Filosofi makan

Rasulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.

Sepertinya aku mulai mengerti hakikat makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang (aku tidak mengatakan ini kutipan hadist lo! karena hadist yang menyatakan :

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang

adalah dhoif.

Dengan kemampuan kita mengontrol apa yang layak dan yang hendak kita makan, menunjukkan benar bahwa kita mampu mengusai diri. karena pada hakikatnya kita hidup bukan untuk makan, tapi makan untuk hidup.
Ternyata makan secukupnya itu yang lebih dibutuhkan badan kita bukan makan berlebihan dan apa yang kita mau.

Seperti ditulisan sebelumnya, saya berkata bahwa saya mencoba menjadi vegetarian, (walaupun belum sepenuhnya). Awal-awalnya saya takut gak mampu, toh ketika di Indonesia, saya ini karnivora sejati. anak sumatra yang slalu makan daging dan jarang sekali makan sayur.

kepulangan terakhir ke Indonesia dan melihat tubuh ibuku yang berubah drastis akibat diet karbo karena mencegah terjadinya diabetes membuatku sadar, kalau ibuku bisa sekuat tenaga memakan hal yang dia sukai, kenapa saya sebagai pecahan gennya tidak bisa?

Bagaimana awalnya? masih ingat kejadian saya makan telur 6 butir dan kesokan harinya saya menyangka saya terkena kanker,, itulah awal mulanya. selain itu saya sadar betul sebagai orang yang gak bisa makan kambing, dan susah mendapatkan ayam halal mungkin alangkah baiknya memperbarui pola hidup yang selama ini aut-autan.

ada cerita menarik dibalik kejadian kambing. Sebelum-sebelumnya saya tidak terlalu menyadari akan terjadi perubahan pada tubuh saya ketika memakan kambing, saya pikir itu wajar. badan saya menjadi panas, emosi saya menjadi meledak – ledak. Akhirnya saya menyadari betul setelah kejadian hanami 2015, setelah kalap memakan daging kambing dan acara selesai. Mendadak saya menjadi murung, nangis sejadi-jadinya dan merobek buku catatan harian yang saya punya. kejadian pun berulang ketika welcome party tahun ini…

dan saya tetap bandel…

 

munkin protein hewani, dan daging – dagingan sudah terlalu banyak kadarnya dibadan saya, sehingga diumur 24 ini mereka menjadi muak..

 

mungkin sudah hampir 3 minggu saya menjadi semi vegetarian. Kenapa tidak pernah menjadi 100 persen? karena seorang teman saya yang mantan vegetarian berkata, bahwa filosofi pada vegetarian bukanlah sekedar tidak memakan daging-dagingan, melainkan mensyukuri dan berterimakasih atas apa yang orang lain berikan.  Terdapat suatu pepatah di Au lac. Mereka mengatakan bahwa vegetarian di dalam hati adalah yang terbaik. Kenapa mereka mengatakannya demikian? Hal ini disebabkan karena perbuatan, ucapan dan pikiran kita haruslah bersamaan, serasi, kita bukan saja hanya memakan vegetarian. Itu hanyalah perbuatan saja. Kemudian ketika kita berbicara, kita berbicara seperti memiliki gunting atau sebuah batu dan memotong di mana-mana, itu bukanlah pembicaraan vegetarian.

Banyak orang yang tersaru dengan kata vegetarian yang dikira berasal dari kata vegetable (sayur-sayuran). Sebenarnya vegetarian itu berasal dari bahasa latin “ Vegetus ” yang berarti “aktif / yang hidup / teguh / bergairah/ kuat.”

Makanya bila makan dirumah orang, apapun yang ditawarkan, asal itu halal,, saya akan memakan dengan kalap.

Hewan saat masih hidup punya kemampuan mengeluarkan zat yang tidak berguna dari tubuhnya. Tapi begitu ia dibunuh karena rasa takut, sedih, marah, kesakitan sampai puncaknya sehingga menimbulkan racun dalam tubuhnya. Orang makan daging sama dengan makan racun.

mengutip di suatu website :
Teori Gizi masa kini adalah Teori Kalori Rendah. Kelebihan kalori mengakibatkan manusia lebih cepat tua dan cepat mati.
Mengapa makanan yang tidak mengandung daging lebih cocok dengan Tuntutan Gizi ?
Sifat darah yang bagaimana yang baik ?
Yaitu darah di tubuh kita harus selalu bersifat basa (kebalikan dari asam). Ph darah seseorang yang sehat 7,35 jadi agak basa. Tapi bagaimana supaya darah kita tetap pada kondisi agak basa ? Yaitu dengan cara : Banyak makanan dari bahan tumbuhan dan menghindarkan makanan daging. Semua makanan daging mengakibatkan tubuh kita memproduksi zat asam berbahaya sehingga darah kita bersifat asam. Letih dan menuanya saluran darah sebab utamanya adalah Kelebihan Lemak sehingga lemak berubah menjadi kolesterol yang mengakibatkan darah jadi kental dan lengket sehingga menambah beban pada fungsi jantung dan pembuluh darah. Membuat pembuluh darah menyempit. Peredaran darah merosot volumenya. Kerja jantung menjadi lebih berat maka terjadilah Darah Tinggi.
Makanan dari tumbuhan kandungan seratnya tinggi berguna meningkatkan kerja usus dan membawa keluar zat-zat racun dalam usus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s