hidup ku adalah dengan berjalan kaki, bertualang ke tempat baru dan jauh dengan sepeda mini ku atau mendaki gunung. Setidaknya dengan memandang birunya langit atau ramainya kelam karena pendaran bintang, aku merasa tidak terlalu jauh dari kampung halamanku, Indonesia.

Berjalan membuatmu sadar bahwa banyak hal yang tidak kamu ketahui, mendaki gunung membuatmu mengetahui dirimu sendiri, mengenal batas mu, dan melepas dahagamu atas semua penat yang terisi dengan membaca paper paper dan paper.. bersepeda membuatmu sadar, tak akan ada kayuhan terakhir sebelum tujuanmu tercapai.. semua yang kita rangkum menjadi satu kata yaitu bergerak, membuat kita sadar bahwa terlalu banyak tabir hidup yang tersembunyi dan terlewatkan bila hanya terdiam dan berbaring di kasur.

(men, saat ini di bus sang supir sedang menghidupkan music klasik dengan latar wanita bersuara sopran.. aah sayhdu)

Emang belum seberapa petualangan yang ku jalani di Fukuoka ini, karena kebanyakan aku melakukan petualangan seorang diri… menggunakan “me time” dan merenung.

Tapi ternyata perjalanan juga lebih seru dan lebih menyenangkan ketika melakukannya bersama-sama. Setelah mengakhir perjalanan ke pantai Anegohama, seorang senior dalam bidang elektro yang sama sama sedang menempuh pendidikan di Jepang sepertiku menyarankan untuk melakukan petualangan pedakian gunung…dengan tujuan utama adalah gunung Fuji yama.

Menyadari Fujiyama adalah gunung tertinggi di Jepang dan mempunyai medan yang tidak mudah, membuat kami merencanakan petualangan penaklukan gunung-gunung di Fukuoka city. Agar tak sekedar menjadi wacana. Mulailah aku menjalankan misi penaklukan pertama dengan berbekal info internet dari majalah online Fukuoka Now. Aburayama, menjadi pos petualangan pertama. Kenapa? Karena ini adalah gunung tertinggi di kota Fukuoka dan hal yang utama adalah karena mendaki gunung di wilayah Fukuoka tidak akan menghabiskan biaya besar,, ya saya tidak suka jalan jalan dengan menggunakan biaya perjalanan yang besar karena saya bukan orang kaya,, kami,,,pelajar bimbo berkekuatan mimpi mengelilingi dunia mesti punya cara bagaimana caranya tetap jalan-jalan dengan biaya hampir mendekati nol.  Dalam petualangan pertama, aku menuju gunung tersebut dengan rekan rekan mahasiswa asing di Fukuoka..

Hiking, gunung tertinggi kota fukuoka
Hiking, gunung tertinggi kota fukuoka

[ini adalah salah satu foto petualangan ke aburayama] (cerita lengkapnya nanti)

terlahir untuk menggilai kamu, eh Teh
terlahir untuk menggilai kamu, eh Teh

Mendaki gunung membuatku sadar, bahwa termos merupakan penemuan manusia yang sangat awesome!

Petualangan selanjutnya,   bersama kumpulan warga Indonesia yang sedang berada di Fukuoka, kami mendaki gunung Kaya yama.. ( apa yang terjadi?? cerita lengkapnya nanti)

kaya yama, merupakan fujiyamanya itoshima, fukuoka
kaya yama, merupakan fujiyamanya itoshima, fukuoka

[salah satu foto petualangan ke kaya yama]

Akhirnya sampai di Maidashi kampus,, bye bye,,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s