Balada sinetron Indonesia

stop sinetron alay, sinetron membunuh mu

Kadang gue geregetan kalau dah baca ini ditimeline facebook. kadang dibarengi dengan foto anak kecil, megang kertas, dengan tulisan sinetron Indonesia merusak dll.

gue cuma gak habis pikir.. sampai kapan standar ganda dalam hal apapun di negara kelahiran gue ini akan berhenti.

Tuh orang -orang pada protes film a, karena kontennnya gak bagus. Padahal doi dah dari jaman SMP udah nonton film korea-koreaan atau SD nonton film india-indiaan.

Giliran sinetron Indonesia yang kayak gitu, langsung pada ngamuk ngamuk. pada protes generasi sekarang pada rusak.

Gue terlahir dilatarbelakang keluarga yang bebas ..bebas mengeluarkan pendapat. Belum pernah sama sekali gue dipaksa dan dilarang untuk menonton televisi atau diberi jam jam tertentu. Kalau keluarga menerapkan cara hidup berpikir, bukan sekedar larangan. Niscaya bakalsadar kok kapan waktu belajar kapan waktu main. Bahkan tanpa disuruh pun bisa dengan sendirinya belajar. Karena rasa bersalah yang muncul akibat kebanyakan main.

Kemarin saya coba cross check sinetron Indonesia yang saat ini masih juga digunjingi,,, ya betul sekali

ganteng-ganteng srigala

Jelas saya hanya mampu nonton sinetron ini selama 10 menit. Melihat anak SMA ngebut ngebutan dengan mobil BMW dan audy serta motor Ninja tentu saja buat perut saya mual. Anggap saja sinetron-sinetron yang lebai ini adalah kreatifitas anak bangsa yang sekarang. Toh sinetron itu ada kan karena pasar yang menunjukkan minat yang tinggi terhadap film ini. Disinilah peran orang tua berfungsi. Yap tentu saja kamu-kamu yang sekarang terlahir di tahun 80 dan 90an yang menjadi  orang tua di jaman anak-anak saat ini kan.

Kualitas sinetron yang jelek, dan alay menurut kalian kenapa malah terus terusan disalahkan? udah ngacabelum, udah tau sinetron jelek tapi kenapa masih nonton?

Jadilah orang tua yang mampu mendidik anak,  untuk mempunyai pola pikir yang tegas, ada ataupun tidak ada orang tuanya.

(eh dil, lu cuma bisa ngomong, punya anak aja belum nikah aja belum soktau lu)

 

yee mending, dari pada elu, udah nikah, udah punya anak, malah marah marah sama orang lain untuk sesuatu hal sekunder yang harusnya bisa diatasi. Udah tau barang rusak, masih dibeli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s