Robot EEG pak Iwayan {tanggapan}

saya sebagai mahasiswa yang bergelut dibidang neuroinformatic dan neuroimaging sangat mengapresiasi tentang kehebohan dari beberapa penemu kita, baik itu pak Warsito, yang menginplementasikan ECVT atau pak Iwayan dengan robot EEGnya. Baiklah, untuk hal ECVT, saya tidak berani komen apa-apa karena saya tidak membaca dan mengikuti berita mengenai penemuan ini, selain itu saya belum ada ilmu tentang itu. Berhubung memang di Jepang saya bergelut dibidang EEG. Maka saya akan sedikit memberi informasi mengenai EEG. nah sahabat, EEG itu sebuah akronim dari Electroencephalograph. Yakni suatu alat yang digunakan aktifitas listrik otak. EEG yang sering digunakan adalah EEG noninvansive. simplenya, ini merupakan suatu alat yang digunakan digunakan tanpa mengimplankannya ke tubuh. (saya baca komen komen tentang penemuan pak iwayan, “masa bisa sih tanpa diimplan ke tubuh”). Mungkin susah sahabat bayangkan (mungkin penggunaan EEG di Indonesia belum sepopuler penggunaan (ECG- Electrocardiograph). lupa, ECG apa? itu di sinetron sering ada kok, pas orang sakit di dadanya di tempel kabel-kabel.. terus kalau dia sekarat ada bunyi piipp piip piiiiiiiiiip… lalu mati.. yang awalnya dimonitornya ada sinyal, lalu langsung garis aja..
nah EEG itu, pada dasarnya sensor seperti halnya ECG. kalau ECG mainnya ama jantung, kalau EEG mainnya ama gelombang otak..
Sinyal EEG yang dideteksi bisa dikonversikan ke berbagai macam hal. tergantung apa yang ingin kita analisa. semisal, yang paling sering kalian denger.. dari EEG kita bisa mendeteksi gelombang alpha beta theta dll, itu setelah kita konversi sinyalnya dari domain waktu ke domain Frekuensi. Di sisi lain, hasil dari sinyal EEG bisa juga digunakan untuk analisa sinyal P300 (positive 300), N200 (Negative 200) dll aka evoked potensial.. (bahasa gampangnya ngeliat kondisi potensial yang muncul pada detik ke 300ms atau 200ms atau apalah).
Nah sahabat, P300 ini yang sering dipake untuk aplikasi dari BCI (Brain computer interface/ Brain Machine interface). Sederhananya, kita bisa mengolah sinyal dari p300ini (semisal) untuk dijadikan input dari alat yang kita gerakkan.
Menariknya, dari sinyal otak yang dideteksi dari EEG sama seperti sensor lainnya, tidak serta merta kita tempelkan ke kepala, lalu bergeraklah alat yang kita buat.
Hal yang perlu dilakukan adalah: (beneran pengen tau? nanti saya pos di blog deh setelah kelar thesis hahahaha)
Poin penting, apakah alat yang seperti dibuat pak wayan itu hoax atau tidak.. jawabannya adalah bukan hoax… sudah banyak penelitan mengenai BCI,,, bila di ASEAN sendiri yang paling giat adalah dari thailand, singapur sumber : pada exchange di lab saya dan ketemu di konferensi internasional).
Namun, bila ditanyakan apakah alat yang DIBUAT oleh pak Iwayan itu benar benar bisa menggerakkan tangan (sesuai yang saya liat di video suatu berita)
saya hanya mampu meberikan jawaban ini :

1. Biasanya untuk penggunaan BCI, Elektroda EEG ditarok di bagian Frontal area, bukan di prefrontal area (alias jidat),
2. sinyal EEG gampang sekali terkena noise, bergerak sedikit saja sudah memunculkan noise (gangguan, anak elektro ama fisika mesti tau, :p) , makanya acap kali peggunaan EEG digunakan bersamaan dengan instrumen seperti accelerometer sensor) , pun biasanya diminta pengguna untuk berkonsentrasi dan bergerak seminimum mungkin..
3. Mesti dilakukan training berkali-kali agar sinyal otak sinkron dengan alat yang digerakkan

saya berasumsi pakIwayan mestilah jago pemograman, hingga sepertinya masalah noise dapat teratasi olehnya, dan tampaknya dia dapat leluasa bergerak,,, dan mestilah material EEG yang dia gunakan itu memiliki sensitifitas tinggi dengan sinyal to noise rasionya sangat tinggi.
tunggu,,,,, beliau bilang eeg nya dapat dibeli di e-bay.
setau saya, eeg open source , ya sebut saja openBCI, atau Emotiv EEG, punya kendala besar dengan namanya jarak dan noise..(saya sudah coba sendiri Emotiv EEG yang dibawa oleh rekan saya dari thailand. Harga dari kedua opensource EEG itu adalah sekitar 4 juta ke atas.. dan dari alat yang beliau pakai saya pastikan itu bukan Emotive EEG, lalu apakah openBCI? menarik,,, karena saya pecinta arduino (dimasa lalu, arduino adalah mikrokontroler). saya melihat alat yang digunakan bapak, bukanlah menggunakan arduino kalaupun bukan arduino.. lalu apakah menggunakan atmega XXXX,,,
hmm saya tidak tau….. Kemudian komputer yang digunakan mestilah punya spek jauh yang lebih baik dari netbook intel atom yang saya punya ini…

yang jelas saya berterimakasih pada bapak Iwayan yang akhirnya membuat publik jadi tertarik dengan yang namanya EEG…

Terimakasih pak Iwayan,,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s