untuk kamu yang aku banggakan

Just got it. Heran kenapa dengar tentang Indonesia dari orang Indonesia yang sedang di Indonesia kebanyakan isinya negatif. Rasa rasanya tidak semua rakyat Indonesia adalah pemerintah. Rasa-rasanya masih banyak kisah inspiratif yang bisa diangkat untuk jadi motivasi hidup sehari – hari. Bila sibuk melaknat sibuk mencaci sibuk memaki, bukan kah kata- kata negatif ataupun cara pikir negatif bisa meracuni pikiran orang lain? Terlebih pemikiran sendiri.
Kemudian bila dikemudian hari menyadari yang dicaci tidak sehina yang mencaci barulah malu diri.
Ya saya juga pernah tinggal di Indonesia, mengomel sama pemerintah, mencaci, bahkan semua keputusan yang diangkat tak pernah saya acuhkan. Dulu ketika sby jadi presiden, lebih sering saya melihat boroknya, daripada bagusnya. Mungkin saat itu karena saya menginginkan JK yang jadi presiden. Media massa online pun banyak mengangkat hal hal negatif beliau.
Namun ketika beliau telah turun, barulah terasa bahwa banyak hal positif yang telah beliau lakukan, yang sayangnya tertutupi oleh pemberitaan buruk.

Woy kita masih hijau, bila telanjur stick dengan satu pemahaman politik atau satu partai politik tanpa pernah bertabayyun (mencari tau kebenaran). Aduhai sayang sekali. Berusan tentang politik untuk yang gak tau politik yang terlihat adalah busuk.. Kecuali kalau pasanganmu adalah anak politik.. Tentu gak kan busuk.. Dah pake parfum gitu…

Kadang saya mikir. Mengingat masa lalu. Bukan anak fisipol, bukan anak hukum, tau tentang teknik masih dikit. Punya prestasi kagak… Pernah buat Indonesia bangga aja belum, dah berani mencaci maki.

Sedangkan sang pembuat mobil listrik saja terus berkreasi mesipun berbagai gempuran politik kadang mengganggu karena pemerintah memang mempunyai peraturan dan kebijakan tapi pemerintah tidak punya kekuatan untuk membatasi mimpi anak manusia.

Bukan berarti ingin apatis terhadap sistem pemerintahan kita. Tapi, tanyakan dulu pada diri.. Kita telah berbuat apa? Apa solusi yang kita punya? Apa mencaci termasuk solusi? Kalau kamu mahasiswa, Bagaimana skripsi kita? Bagaimana kuliah kita, lah kuliah aja masih dibayarin orang tua, beraninya malas malasan pergi kuliah ataupun berleha leha ngerjain skripsi. Woy.. Tunjukkin tanggung jawabmu terhadap dirimu. Dan bila kamu mendapat beasiswa, woy! Bebanmu makin berat, karena yang kamu gunakan adalah uang rakyat. Selain mencaci pemerintah… Jangan lupa untuk membuktikan bahwa kamu punya solusi, ya minimal kuliah seoptimal mungkin. Dan menghasilkan karya yang baik.

Woy!! Karena adek adek kita sebagian besar terinspirasi dari kakak kakaknya.. Maka… Bukankah lebih baik mencari solusi daripada mencari masalah??

Perluas pandangan, beli koran atau majalah internasional. Bandingkan. Kalau gak punya uang, pinjam ke perpustakaan… Karena sesuatu yang berwujud pertanggung jawabannya lebih besar daripada hal yang hanya imajinasi alias maya bukan?
Sama misalnya kamu menyebarkan suatu teori yang didasarkan dari berita online yang ditulis oleh anonim.. Kemudian berkoar koar seolah menjadi pakar. Padahal pijakan yang kamu pijak sangatlah rapuh. Hal itu tentu akan Beda halnya bila kamu mengutip sesuatu dari jurnal berbayar, berakreditasi bagus lalu mencoba membandingkan satu jurnal ke jurnal lainnya. Karena jurnal yang berakreditasi bagus tentu untuk lulus saja perlu crosscheck yang matang dari pihak penerbit, kalau pun ada insiden bukti palsu seperti kasus populer di tahun 2014 mengenai STAP cell oleh obokata, akan langsung diklarifikasi kebenarannya..

Begitu juga kehidupan, bila sumber pijakannya gak jelas, ikut ikutan orang lain. Ikutan tren padahal yang diikuti hanya mengikuti emosi nya saja, ya yang jelek jelek aja kemungkinan akan muncul. padahal ada panduan yang dikasih langsung Allah berupa al-quran yang kadang terlupa untuk di sentuh. Sebuah kitab yang terakreditasi sempurna, dan tak perlu diragukan kualitasnya.

Dari orang cerewet dengan nama zennifa untuk kamu, yang saya banggakan.

Awal hari di bulan april 2015, Fukuoka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s