Pundak yang kuat

Bila mata ini dipejamkan, mencoba mereview kembali kisah hidup selama 3 tahun ke belakang. Perjalanan pencarian makna hidup telah memberi kosa kata-kosa kata baru tentang makna kemanusiaan..

Saat kita merasa terasing, dan hanya terfokus pada pertanyaan, mengapa diasingkan?

kita jadi lupa, bahwa di belahan lain, ada jiwa jiwa yang menerima kita apa adanya

Bodoh bila kita merasa hancur dan tak mampu percaya pada orang lain lagi..

gie_film.jpg

padahal bila kita mengedarkan pandang lebih luas

ada doa -doa dari keluarga yang tak putus dalam mendoakan kebahagiaan kita..

ada harapan-harapan tersimpan dari kenalan-kenalan kita yang memimpikan berdiri di sepatu yang sama

Yang dibutuhkan adalah pundak yang kuat

kaki yang tegar melangkah

Menangis boleh, asal bukan menjadi alasan untuk menyerah.

Seperti kata pepatah, semakin kuat kamu terjatuh, semakin berat jantungmu. semakin berat jantungmu, semakin kuat kamu mendak, semakin kuat kamu mendaki, semakin tinggi alas dudukmu.

Fokus pada tujuan!!

inilah hal yang diajarkan oleh uni, teman seperjuanganku di Jepang.. sbenarnya bukan teman seperjuangan.. tapi teman yang memperjuangkan,,, ya orang yang menahan pundak kita ketika kita hampir limbung jatuh…

kembali ke belakang, saat itu, awal Februari 2014, Fukuoka dilanda hujan es dan angin kencang. Saya mengendarai sepeda ke rumah uni Sari tanpa menggunakan Jas hujan. Hari itu adalah waktunya saya untuk menjemput bento yang dipesankan oleh rekan rekan setanah air di kampus ito. Ya, saya dan uni sari punya bisnis bernama Ito Bento. suatu bisnis yang sangat membantu kehidupan awal saya sebagai mahasiswa research student di Jepang.
Angin kencang yang dingin itu akhirnya menumbangkan sepeda saya.. menyebabkan saya terjatuh dari sepeda, melukai dagu saya, dan beberapa luka di badan.. serta, handphone saya rusak total.. sebagai mahasiswa nekad yang datang tanpa beasiswa, itu adalah disaster.
di tengah hujan.. saya mengucapkan “tolong.. tolong” dan saya sadar.. bahasa yang saya gunakan tak berarti dan teriakan saya tak berarti..
saya terus mendorong sepeda saya ke rumah uni.
Lalu, tepat ketika pintu dibuka.. saya menangis..
dan dia berkata..
“Jangan menyerah!! jangan menyerah!”
Hari ini, sekali lagi uni menunjukkan bahwa Fokus, dan berpegang teguh pada tujuan, akan mengantarkan kita pada goal yang ingin dicapai..

IMG_5247[1].JPG
Jangan pernah terpikir olehmu untuk mundur dil! – ujarnya saat itu
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s