persepsi

terbangun dari lelap layaknya seorang putri yang pulang setelah pagi datang, segera ku bergegas ke kampus. Bukan karena ada kelas, tetapi karena sudah berjanji untuk datang ketika matahari masih  di waktu sholat duha. Perpisahan menyedihkan kedua pada akhirnya harus ku alami juga. Sahabatku yang berasal dari swedia harus kembali ke negaranya karena masa studi di Jepang sudah habis. Tapi sama seperti rangga dalam film AADC (masih juga bahas ini), dia akan kembali pada satu purnama.

Organ yang jadi mikrokontroler
otak juga terdiri dari cortical region dan subcortical region

Berbekal keinginan untuk menyantap sarapan sembari memenuhi janji ke kampus, aku membayangkan bahwa temanku juga pergi ke kantin kampus. Karena sebelumnya telah kuberi tau bahwa sarapan di kampus sebelum jam 10 pagi harganya lebih murah, dan menunya menu kuli (alias banyak).

setelah sampai di Lab aku menyadari dua temanku telah menghilang, tebakanku mereka pergi ke Kantin, lalu dengan pedenya ku susul lah mereka karena udah yakin banget. Namun setelah sampai di kantin aku tidak menemukan mereka, kemudian datanglah panggilan melalui saluran elektromagnetik (singkatnya ada telpon gitu). kemudian barulah aku sadar, aku hanya mengikuti persepsiku yang salah. Setiba kembali di Lab, ternyata temanku bukan pergi ke kantin melainkan ke warung kampus (COOP).

anyway kenapa di tulisan ini aku membicarakan tentang persepsi? selain karena dipengaruhi dengan kejadian hari ini, kata ini bukan merupakan kalimat asing bagi mahasiswa neuroscience.

persepsi?

dari wikipedia bisa kita dapatkan pengertian persepsi adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan.[1] pencium yang memakai media molekul bau (aroma), dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif, tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian.[3]Persepsi bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Persepsi 

persepsi itu merupakan kata-kata yang paling sering digunakan dalam dunia neuroscience(??) kayaknya gak juga,,, tapi emang sih di kelas, waktu semester 1 kita ngebahas bukunya professor Jan Lauwereyns yang isinya memang seputar persepsi. anyway persepsi yang terjadi pada kita dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, *seperti yang aku contohkan sebelumnya mengenai keinginanku sarapan dikantin bareng teman teman.

perhatian pada sebuah kejadian, faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tersebut dan banyak lagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s