Babak ke dua, selesai. Master of Science

Lebih baik kamu pulang, bila aku jadi kamu, mana sanggup aku hidup sudah jauh dari keluarga, ekonomi mu sendiri di sini terbatas -dia-

Kalimat yang sempat menghujam tulang, dia yang saat itu aku percaya. Yang saat itu ku beri tau petualangan rahasiaku, dan menyebarkannya lalu menjadikannya tawa.

Wajar saja, anak kampung, dari pulau sumatra, pergi ke negara antah berantah. Sendirian, tanpa seorang senior tanpa keluarga, hanya tekad, mimpi, dan keyakinan serta Tuhan, yang menjadi bekal penguat langkah. Sendiri baik dari makna konotasi dan denotasi.

########

ngomong-ngomong, taukah apa yang membedakan mimpi dengan cita-cita?

Cita -cita adalah mimpi yang bertanggal….

Dan 2013, Agustus. Saya membulatkan tekad saya, setelah saya menerima toga pertama dalam dunia akademik, saya tidak berada di Indonesia.

7 September 2013, rektor memindahkan tali di toga saya, 28 September, akhirnya saya mempresentasikan hasil skripsi saya di Forum teknik elektro Indonesia. Forum terbesar dari bidang kami, di negeri tersebut.

Singkat cerita, udara Jepang ku hirup pada 2 Oktober 2013. Anak kampung, datang mengembara ke Jepang, hidup dengan kerja paruh waktu, menjadi asisten peneliti.

Gaji pertama yang harusnya saya nikmati saat kerja paruh waktu pertama di Jepang, ludes seketika, karena saya terjatuh dari sepeda saat saya nekad untuk menempuh badai salju demi mengambil dagangan untuk jualan bento di hari setelahnya

Ya, saat itu 6 bulan pertama saya di Jepang, saya juga bekerja menjadi seorang sales girl penjual bento. Di belakang saya, orang-orang yang saya percaya malah membocorkan cerita saya kepada sekelompok perkumpulan. Menyatakan bahwa mereka kasihan sama saya. Saya yang saat itu sebatang kara.

Saya sempat kaget, mengetahui kenyataan bahwa ada kubu yang kasihan sama saya, karena hal yang baru dalam hidup saya, dipandang tidak punya uang.

Namun lama-lama saya terbiasa…

Di sisi lain ada yang terus memberi saya semangat, dan banyak juga yang menganjurkan saya pulang

Saat itu yang ada di otak saya adalah, apapun yang terjadi, saya yakin Allah maha mendengar. Dibalik kesulitan selalu ada kemudahan, dibalik kesulitan ada kemudahan. Kuncinya, saya harus percaya pada kemampuan saya. Allah mendengar suara-suara hati kita.  Semua doa dikabulkan, itu adalah suatu keniscayaan. Tinggal bagaimana, kapan kita mendapatkannya.

P1060210_original
Asahi Glass Company Scholarship Awardee

Hingga akhirnya Allah mendengarkan doa saya, saya menjadi salah satu penerima beasiswa dari perusahaan kaca terbesar di dunia. Asahi glass company, atau di Indonesia dikenal sebagai Asahimass flat glass.

Lalu saya juga mendapat kesempatan lulus dalam seminar terbesar dalam dunia Biomedical engineering di Chicago.

1889061_10204915718841177_3084862683164105802_o
saya tidak pernah bermimpi akan menginjakkan kaki di Amerika serikat, dan seluruh perjalanan gadis tak punya uang di kantong sendiri ini dibayarkan oleh pihak kampus

1, 5 tahun pertama kehidupan saya di Jepang, sebut saja tahun saya untuk beradaptasi. Beradaptasi dengan budaya, baik itu budaya Indonesia yang berbeda pulau atau warga manca negara.

Yang terlintas di otak saya saat itu adalah

Saya punya mimpi, dan saya yakin itu akan terwujud

Masa-masa awal perkuliahan saya, saya berutang budi atas nama semangat dari  kakak-kakak yang sangat saya cintai. Kak damar dan kak Nur. Saya juga mengambil kuliah sangat banyak. Maka tak heran, bila masa itu saya bisa ditemukan di kampus 7 hari seminggu dari jam 8 pagi, hingga jam 12 malam.

Bukan karena apa, saya sadar bahwa saya tidak punya otak yang jenius. Saya dimasa sekolah sarjana pernah mendapatkan ip 1.8 butuh waktu berhari-hari buat saya untuk belajar sesuatu yang mungkin saja bagi orang lain cukup ambil waktu sehari. Dari kekurangan, saya belajar.

11001632_10207551841222589_6602730910566129693_o
Bahkan saya tidak pernah menyangka, gambar yang sering saya lihat di buku kalkulus yang 3 kali saya ulang mengambil kelasnya akhirnya saya datangi.

Hidup itu untuk belajar. Mengeksplorasi. Bila bengkok, diluruskan, bila salah dibenarkan. Hidup bukan untuk mencari pembenaran atas apa yang kita rasa benar, tapi malah hidup adalah untuk menuju padaNya dan mencari jawab atas semua tanya yang tak akan berujung, mengapa ini semua terjadi?

 

Perjuangan detik-detik menuju ujian master cukup melelahkan, karena tumpang tindih dengan agenda wawancara beasiswa doktor saya

IMG_9038[1]
3 malam sebelum ujian, kami berdikusi tanpa ampun
 Hingga tiba momen saat saya down dan tidak ingin latihan presentasi karena terlalu banyak dikomentari oleh senpai dari lab sebelah.

IMG_9037[1]
saat saya melakukan “pertahanan” terhadap riset saya
IMG_9040[1]
Hasil sidang master, dinyatakan lulus tanpa syarat
IMG_9043[1]
between score and support
IMG_9061[1]
thank you for the support
IMG_9064[1]
me and my partner in crime Finally could pass the exam
Sosoknya lah yang menginspirasi saya disaat saya lelah. Berasal dari sebuah desa di Inner mongolia, dia mengejar mimpi sampai ke Jepang. Dia melakukan part time job yang tak kenal lelah, dan disaat tidak ada part time job, bisa dipastikan dia dapat ditemukan di lab. Berjuta dukungan dan inspirasi telah saling kami bagi. Dan dengan  bangga saya nyatakan, bahwa dia telah jauh berkembang dan telah melampaui saya. Risetnya pada akhir masa kuliahnya dinyatakan sebagai riset yang baik. Dan jadilah dia sebagai peraih  score tertinggi kedua, dan saya yang ketiga.

 

Hikmah yang saya dapatkan dari menjalani kehidupan di Jepang selama 2,5 tahun adalah, bila punya mimpi, jadikan itu cita-cita. Buat jadi kenyataan dengan cara bergerak dan Fokus. Orang bebas berkomentar apa saja, kita yang memutuskan untuk menjalankan seperti apa… karena… ini adalah hidup kita,,, bukan hidup mereka…

teruslah bermimpi… Tidak ada yang tidak mungkin bila kita berusaha…

Kenalkan, saya anak kampung dari sumatra, peraih Ip 1.8 di semester 3 yang percaya Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, bila orang tersebut tidak yakin pada dirinya sendiri.

Hidup  adalah petualangan,, dan mari kita mulai petualangan babak ke-3. Semangat! otsukaresamadesu!

Fukuoka, Februari, 22 2015.

Fadilla Zennifa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s