berbagai kegagalan membuatku semakin ingin menjadinya

Warning! tulisan ini terdeteksi ditulis dalam keadaan

galau akut

Musim gugur ke tiga di negeri matahari terbit, masih ingatkah kau kawan di bulan ini pertama kalinya aku menginjakkan negeri Jepang, negara yang tak pernah ku sangka akan menjadi stasiun berikutnya dalam mengejar mimpiku namun selalu ada di bayang – bayang mata,

ya karena saat itu mimpiku cuma satu, ke Austria,

mengapa? karena aku tidak punya satupun keluarga yang berada di austria ataupun pernah hidup dan tinggal di Austria. Selain itu karena Jerman dan Jepang sudah terlalu mainstream! dua negara itu tidak akan jadi targetku. di blog ini telah berbagai macam tulisan keinginanku untuk ke Austria di publish,,contohnya ini dan ini 

Namun yang maha pecipta punya cerita yang lebih sempurna… bulan ini 2 tahun yang lalu, terbanglah diri ini sendirian ke Jepang..

ya, begitulah adanya,,,, hinggap di Jepang, bukan di Austria,.. pun ketika diri ini ingin sekali pergi ke Canada, ternyata Tuhan mengalihkannya ke Chicago, Amerika. lalu bagaimana dengan Austria? tetap terjaga dikepala,,,, aku pun tak pernah bermimpi, bukan di Austria langkah kaki pertama ku menginjakkan kaki di Eropa, melainkan Belanda ya walaupun cuma numpang lewat dan terhenti di stasiun Italia.

sambil menikmati Earl Grey tea terakhir yang ku beli di Italia, tulisan di blog ini diketik. oh ya tentu saja ini semua dilakukan setelah selesai masak ebi tempura, kerupuk , kentang goreng, dan sayur kangkung.

keragu-raguan akan membuat kacamata kita menjadi berembun sehingga pandangan menjadi bias. Bila pandangan kabur, tentu saja langkah menjadi timpang hingga ambruk. hingga akhirnya dipapah oleh para sahabat (kalau ada) dan di tampar-tampar bila pingsan supaya sadar.

dan kesalahan itu terjadi pada penulis.

3 musim gugur ternyata mampu membuat titik fokus membesar dan melebar sehingga tidak cocok untuk dipanggil sebagai titik fokus, melainkan lensa datar.

mungkin karena terlalu yakin dengan pencapaian-pencapaia yang terjadi di 3 musim gugur ini membuat diri lupa untuk tetap memegang kendali mimpi.

ya satu mimpi telah tercapai, mimpi hidup di luar negeri menikmati petualngan sendirian akhirnya terjadi. lalu mau apa??

itu yang membuat diri menjadi loyo… telah tercapai sesuatu lalu berpuas diri kemudian bingung hendak apa. sama seperti pertanyaan mama dan seorang teman ketika diri ini menyatakan diri untuk menjadi astronom… mereka berkata “setelah jadi astronom, mau apa?”

untuk apa?

pertanyaan membunuh untuk orang yang telah memenuhi satu target tapi tidak memiliki tujuan akhir.

Acapkali ketika ditanyakan orang-orang sekitar, kalau lulus PhD nanti mau ngapain?

selalu aku jawab, bakal jadi istri orang,,, hahahahahaha.

tapi hidup rupanya tidak sesederhana itu, Jangankan untuk menjadi istri orang, untuk jadi PhD saja hingga beberapa hari yang lalu hati masih terbolak balik.

Bagaikan cahaya yang terpantul di bidang kasar, hasilnya membaur dan menyebar tak beraturan.

namun ketika kegagalan menyerang keduanya, yap gagal untuk bertekad menjadi istri orang karena memang tidak ada yang datang,,, hingga diri ini memutuskan untuk tidak lagi memikirkan hal ini, ya mungkin pada akhirnya memang takdir bila seluruh teman teman angkatan telah beranak cucu dan saya malah jadi dosen dari anak anak mereka dan menikah dengan research saja. kenapa? daripada merutuk diri kenapa diri tidak manis dan secantik teman-teman siapapun itu lebih baik diri menerima kenyataan bahwa memang beginilah aku diciptakan. lagian seseorang berkata “semoga nanti akan ada yang menerima kamu apa adanya, tetaplah jadi diri sendiri” sudah merupakan keyword bahwa kadang kita ingin mencapai frekuensi tertentu namun karena daya yang kurang tetap saja membuat frekuensi tidak menyatu.

“untuk apa mengharapkan orang yang tidak mengharapkan kita, cuma buang buang waktu dil” -Teman-

dan kedua, gagal mendapatkan beasiswa yang saat itu sudah saya pikir akan gagal karena bias dan tidak fokusnya research plan. membuat aku semakin ingin mengejar mimpi menjadi seorang scientist. ibarat sedang ditampar-tampar oleh sahabat agar bangun dan tersadar bahwa aku harus sadar! sadar bahwa mungkin diri ini bukan termasuk orang yang pantas dipertahankan, namun aku tahu apa yang harus ku pertahankan,

ya mimpi itu ada bukan untuk dilepas, dipertahankan dikepala dan dikejar dalam bentuk nyata.

maka tujuanku telah bulat untuk menjadi seorang scientist.

mengabdikan diri untuk masyarakat, mengesampingkan ego pribadi.

PhD 2019, mesti didapatkan..

dan peperangan terhadap kegagalan harus dimenangkan

Autumn, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s