Hayati Lelah !

“Dilla kenapa hidup ini begitu keras?” Tanya wanita cantik itu padaku,

“Bila hidup begitu mudah dan datar-datar saja, lalu apa gunanya hidup? Bukankah ini yang buat hidup menjadi menarik?” jawabku.

“ah aku gak suka hidup seperti ini, aku mau datar – datar saja, mau mulus mulus aja. Aku tipe orang yang suka duduk di zona nyaman.” Timpalnya.

Dalam hal ini, hanya senyum yang dapat kuberikan.

Jika pola pikir berbeda, apa gunanya melanjutkan pembicaraan?

Setiap hal punya cara masing masing untuk terus bertahan di atas bumi ini, egois sekali bila kita memaksa orang lain mengikuti jalan berpikir kita.

****

Ada beberapa bagian dari organ yang kita sebut otak ini, Hindbrain, Midbrain, Forebrain. Berjuta juta syaraf saling berhubungan satu sama lain. Lalu mari panggil si Forebrain, yang pada manusia menjadikan cerebrum termasuk kedalamnya. Lalu tengok-tengoklah lagi ke dalam si cereberum. Ada si Frontal Lobe, Parietal Lobe, Temporal Lobe dan Occipital lobe.

nyolong gambar dari web ini http://www.headsmatter.com/the-brain/some-facts-about-the-brain/
nyolong gambar dari web ini
http://www.headsmatter.com/the-brain/some-facts-about-the-brain/

Gossip-gosipnya si Einstein punya bagian frontal lobe yang besar. Terus kenapa?

Ya gak kenapa kenapa sih, karena Cuma pengen kasih tau saja kalau frontal lobe saya pasti jauh lebih kecil daripunya Einstein.

Kenapa sih malah bahas bahas frontal lobe? seperti yang disebutkan di gambar sebelumnya, bagian frontal lobe ini punya banyak fungsi diantara lain  untuk perencanaan, berpikir, pengambilan keputusan dan mood…(cenderung ke prefrontal cortex, jidat) . apa yang terjadi bila frontal cortex area mengalami kerusakan atau bahkan hilang karena dibuang (itu hilang gak sih?). yang terjadi adalah kamu akan mengalami kerusakan memori, susah fokus atau bila itu terjadi dengan orang yang kamu kenal, maka orang yang kamu kenal itu akan menjadi orang yang tidak kamu kenal. dia hidup tapi tak hidup lagi. ya seperti kasus fenomenal dari seorang yang bernama Phineas Gage. emang kenapa si Phineas Gage? jadi si phineas gage ini mendapatt tanggung jawab untuk peledakan batu, untuk buat jalur rel baru di daerah Rutland & Burling­ton Railroad. lagi asik asik kerja, dan mungkin terjadi kecerobohan, besi terbang dari tempat ledakan itu nancap ke kepalanya dari dagu  tembus sampai ke otak. ya kayak yang di gambar itu. luar biasanya,beberapa  setelah kejadian itu dia masih sadarkan diri dan ngomong beberapa menit. singkat cerita sih dia tetap hidup walaupun separuh jiwanya (eeaa) hilang. tapi,,,,,, dia jadi berubah,,, sangat berubah,,, bukan kaya power ranger.. tapi sikapnya berubah, sebelumnya om gage ini orang yang santun lembut dan baik hati.. lalu berubah jadi orang dengan satu kata : brengsek.

om ini namanya Phineas Gage *gambar ini dicolong dari web ibi http://www.scilogs.com/psychophilosophy/adam-lanza-or-the-genes-of-a-mass-murderer/
om ini namanya Phineas Gage
*gambar ini dicolong dari web ibi http://www.scilogs.com/psychophilosophy/adam-lanza-or-the-genes-of-a-mass-murderer/

****

Pagi ini telah sampai di Maidashi kampus yang berjarak 1 jam dari Ito campus (tulisan ini dibuat pada 13 mei 2015), baru duduk sejenak  muncullah panggilan dari nomor yang tak dikenal. seperti biasa “moshi moshi (Halo)” kemudian menyerah… “ano sumimasen, eigo daijobu desuka? (eer, sorry, ngomong pake bahasa inggris aja gimana?”)dijawab sambil cengengesan #shameonme.. ternyata saya disuruh segera datang ke Ito kampus untuk urusin beberapa berkas untuk masa depan. Hayati Lelah bang! (lebai).

karena semua sistem pake bahasa Jepang dan saya gak bisa baca hatimu  kanji maka orang orang kantor pada bantuin isi formulir dan kelengkapan.

ini nih yang bikin sibuk orang orang di kantor,, ngerubah angka 0 ke 1 #doainyacoy
ini nih yang bikin sibuk orang orang di kantor,, ngerubah angka 0 ke 1
#doainyacoy

moral cerita dari kejadian ini adalah, betapa sekolah di Jepang sangat mendukung dan mempermudah mahasiswanya dalam berkarya. kalau ini kejadian di Indonesia.. boro boro,,  dulu aja minta tanda tangan seorang petinggi waktu mau lanjut kuliah, susahnya minta ampun.

***********************************************

Setelah curhat gak jelas, sampe sempat sempatnya pake kalimat Hayati Lelah, balik lagi ke urusan riset yang selalu bikin penasaran, bikin gak bisa tidur nyenyak, kemana mana selalu kepikiran,, ya kayak orang jatuh cinta gitu,, emang sih jatuh cinta ama riset,, haha,,

terus kenapa gambar selanjurnya adalah gambar rongga dikepala?

IMG_8090[1]
gambar dicolong dari web ini http://legacy.owensboro.kctcs.edu/gcaplan/anat/Notes/API%20Notes%20A%20%20Language%20of%20Anatomy.htm
karena dalam penelitian yang menggunakan si Kecil  wireless NIRS nan harganya 2 jutaan yen itu, saya minta si peserta untuk memejamkan mata supaya bisa saya jadikan baseline. Tapi ini bukan EEG bro,, ini NIRS,,, bukan sinyal alpha yang akan muncul bila memejamkan mata, yang ada adalah noise dari pergerakan kedipan mata dan dari aliran darah yang mengalir di daerah orbital cavities (rongga bola mata : (artian versi dilla theexplorer). pada ngerti gak ? yaudah lupakan…

***********

masih ingat gak ama si frontal lobe? kalau lupa, scroll lagi ke atas.. selain frontal lobe digambar awal saya juga nyebutin bagian temporal lobe kan.. kalau bagian frontal lobe lebih ke bagian untuk pengambilan keputusan dll, daerah temporal lobe ini jadi bagian penting untuk gerakan, mendengarkan, berbicara, menulis dll.

Jadi kenapa bahas si temporal lobe? karena ketika pergi karaokean dan menyadari bahwa nada yang ada dan suara saya tidak sejalan, membuat saya kepikiran tentang penyakit yang bernama amusia,,hmm amusia adalah tidak dapat membedakan antara nada musik yang berbeda, dan beberapa juga mengalami kesulitan membedakan antara pola berirama yang berbeda.

bagian temporal lobe ini juga jadi bagian yang sering digunakan para neurologist untuk mendeteksi epilepsi.

bagian otak
sepertinya mesti insyaf karaoke

ini buat saya ingat ama suatu language disorder aphasia (aphasia: bukan siapa!! haha aphasia adalah language disorder yang buat kemampuan bicara, dan memahami arti pembicaraan juga kemampuan baca tuls jadi rusak). penderita aphasia jadi gak ngerti lu pada ngomong apa,,, tapi tapi penderita aphasia bisa jadi Human lie detector walaupun dia gak ngerti lu ngomong apa, tapi dia bisa mendeteksi perbedaan pitch suara,, kalau dari film perception yang saya yakin beberapa ceritanya terinspirasi dari bukunya si Oliver Sacks, si penderita aphasia bakal ketawa kalau dengar orang bohong,, karena bagi mereka ini terdengar suara yang lucu,, stop,, jangan terlalu percaya juga karena artikel ilmiahnya saya belum baca,, (tapi oliver sacks kan buat buku semi ilmiah yang didasarkan dari pengalamannya jadi dokter syaraf… uuun wakaranai).  

bagian si broca dan wernicke, yang punya hubungan dengan kemampuan berbicara dan menulis diambil dari http://www-rohan.sdsu.edu/~gawron/intro/course_core/lectures/aphasia_cases_slides.html
bagian si broca dan wernicke, yang punya hubungan dengan kemampuan berbicara dan menulis
diambil dari http://www-rohan.sdsu.edu/~gawron/intro/course_core/lectures/aphasia_cases_slides.html

terus kenapa bawa bawa gambar si wenicke dan broca? karena di daerah ini yang juga masuk bagian temporal lobe (sorry broca’s area ada di frontal lobe hehe), tempa kontrol bahasa baca dan tulis berada.

*****

terus ya selingin pake curhat lagi, februari yang lalu merupakan bulan yang paling berat. Ampe pake niat untuk kabur sejenak ke Indonesia,, tapi tapi.. Mana yang egois, ketika semua orang berkata “ganbatte (semangat)” lalu kamu menyerah dibandingkan dengan orang yang tetap tak berhenti walaupun sekeliling berkata “yamete! Wasurete kudasai! (hentikan! Lupakanlah!)

jawabannya,,,

jangan menyerah ama apapun selama kesempatan masih ada,,,walaupun keciiil banget

terakhir, baca deh buku ini,, keren,,

The man Who mistook his wife for a hat.
The man Who mistook his wife for a hat.
“pria yang mengira istrinya karena sebuah topi”

udah ya,, hayati lelah… 😀 (hayati= tokoh wanita utama di tenggelamnya kapal vanderwick)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s