My story in Japan part -1 2015

Postingan pertama di tahun 2015 ini terjadi karena keenggananku untuk keluar rumah, hujan salju yang masih berlangsung sampai detik ini membuat kenangan di detik detik akhir 2014 menyenangkan. Akhir 2014 mirip sekali dengan akhir 2014, dimana di akhir 2014 aku disibukkan dengan skripsi yang baru mulai ku buat. Saat itu aku belajar program java for android pada tahap instalasi. Masih terbayang momen freak dimana aku benar benar duduk hanya untuk menyelesaikan program ku itu. Dan di  akhir 2014 kejadian itu terulang lagi.

Kejadian ini bermula pada tanggal 27 Desember 2014, saat itu adalah jadwalku untuk mengambil data di sheinan daigakuin, aku dan rekan se-grup ku (senior ku) mengukur aktifitas biologi baik itu otak, jantung dan aliran oksigen dalam darah dari anak mental retardation. Sekian lama tidak bertemu subjekku ini (4 bulan tidak bertemu) telah banyak perubahan dari dirinya. Usianya yang menginjak 13 tahun itu membuatnya semakin tinggi padahal Cuma gak ketemu 4 bulan. Hal ini membuatku cukup kesulitan untuk memasang elektroencepalograph di kepalanya tapi itu belum seberapa, sekarang suaranya sudah berubah… subjek ku itu beranjak dewasa ^_^, hal yang paling menyenangkan pun dia sudah mulai kalem. Saat aku akan memasang sensor accelerometer di tubuhnya dia menyodorkan tangannya. Tapi sedikit bingung kenapa saat dioleskan alcohol ke kepalanya dia sering bilang sakit… aku bingung itu acting atau tidak.

Setelah selesai pada tahap pre processing , aku pun beranjak ke tahap prosesing, kami perhatikan kegiatannya saat menggunakan alat – alat yang terpasang pada tubuhnya itu. Benar, dia tampak lebih kalem.

Penelitian hari itu berlangsung aman terkendali. Selesai melakukan  pengukuran, aku dapat kado dari si subjek ku itu, senangnya hati.

Sudah membayangkan rencana berlibur mendaki gunung hiko dan main ke rumah teman ku. Lamunan itu buyar begitu saja ketika pembimbingku memintaku untuk segera menganalisa data yang kami dapatkan.

Seminggu sebelum tanggal 27 aku menyadari ada yang salah dengan program analisa data yang ku buat. (aku menganalisa data biologis dari orang normal, rencananya untuk dijadikan baseline dalam penelitian ini). Menyadar aku membuat kesalahan, membuatku pusing sendiri, karena data tersebut telah aku tampilkan di zemi (zemi adakah istilah dari seminar, di Jepang untuk mengetahui perkembangan penelitian biasanya dilakukan zemi. Di lab ku zemi dilakukan seminggu sekali)

――――――――――――――――――――――――――――――――――――――――――

Apa pengen tau tentang zemi??? Oke oke oke oke ditulisan ini aku juga akan menceritakan tentang zemi yang aku tau,,, seperti yang ku sebutkan sebelumnya zemi artinya adalah seminar.. orang jepang menyebutnya sebagai zemi,,,(ゼミ) atau zeminaa(ゼミナール) seperti yang pernah ku sampaikan, system pasca sarjana di Jepang adalah based on research. Dimana setiap kamu sebelum diterima di universitas, sudah diterima lebih dahulu oleh pembimbing yang ada di lab tersebut. Jadi hidupmu akan dipenuhi dengan kegiatan lab. Ada kelas ataupun tidak ada kelas kamu harus tetap pergi ke lab. Jangan bayangkan lab itu isinya perkakas perkakas eksperimen, bagi kamu yang pernah jadi asisten lab atau at least anak teknik, pasti tau kan kalau di lab itu ada ruang eksperimen dan ruang untuk kumpul kumpul asisten lab. Nah itu dia,, lab yang dimaksud di sini adalah Common lab (tempat berkumpulnya semua mahasiswa dibawah bimbingan professor tersebut), eksperimen lab dan common lab dipisahkan di ruangan yang benar benar berbeda (bukan terbatas hanya sekat). Biasanya minimal seminggu sekali (yang aku tau) akan diadakan seminar,, (berkumpulnya semua mahasiswa dari lab  serta ada professor kita tersebut)(oh ya dalam satu lab selain terdiri dari mahasiswa ada professor associate prof assistant prof dan collaborate prof) untuk membicarakan perkembangan research yang telah dilakukan. (dalam satu lab tentunya banyak tema research yang berbeda beda. Misalnya bila kamu mahasiswa dari lab neuroinformatic dan neuroimaging, bakal ada mahasiswa yang membahas tentang artifact(noise dari data yang diambil), ada yang membahas tentang alat stimulasi (semisal tms, tdcs, DBS) ada yang membahas cara pengukuran aktifitas biologis tubuh, dll) untuk berbagi pikiran dan melihat kinerja, maka dilakukanlah zemi. (dah cukup ngerti kan?) (siap  dibantai?)

 

Kembali ke cerita awal, setelah mengambil data aku diminta prof ku untuk segera menganalisa data yang telah didapat dan diberikan padanya saat liburan usai….. huaaaaaaah

Itulah permulaan cerita bagaimana bisa aku menghabiskan waktu liburku dengan bertapa di lab.

aktifitasku ini mendidiku untuk menjadi mahasiswa kosan yang sebenarnya, terimakasih kepada penemu mi instan
aktifitasku ini mendidikku untuk menjadi mahasiswa kosan yang sebenarnya, terimakasih kepada penemu mi instan

Tapi di samping itu aku mendapatkan pelajaran berharga dari seniorku. Selesai mengambil data kami memutuskan untuk kembali ke lab. Ditengah perjalanan kami pergi ke sebuah restoran keluarga Jepang. Seperti biasa, masih banyak yang ngelirik aku yang berpenampilan berbeda dari masyarkat pada umumnya. Ntah karena terlalu beken atau dikira sedang kencan,, entahlah .. shiranai. Seniorku itu mengajarkanku bagaimana cara makan ala mereka. Tentunya dengan seperangkat sumpit dan berbagai macam mangkok yang memusingkan kepala. Dia berkata “orang jepang makan harus sampai habis, apalagi kalau makan nasi, gak boleh tersisa sedikitpun” terus aku menimpali, “orang lain bisa mikir kalau kamu lagi lapar banget” dia bilang “kami makan begini karena untuk mengenang jasa pahlawan yang berkorban saat perang, mereka sama sekali gak bisa makan nasi walaupun mereka ingin sekali. dan tau gak sih? kalau kamu makan sampe habis itu tandanya kamu menikmati makanannya. nah itu akan berdampak pada yang masak, masak akan sangat senang bila makanannya dihabiskan. selain itu yang cuci piring juga senang karena baka mudah dibersihkan. kami melakukan sesuatu memikirkan dampak ke orang lain juga. ribet emang cara pikir kami. kadang bagi orang asing hal yang sedikit penting itu berarti tidak penting, yang penting itu penting. beda dengan kami, bagi kami hal yang sedikit penting itu penting, sehingga kumpulan dari hal hal yang sedikit penting itu menjadi satu kesatuan menjadi kata sangat penting”

(hayo lu yang baca, nambah pusing kah? ) haha

 

liat komposisi piring makanan dll
liat komposisi piring makanan dll
paket komplet sarapan pagi makanan ala Jepang.
paket komplet sarapan pagi makanan ala Jepang.

 

ini bukan ramen, ini namanya Soba
ini bukan ramen, ini namanya Soba
versi lain dari soba
versi lain dari soba

lah lah lah salah fokus malah jadi foto foto makanan.. hohoho
cerita selesai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s