Pejuang

Penghujung musim dingin. Minggu pertama Bulan kedua di tahun 2015. Kapalku goyah. Bila kamu membaca kisah perjuangan anak manusia yang memanggil dirinya sendiri sebagai dilla the explorer, maka terimasajalah isi tulisan ini. Apapun latar belakangmu membaca tulisan ini. Niatku sebagai penulis dan pembagi cerita adalah ingin membagi inspirasi dan pelajaran akan hidup seorang perempuan yang cuma punya tekad nekad semangat dan gak kenal istilah stylis modis apalagi sekseh 😀

Seperti kata seorang teman, “kamu terlalu banyak memikirkan sesuatu sehingga membuatnya jadi rumit”
Minggu ini adalah minggu yang berat untuk ku dan teman segrup penelitianku.
Dia (semoga saja) akan wisuda maret ini.
Project yang kami berdua lakukan adalah megaproject. Untuk ukuran manusia yang slenge’an seperti kami.
Megaproject seperti apa?
Dua anak manusia mencoba membuka tabir misteri dibalik hubungan antara neurological activity dan behavior activity dicampur dengan berbagai macam metode, dan berbagai macam jenis karakter manusia, seperti mental retardasi dan ya manusia “sehat” seperti kita ini.
Setiap diskusi, kami selalu heboh. Dengan perpaduan bahasa inggris yang pas pasan dan bahasa jepang yang pas pasan, acap kali membuat orang lain tersenyum ketika melihat gaya kami berdiskusi.
Hingga mungkin pernah secara tidak sadar aku berkata “i hate you” atau “i kill you” suatu kata yang suka aku lontarkan dengan teman sepermainanku. Noted! Teman segrupku ini adalah seniorku.
Suatu hari seniorku ini akhirnya membalaskan dendamnya, berkata “kono yaro” dan kemudian aku berkata “woy woy gue tau itu kalimat jelek.. Awas kalau ngomong tu lagi” terus seperti biasa dengan wajah selenge’ an dia, eh masa? Terus i hate you i kill you gimana? Kalimat bagus…
Siyyaal…
Hubungan kami berdua emang rumit.
Kehidupan bagai komik dan lebay bagaikan opera sabun Indonesia.
Untuk orang yang tak mengenalnya, mungkin melihatnya sebagai sosok pemalas dan banyak kawan..
Sebenarnya aku punya tambahan lain.. Dia juga brengsek..
Sebagai salah satu pemegang gelar ikkeman, wajar membuatnya punya karakter “play boy”
Tapi biasanya buah tidak jatuh jauh dari induknya.. Kouhainya (junior) itu gak jauh beda dengan dia. (Haha).

Aku melihatnya sebagai sosok pekerja keras. Mau mencoba. Namun suka gagal fokus. Baginya hubungan pertemanan jauh lebih penting daripada riset (pernah dibahas di tulisan sebelumnya dengan nama samaran). Ya bagus, namun dampaknya bila dia berbuat kesalahan aku juga akan terkena imbasnya. Kadang posisi kami terbalik.. Tapi ya emang sudah jauh jauhari juraganku berkata bahwa dalam project ini akulah leadernya.
Mungkin karena angkuh atau merasa sok pandai karena berpuluh paper telah terbaca, kadang aku merasa jauh lebih pintar dari dia.
Begitulah manusia. . Selalu mencoba untuk angkuh.
Pernah kami berdiskusi alot tentang waktu sampling dari data yang akan kami ambil. Setelah perdebatan panjang akhirnya aku berkata
“Dil setelah diskusi dengan senior a, dia menyarankan untuk memperpanjang waktu sampling kita karena untuk pengukuran hemodynamik ini perlu sampling lebih banyak dari pada pengukuran aktifitas listrik otak dan jantung”
“Ya mau gimana lagi, kamu punya paper pendukung? Kalau aku sih ada. Aku mempertahankan rentang waktu sampling segini karena senior kita terdahulu melakukan ini. Kalau salah. Ya kita kan punya pegangan”
“kamu lakukan apa yang kamu yakini aku lakukan apa yang aku yakini. Karena bila aku salah, aku masih punya waktu setahun lagi untuk memperbaikinya dan berbeda denganmu”

Pada akhirnya dia tetap mengikuti ku.
Thesis baik itu tesis sarjana atau tesis master ataupun disertasi, tetap aja membuat stress. Itu normal.

Bayangkan, 2 hari sebelum seminar master thesis, dia malah terkapar karena mencoba menghilangkan stress semalaman. Padahal analisa datanya belum selesai.

Di hari H seminar. Sebagai rekan segrup aku sudah dag dig dug..
Saat giliran dia datang, seminar ditunda hingga minggu depan.. Aaah akhirnya bisa bernapas. Karena sebagai orang yang masih berpikiran normal.. Sungguh gila untuk menyelesaikan thesis hanya dalam 2 malam…

Setelah seminggu akhirnya harinya beneran tiba.
Hasil yang dia kerjakan dikritik habis habisan.. Termasuk tentang sampling waktu. Sebagai teman segrup.. Aku merasa sedih.. Karena dia pada hari itu belum bisa dinyatakan lulus. Bagiku, ini termasuk ulahku atas apa yang terjadi padanya hari ini. Salah satu buah kengototan ku, hinga berbuah profesorku ingin berdiskusi denganku tentang riset kami setelahnya.

Sedih. Hancur. Terdiam.
Aku sangat merasa bersalah.
Senior ku yang lain mendatangiku, mempertanyakan mengapa kami mengambil sampling waktu sangat sedikit. Dan seperti tulisan diatas. Aku berlandaskan pada pendahulu. Dan dia berkata “apapun itu, kamu harus ada alasan ilmiahnya kenapa hanya segitu”
Aku terdiam..
Di sisilain orang orang menyelamatiku karena telah terpilih sebagai penerima award mahasiswa IEEE teladan wilayah fukuoka.
Namun aku hanya terdiam. Tak ada pantas pantasnya aku mendapatkan award itu bila dibandingkan dengan perjuangan sampai hari ini. Produktifitas yang menurun drastis. Jurnal yang tak kunjung selesai, gagalnya ke kanada karena artikel yang tidak selesai. Membuatku mencabut satu kertas mimpiku. Dan meminta izin untuk pulang ke Indonesia sejenak…

dream wall
dream wall

Melihatku murung.. Berkatalah sahabatku
“Kamu.. Aku pikir kamu adalah pejuang.. Karena kamu bilang kamu adalah petualang, tapi kalau kamu begini. Gak ada pantasnya kamu mengatakan kamu adalah petualang. Lihat. Semuanya akan baik baik saja. Hari ini kamu melakukan kesalahan.. Bagus kamu mengetahuinya hari ini daripada nanti. Setelah kamu ada diposisi persis dengan apa yang terjadi dengan seniormy saat ini. Jangan begini, ini adalah pelajaran untuk kedepan.. Agar kamu berkembang”

Lalu aku menimpali.
“Aku lagi sedih ya sedih namanya juga manusia”

Hingga tibalah waktu diskusi dengan profesorku.
P : “seperti yang kamu liat, hari ini hasil teman segrup mu tidak bagus”
Aku: ” maafkan, itu karena kesalahanku yang ngotot memberi saran padanya untuk mengikuti senior terdahulu”
P: “subjek senior terdahulu dengan subjek yang kalian bahas saat ini berbeda. Engkau juga tau kan bahwa anak mental retardasi sangat aktif, hingga pengukuran padanya akan sangat sulit. Oleh karena itu waktu sampling nya singkat.”
Aku: ” maafkan aku. Hari ini telah membuka mataku”
P: “kamu tidak
Perlu minta maaf, bukan kesalahanmu. Belajarlah lebih keras lagi .”
Aku: “fiuuuh.. Oke oke..”
P: “deadline conference selanjutnya semakin dekat, sebulan lagi. Artikel yang kamu tulis punya potensi untuk dipublish. Berjuanglah lagi”
Aku: ( tentu saja aku senang)
P: “tapi.. Bila kamu lolos konferens ini, kamu tidak saya izinkan pulang. Untuk persiapanmu”
Aku: “terimakasih prof. Bila engkau tanya hatiku..”
P: “ha? Nanya hati? Maksudnya gomana?
Aku: “yaelah itu bahasa ala dilla prof.. Banyak makna.. Maklum anak muda”
P: “tanya hati.. Saya tidak mengerti”
Aku: “maksudnya ya saya sebenarnya masih belum merasa ini waktu yang pas untuk kembali pulang ke Indonesia”
P: “ya tapi kamu juga mesti ketemu orangtuamu, mereka pasti rindu. Mumpung mereka masih ada”
Aku: ” ah prof sama aja dengan yang lain, ngomongnya gitu. Bikin sedih”
P:”haha dasar anak kecil, semangat kamu harus banyak menghasilkan karya, belajar belajar dan belajar”
Aku: ” ya ya oke oke”

Kesalahan diperbuat untuk membuat manusia belajar menjadi lebih baik. Selama masa tenggang masih ada pertanda harapan tak boleh pupus.
Bahkan bila kamu merasa kegagalan benar didepan mata, lakukan yang terbaik yang kamu bisa..

Dan itulah yang ditunjukkan oleh seniorku. Ketika ku meminta maaf dia berkata “ngapain minta maaf, bukan salahmu kok. Nih aku lagi analisa data lagi. Masih ada deadline seminggu untuk perbaikan”

-dan kisah 2015 benar benar dimulai-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s