Kisah novel able, osaka

Seorang bapak berkewarganegaraan sama dengan amitabacchan (kelahiran angkatan 97 mungkin gak tau :D), datang ke kedutaan besar negara asal Juventus dengan tujuan mengurus visa, dari awal datang sudah memancarkan mood tidak bagus. Ternyata hal buruk memang akhirnya terjadi. Visanya hampir saja ditolak. Nada bicaranya tinggi pada petugas, dan beliau memamerkan harta kekayaannya. Beliau berkata dalam bahasa Jepang, “saya bahkan punya asurasi dengan nilai sebesar 100 mang, saya sudah 10 kali bolak balik ke eropa. Teman wanita saya ini (yep dia ke eropa bareng ceweknya) sudah berkali -kali ke eropa.” Akhirnya si petugas meminta bapak tersebut menunggu. Kemudian sembari menunggu si bapak berulang kali berkata yang berarti “taik!!” Berkali kali.
Seorang gadis lugu yang juga berada di ruangan tersebut tampak tidak mengerti apa apa hanya diam.
Kemudian si gadis lugu dipanggil.
Petugas : “mau ngapain ke sana? Jalan jalan?”
Si lugu: “bisnis”
Petugas : dengan tampang kaget
Si lugu : ketawa dalam hati
Petugas: “bisnis apa?”
Si lugu: “saya di undang untuk jadi pembicara tentang penelitian.”
Petugas: mengecek buku tabungan sj lugu, kemudian kaget lagi. “Ada buku tabungan yang lain?”
Si lugu : “tidak ada”
Jelas kondisi keuangan antara si lugu dan bapak amitabacchan jauh berbeda.
Petugas : “tunggu sebentar”
Kemudian nama si amitabacchan di panggil lagi.
Petugas: dokumen yang anda kasih, bukan ini yang kami minta.
Amitabachan: kenapa kalian terlau menaati peraturan sih?
Kemudian mereka berdebat
Petugas : pak, ini adalah peraturan bila anda tidak hendak menurutinha kami tak dapat mengabulkan permohonan visa anda
Si bapak akhirnya manut.
Kemudian nama si gadis lugu dipanggil.
Petugas : “dokumen anda lengkap, anda akan terima passport anda sekitar 10 hari lagi”
Kemudian si lugu keluar ruangan😎😎😎
Moral cerita?
1. Kerja di kedubes itu tidak gampang, dibutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai macam karakter manusia di sana.
2. Peraturan tetaplah peraturan, kalau salah jangan ngotot benar,
3. Bila kamu menjalani sesuatu dimulai dengan amarah maka itu dapat berdampak pada apa yang akan terjadi selanjutnya.
Abangku pernah berpesan “sesuatu yang berawal tidak baik akan berakhir dengan tidak baik”
*************

Seorang wanita dengan rupa amat sangat cantik menghampiri dan bertanya,
Apakah engkau seorang muslim?
Perkenal kan, namaku berarti galaksi,
Sekarang aku sedang hamil anak pertama di tahap bulan pertamaku, dan ini adalah bulan pertamaku pula berada di Jepang, engkau adalah teman pertamaku. Ku harap anak ku ini nanti merupakan laki laki, dan akan ku beri nama sami dalam bahasa urdu, yang berarti orang yang mengerjakan puasa ramadhan.

Oh ya? Perkenalkan, namaku berarti primary, -keutamaan atau sebut saja prioritas.

Kemudian galaksi menyodorkan cincinnya pada primary, lalu dengan halus primary menolak.
Galaksi berkata, kita teman, maka terimalah.
Primary berkata, maaf tak bisa. Aku merasa tak pantas menerimanya,
Dan lihatlah, aku tak mengenakan aksesori barang satupun.

Kemudian galaksi memberikan gelang.
Lalu primary menggeleng.

Oh ya bila engkau jenuh , perpustakaan kota amat saya rekomendasikan untuk dikunjungi. Di sana ada buku berbahsa inggris atau bahkan bahasa urdu

Oh ya? Tapi menurutku masjid ini tempat paling sesuai untukku, ibu hamil sepertiku,

Kisah nyata yang novel able banget.
_osaka, 2015,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s