kamu yang pernah muda

“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar “Terimalah dan hadapilah.”

“nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

tak asing dengan kalimat ini? iya ini adalah tulisan yang terdapat diari Soe Hok Gie atau biasa dipanggil GIE. sebelumnya aku menyangka itu adalah kalimat yang berasal dari pikiran beliau lalu kemudian dituangkan dalam buku catatannya. sehingga setelah mendengar lagi tulisan ini dari cuplikan film GIE yang dimainkan oleh Nicholaus Copernicus, eh Nikolas Saputra ingin rasanya melakukan protes,,karena bagiku terlahir di dunia merupakan takdir yang baik.  hal itupun diamininya dalam tulisan lainnya …

“Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: “dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.” Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda mati. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai ini. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita” -GIE-

namun ternyata kutipan kalimat itu merupakan kutipan dari filsuf yunani,,,  hoho gak jadi protes.

Soe Hok gie meninggal di puncak gunung Semeru pada tahun 1969. Hal ini serasa apa yang tercatat dalam catatan hariannya menjadi kenyataan, “bahagia mereka yang mati muda”.

lalu apa yang membuatnya berbeda?

menurutku beliau adalah pemuda kece… (bahasa anak muda sekarang)

sudahlah aktivis, Puitis, suka daki gunung, dan Nekad..

mungkin bahkan kamu yang gak suka dengan puisi, kamu bisa baca ini :

MANDALAWANGI – PANGRANGO

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Soe Hok Gie Jakarta 19-7-1966

ini adalah video Kick Andy yang membahas tentang soe hok gie

Lalu kenapa tulisan di blog ini berjudul “kamu yang pernah muda”? bila yang sering dibahas adalah tentang Gie.

karena menurutku keberanian dan kejujuran seorang GIE serta kata-katanya yang sampai detik ini terus menginspirasi pemuda Indonesia membuat kita patut bertanya, dapatkah kita melakukan hal yang kurang lebih sama.. mampukah kita turun melantangkan ” lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan?”

galau
kita begitu berbeda dalam semua.. kecuali dalam cinta [Gie]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s