Cerita di atas sepeda penghujung musim dingin

Malam ini dibawah naungan hujan di musim dingin ku kayuhkan sepeda menuju apato tercinta. Tak kurasa dingin namun kusadari bahwa alam emang lebih dingin malam ini, karena panas tubuhku mengeluarkan asap di lingkungan sekitarku. Ada momen ketika ku kayuh sepedaku perihal sebuah mimpi. Ya mimpi adalah salah satu rahasia terbesar yang sampe saat ini belum terpecahkan oleh peneliti apalagi dari seorang pelajar pemula neuroscience ini. Emang benar, tidur telah diketahui memiliki beberapa tahap. Dimana satu siklus tidur biasanya menghabiskan waktu 90 menit. Satu siklus ini terdiri dari 5 tahap, dimana pada tahap pertama yang kita sebut non rem 1, dimana gelombang delta sudah redup dan gelombang alpha berpendar kemudian seterusnya hingga masuklah ke tahap rem. rem itu singkatan dari rapid eye movement. Penjelasan yang tidak jelas dariku ini tak perlu terlalu dipikirkan. Anggap saja sebagai sedikit nutrisi ketika ingin tidur namun mata belum
Juga lelah. Kita mengalami mimpi ketika sudah memasuki tahap tidur ke 3-4 (non rem).. Di saat itulah kita masuk ke dunia yang tak jelas ada dimana. Namun sebuah rahasia yang belum terpecahkan ini hendaklah disyukuri keadaannya. Suatu rezki dari Allah. Karena ketika mimpi indah tak menjadi nyata, setidaknya kita pernah merasakannya dalam mimpi. Pun bila mimpi buruk tak menjadi nyata, baiknyalah kita bersyukur bahwa itu cuma mimpi. Bila mimpi itu jadi nyata, hal buruk kah dia atau hal baik kah dia, tetaplah bersyukur, karena tanda telah diberi sebelum terjadi.”
****
Selang sebelum ku kayuh sepedaku dari kampus tercinta, aku menanti senior ku menyelesaikan tesisnya. Besok dia akan melakukan seminar terakhir untuk thesisnya. Dan kalimat kalimat kotorku yang usil akhirnya berbuah bumerang. Pada akhirnya dia membalas perbuatanku yang suka bercanda dengan kalimat kasar. Pesan moral. Kalimat kotor apapun alasannya suatu saat akan menjadi bumerang.

***
Kehidupan di Jepang semakin menyenangkan. Linear dengan semakin jatuh cintaku pada sebuah taman yang bernama ohori. Menyadari ketidaksempatan ku untuk menghadiri kelas belajar bahasa jepang, segenap teman teman lab ku mengajariku menggunakan bahasa jepang yang terlarang digunakan di depan sensei ( ̄▽ ̄). Hal ini menarik, karena ini membuat kami semua semakin hari semakin dekat. Hidup di Jepang ternyata tidak sesepi yang ku kira.
*****
Pelajaran terhebat minggu ini adlaah ketika terbukanya mataku bahwa otakku ini masih kosong. Aku baru menyadari orang orang dilab ku adalah mahasiswa mahasiswa terbaik di departmentku. Bodohnya aku tak pernah menyadari itu sebelum aku punya masalah dengan pR dari kelasku. Seorang junior yang terlihat biasa saja dan cendurung seperti otaku ternyata mahasiswa tercerdas , mahasiswa rangking 1 di department ku. Memang sih project yang dia lakukan project terberat .. BCI. Brain computer interface, dimana kamu bisa mengerjakan sesuatu tanpa perlu menggerakkan badanmu. Cukup menggunakan otakmu… Seperti tokoh oz di xman…
Pelajaran moral adalah.. Mahasiswa Jepang punya jiwa unik. Mereka sangat cerdas namun membumi. Terlihat biasa saja, namun memiliki efek ledak tinggi.
*****
Misi ke Kanada telah gagal…
Kadang mimpi adakalanya tertutupi awan tebal. Namun ini membuat aku menjadi realistis. Bahwa hidup terus berputar.

****
Sampai di apato, dengan badan basah, karena jas hujan yang tak mencapai kaki…
Menikmati teh hijau…
Dan berkata

Selamat malam dunia,
Mimpi semakin dekat untuk menjadi nyata.

Peace (⌒▽⌒)

Fukuoka, January 29, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s