Sudut Pandang

Tidak kawan… sebagai sesama muslim, tidak seharusnya berlaku jahat pada sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Tidak ada yang sempurna di mataNya,

daripada memikirkan kebaikan kita kepada orang lain, akan lebih mulia bila kita memaafkan kejelekan orang lain dan memperbaiki diri sendiri.

Untuk itu hal pertama untuk meredakan rasa marah, dendam dan kecewa adalah dengan cara memaafkan diri sendiri.

Abang saya di Fukuoka,, (saya memang punya banyak abang angkat) berkata: ” sebelum berlari keluar, melihat dunia luar, cobalah perbaiki yang di dalam… lepaskan apa -apa yang di dalam”

“Hidup sebenarnya adalah sekedar pergantian kulit. Jiwa akan selalu terlahir kembali, dan karma akan selalu mengikuti”

“bila engkau masih mempermasalahkan hal-hal yang telah lewat, maka karmamu akan terus melekat dikehidupanmu yang mendatang”

kenapa kawan? engkau mempermasalahkan ucapan beliau yang menyatakan makna bias dari kata reinkarnasi?

sungguh… pa bila engkau sudah paham intinya, maka masalah kulit atau penampilan luar, tak akan jadi prioritas utama mu lagi..

Tinggalkanlah masa lalu, Jangan terlalu menghayalkan masa depan, hiduplah di masa sekarang…

Islam selalu mengajarkan

“berusahalah yang terbaik seakan engkau akan mati esok”

maka atas gugurnya rambut rambut di kepala dan atas nama imunitas tubuh yang menurun akibat terlalu memikirkan rasa kecewa hal terbaik yang dilakukan adalah mengganti sudut pandang, setidaknya memperluas sudut pandang.

Sungguh terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui tentang diri kita, apalagi tentang orang lain.

Cukup tertegun diriku, ketika feeling mengatakan aku harus pergi ke rumah salah satu sahabatku. Dirinya sedang menangis habis-habisan berat nian rupanya cobaan hidup yang dia alami. Di sisi lain teman yang tidak tau apa -apa tentangnya hanya mampu bergunjing . Astaghfirullah, begitukah aku di masa lalu? melihat orang yang berbeda pandangan, lalu dimusuhi dan menggunjingkan…

Malulah kiranya bila dihari Akhir nanti ternyata aku merupakan pemakan bangkai.. terimakasih padaNya, rupanya mata ini dibukakan….

betapa gampangnya kita mencaci teman sepermainan kita sendiri ketika dia berbeda dengan kita. Padahal kita tidak pernah tau masalah apa yang sedang dia alami.

Maka perluaslah sudut pandang..

“sudahlah dilla jangan lah kau bersedih lagi. masalah yang kau hadapi hanyalah masalah sepele… tidak ada apa apanya dengan ibu yang selalu saya temani itu. Jangankan dikhianati temanya, punya teman saja tidak.. semua orang selalu menghindar padanya.. karena merasa dia merepotkan.. Minggu depan saya akan melakukan perjalanan dengannya ke Kumamoto, kau mau ikut tidak?”

Hingga pada akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menemani teman saya dalam perjalanan keluar kota, sembari menjadi relawan untuk seorang ibu yang menderita cerebral palsyCelebral Palsy  adalah salah satu jenis permanent movement disorder yang membuat penderitanya tidak mampu bergerak.Dari bangun tidur hingga kembali tidur sang ibu sangat membutuhkan bantuan dari orang lain. Untuk setiap aktifitas semisal buang air besar, menghabiskan waktu sejam.. hal terlama yang saya rasakan dalam hidup saya dalam menunggu orang lain di depan toilet.. belum lagi beliau minta badannya untuk di geser ke kanan-ke kiri ke depan ke belakang bila posisinya tidak pas.

Sepulang dari Kumamoto saya mulai bangun… selama ini saya terlalu lama berada dalam goa di apartment saya dan bergaul dalam lingkungan yang itu -itu saja, sehingga lupa yang namanya menjadi “manusia”

Sebagai seorang researcher dibidang neurodevelopmental disorder, saya diutus guru saya untuk memperhatikan tingkah laku anak-anak pengidap Autism Spectrum disorder dengan cara bergabung ke kelas mereka. Jadilah saya dalam beberapa minggu ini pulang pergi untuk bergabung dengan mereka..

banyak nian rupanya hikmah yang bisa saya ambil dari aktivitas ini.

Teman -teman  baru  saya ini beragam nian karakternya. Sebelumnya perlu saya beritau, bahwa secara garis besar autism (ciri khas autis yang paling jelas adalah melakukan pekerjaan berulang2.. ada trademark tersendiri dalam tingkah lakunya). terdiri dari dua garis besar, Low Functioning (Iq kurang dari 80 (salah satu cirinya aja)) dan High Functioning (Iq lebih dari 80, biasanya pinter banget cuma ya masalahnya selain gak ngerti ngebaca emosi orang lain)… (sepertinya ditulisan sebelumnya di blog ini pernah saya bahas), nah yang jadi subject penelitian saya adalah anak -anak autism low functioning…

mulai dari yang pertama ya sebut saja namanya hatchi.

Seorang perempuan berumur 16 tahun.  talk active, ngoceh terus, sampai kamu akan bingung, nih anak masalahnya apa… lalu saat saya sedang berbincang dengan ibunya dia datang menghampiri dengan wajah panik dan sedih… “kalian bahas apa, ngomong apa” sambil memilin milin tali yang dikalungkan dilehernya….

Saya yang melihatnya sedikit panik dan merasa bersalah.. karena melihat dia seperti hampir menangis. ternyata sobat saya ini memang jago dalam masalah “otak bagian kanan” namun bila ditanyakan hal -hal yang berbau angka , semisal sekarang jam berapa atau 1 tambah 1 berapa.. dia tidak bisa menjawabnya.

berlanjut ke yang kedua..

seorang anak laki-laki, berusia 20 tahun.. wajahnya manis… suka menggunakan earphone beneran deh dua anak ini sangat tidak terlihat perbedaannya dengan kita bila dilihat sekilas..

kemudian aku mengajaknya berbicara “nama kamu siapa?” uuh senyumnya manis banget…. untung saya lebih tua…

Tapi dia hanya tersenyum.. lalu ibunya berkata… namanya ko..

ya.. sahabat saya ini ternyata tidak mampu berbicara… dia menggunakan earphone karena sensitive terhadap suara (salah satu ciri autism adalah sensitif terhadap sesuatu, semisal suara).

Ketiga , sahabat saya ini terlihat sangat cool… hanya menatap saya dari kejauhan… antara pemalu dan ya emang cool… hingga saya baru tau namanya ketika dipertemuan ke dua..karakteristik penyakitnya adalah gabungan antara autis dan intelectual disorder.

ke-4 , ini adalah sahabat saya yang telah sangat berjasa dalam kehidupan dunia master saya dan senpai- senpai saya. memang bukan autism… namun intelectual disorder..super ceria.. tapi suka tidur..

Kelas pertama yang saya datangi adalah kelas tari. Kami menari diiringi musik dari hambagu (musisi musik Folk (lagunya enak-enak))..

Mereka menari… ibunda mereka ikut menari…

wajah bahagia,, seolah hidup itu sederhana…

kalau tidak ditahan mungkin air mata saya sudah membanjiri ruangan itu, begitulah cara Allah menegur saya yang sering lupa bersyukur…

Mungkin dari sudut pandang orang awam “sungguh kasihan hidup mereka.. perlu bantuan orang lain”

namun sebenarnya,, bila kita ganti sudut pandang kita.. siapakah yang perlu dikasihani sesungguhnya. Kita yang sedikit ssedikit takut gak bisa main game CoC atau gak bisa beli iphone terbaru.. atau mereka yang sangat menikmati hari ini ?

 

 

 

IMG_2940
Saat super nervous, bertemu para oragtua dari anak berkebutuhan khusus, sedangkan saya tidak bisa berbahasa Jepang
IMG_2956
Fukuoka Momochi Fukushi Plaza
IMG_2959
Fasilitas di gedung Momochi Fukushi Plaza
IMG_3008.JPG
Bebaskan pikiranmu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s