Bunuh Diri

“Never Judge someone without knowing the whole story. You may think you understand, but you don’t”

Jangan pernah menghakimi seseorang tanpa kamu tau kisah seutuhnya. Kamu mungkin merasa mengerti, tapi kamu tidak. -Anoname-

Bagaimana rasanya hidup tanpa ada satupun tempat untuk berbagi?

It’s hurt

Bunuh diri merupakan kata kerja yang berarti sengaja mematikan diri. Apapun latar belakangnya, perihal bunuh diri merupakan perihal seluruh warga dunia. Berdasarkan data WHO (World health Organization),  setiap 40 detik ada satu orang yang bunuh diri, atau ada sekitar 800 ribu jiwa yang meninggal bunuh diri setiap tahunnya. Pada tahun 2015, para pelaku bunuh diri berada di rentang usia 15- 29 tahun (ciee yang usia 30an langsung pada lega, canda ding) [1] .

Negara manakah yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia pada tahun 2015-2017?

Jepang, itu negara yang kebanyakan muncul dibenak para pengisi kuisoner yang penulis lemparkan. Hal ini dibuktikan dengan gambar 1 yang didapatkan dari kuisoner jajak pendapat mengenai bunuh diri. Ibarat sudah jadi  commmon knowledge kebanyakan kita untuk menyatakan bahwa Jepang adalah negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi. Tapi cuy, kadang common knowledge perlu di update juga. Mirip-miriplah kaya di jaman Nicholaus Copernicus dulu, masyarakat yang menganggap geosentris adalah common knowledge  mengganggap hukum heliosentrisnya Nicholaus Copernius adalah hal yang nyeleneh. (dan sekarang hal ini diperbincangkan lagi, seru kan? cocokloginya  kemana-mana…)

Screenshot 2017-07-29 at 4.50.21 AM
Gambar 1. Response dari teman – teman

Tapi temen-temen tau ga? sebenarnya di tahun 2015- 2017, Jepang bukan negara dengan penduduk melakukan bunuh diri tertinggi di dunia.  Mungkin banyak yang berpikir negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi adalah di Jepang, hal ini dikarenakan bunuh diri sendiri merupakan tradisi di Jepang.  Jadi ingat, teman penulis, berkata “hal yang saya masih belum paham ketika berbicara dengan teman lokal, dia punya kebanggaan tersendiri pada bunuh diri” Arie.

Screenshot 2017-07-29 at 9.23.56 AM
Gambar 2. Cihey Indonesia masih tergolong di wilayah kuning [1]

Gambar 2 merupakan peta dunia yang penulis ambil dari WHO. Daripada penulis menuliskan dengan gamblang, negara manakah yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi, pembaca bisa mencoba mengetik ” country with the highest suicide rate” maka akan pembaca temukan beberapa jawaban. adakah Jepang berada di posisi puncak?

Sahabat penulis sampai nyeletuk “ternyata budaya Kpop ga menjauhkan dari bunuh diri ya” -mambu kare grup-

Apa sih penyebab orang melakukan bunuh diri?

Penyebab orang melakukan bunuh diri ada banyak, mayoritas berpendapat hal ini terjadi dikarenakan jauh dari Tuhan. iya sih, kata ini emang gak asing. “si anu bunuh diri? Jauh dari Tuhan sih”.

well, really?

Screenshot 2017-07-29 at 8.29.37 AM
Gambar 3. Data diambil dari kuisoner yang penulis sebar

 

Bunuh diri itu menurut pendapat saya, akibat orang tersebut tidak memiliki media untuk menyalurkan depresi yang dia miliki. Seperti tidak ada teman bertukar cerita, orang tua tidak dapat berinteraksi dengan baik ke orang tsb, dan yang paling penting kebanyakan mungkin jauh dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala cobaan yang diberikan. karena yang namanya manusia hidup di dunia ini gak akan lepas dari permasalahan hidup. -responden-

Pernyataan jauh dari Tuhan bisa jadi benar dan bisa jadi salah, menurut penulis, tidak ada kebenaran yang absolut. Semua tergantung persepsi indvidu. Oleh karena itu, penulis mengajak untuk mencoba mengintip faktor lain yang menyebabkan orang bunuh diri.

Benarkah bunuh diri juga dipengaruhi oleh genetika?

Pernah dengar tentang keluarga Ernest Hemingway ga? Pada tahun 1928, ayah Hemingway melakukan bunuh diri,  33 tahun setelahnya Hemingway melakukan bunuh diri. Aband dan kakak Hemingway juga mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Nah cucunya dia juga melakukan bunuh diri. Sebelum melakukan bunuh diri, si cucu pernah menyatakan bahwa dia merasa dia mewarisi gen yang menyebabkan dia melakukan bunuh diri.

Mungkin kasus keluarga Ernest Hemingway yang turun temurun melakukan bunuh diri menjadi pembuka jalan untuk mencari jawaban “apakah bunuh diri dipengaruhi oleh genetika?”.

Screenshot 2017-07-29 at 8.53.35 AM
Gambar 4. Keluarga Ernest Hemingway [3]

Pernah dengar gen SKA-2gene ? Gen yang terdapat di kromosom 17 ini  dalam metilasi DNA berbarengan Single-nucleotide polymorphism rs7208505  disinyalir mengakibatkan keinginan untuk bunuh diri[2]. Dari studi [2] saat melakukan perbandingan gen antara orang yang melakukan bunuh diri dan tidak (dari investigasi post mortem/jenazah sesudah kematian), ditemukan penurunan sejumlah protein SKA-2 di area prefrontal cortex (pegang jidatmu, itu letak si prefrontal cortex otak) yang tidak ditemukan pada orang yang meninggal “normal”. (Dengan sampel : 52 bunuh diri, 27 ga bunuh diri).

Screenshot 2017-07-28 at 10.01.02 PM
Gambar 5. Penelitian dalam bidang kesehatan di 5 tahun terakhir berkaitan dengan bunuh diri

Oke bu penulis, lalu apa benar ada hubungannya antara faktor genetik dan bunuh diri?

Begini, setidaknya kalau kamu atau temanmu punya riwayat keluarga yang pernah melakukan bunuh diri bersikaplah untuk lebih hati-hati dan tumbuhkan rasa ketergantungan terhadap diri sendiri lebih kuat daripada ketergantungan ke orang lain. Seperti kata psikiatri yang bernama John mann

“if we knew who had an enhanced risk of suicide, we could change our approach to their care” [3] 

Bunuh diri karena depresi

Keinginan untuk bunuh diri sebenarnya adalah gangguan kejiwaan. Yang ingin disingkirkan oleh ybs adalah jiwa yang ada di dalam badan, bukan badan itu sendiri. Kalau ybs memiliki jiwa yang tenang, pasti ybs tidak akan berniat untuk bunuh diri. Jadi, untuk mencegah seseorang bunuh diri adalah mendengar semua keluh kesah nya tanpa kita menghakimi atau meminta dia melakukan seusuatu sebelum dia selesai bercerita dan pendampingan intensif.- responden-

Sebelumnya, apasih depresi itu? mengacu pada “kitab suci” DSM V (sebelumnya DSM IV), depresi adalah suatu kondisi yang ditandai oleh perasaan sedih, isolasi, dan keputusasaan yang luar biasa yang berlangsung dua minggu atau lebih lama dalam satu waktu.  (ini kutibnya dari internet, soalnya kitabnya ada di lab saya nulisnya di rumah)

Lalu penulis mencoba mengulik penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Jepang yang dipublikasikan pada bulan Apri 2017 yang berjudul “Motivation factors for suicidal behavior and their clinical relevance in admitted psychiatric patients” [4].

Sesuai dengan judulnya, penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk mengidentifikasi motivasi orang yang ingin mencoba melakukan bunuh diri. Apakah depresi merupakan faktornya? yap.

Perilaku bunuh diri adalah produk akhir dari interaksi kompleks antara beragam faktor terkait bunuh diri seperti motivasi, emosi dan kondisi interpersonal pada saat melakukan  bunuh diri.  Dalam studi sebelumnya yang dicantum di artikel mereka, emosi negatif yang diekspresikan dalam bentuk agresi dan depresi telah dilihat sebagai faktor pembentuk motivasi. [4] 

sejalan dengan pendapat responden ini :

Menurut saya ide, niat, atau percobaan bunuh diri itu muncul karena yang bersangkutan sudah dirundung ratusan atau ribuan pikiran negatif, bukan semata karena satu hal. Tapi bisa jadi satu hal itu yang buat seseorang tersebut menarik pelatuknya untuk bunuh diri. Kasihan kalau dengar seseorang akhirnya mencoba bunuh diri, kasihan karena berarti dia tidak (bisa) melihat pilihan lain, dan tidak punya/tidak memberi kesempatan kepada siapapun untuk memberi sedikit klu kepada pilihan lain. Dan menurut saya, bunuh diri itu memang tidak menambah keuntungan buat pihak lain, tapi bukan berarti tidak merugikan pihak selain yang memutuskan mengakhiri hidupnya, misal pihak kedua yang punya sangkutan masalah dengan dia, atau kalo mau lebih luas mah ya negara, atau ya paling gak polisi yang ngurusin kasusnya lah. Udah mana meninggal ndak nggenah, masih bikin rugi orang lain. -responden-

 

Bunuh diri itu wajar gak sih?

Screenshot 2017-07-29 at 8.24.04 AM
Gambar 6. Pendapat para responden tentang wajar tidaknya bunuh diri

Bunuh diri itu wajar atau tidak? 85.1 % menyatakan tidak wajar. Berikut ini beberapa pendapat dari para responden :

Such a stupid decision. Matahari punya tujuan diciptakan di dunia ini, untuk menerangi alam semesta dan memberikan panasnya. Pohon pun punya tujuan yaitu menghasilkan oksigen, tempat berteduh dan menghasilkan buah. Manusia pun punya tujuan diciptakannya di dunia ini. Dan mostly orang yang bunuh diri itu karena dia udah lupa atau bahkan gatau lagi tujuan dia hidup di dunia ini tuh apa, dan akhirnya dia mau akhiri hidupnya dengan tangannya sendiri. Padahal di qur’an jelas, manusia diturunkan ke bumi buat jadi “khalifah fil ardh”. Dan khalifah disini bentuknya bisa macem-macem ya. Pemimpin di muka bumi lho, bisa berwujud dokter, pilot, kuli bangunan, nelayan, guru, dll. Jadi pentingnya punya tujuan hidup tuh mungkin hal yang mendasar banget. Kalo kita udah rasa udah ga punya tujuan hidup, mungkin bisa di cek sudah sejauh apa kita dari Tuhan kita?-responden-

 

Kalo nyawanya lebih dari satu silahkan. -reponden-

 

Setiap manusia pasti mengalami saat -saat paling gelap dalam hidup. Saat itu pasti jiwa sudah terasa lumpuh, serasa hidup sudah berakhir. Tapi bunuh diri sama sekali bukanlah cara yang wise. Bersyukurlah dan pahamilah untuk apa kita diciptakan, nikmat bernyawa bukanlah hal yang patut untuk disia-siakan. Enjoy your life. You’ve been recorded as a history maker in life.-responden-

Yap, dan ini semua tergantung pembaca dan kondisi pembaca untuk melihat hal ini sebagai kewajaran atau tidak, namun ada baiknya pendapat dari para responden menjadi tambahan pendapat. (terutama buat kamu yang lagi capek)

Pernah punya keingan untuk bunuh diri?

Kamu, iya kamu yang sekarang berada di rentang 15-20 tahun.  Suka capek gak sih hadapin dunia ini? rasanya gak ada yang ngerti kamu. Kalaupun ada, yang ngerti cuma dia. Eh tapi dianya ninggalin kamu. Kamu yakin itu artinya dia ngerti kamu? atau jangan-jangan itu hanya ilusi kamu? Masa – masa remaja menuju dewasa adalah masa yang rentan. Dari segi otak, dinyatakan bahwa perkembangan prefrontal korteks mu belum berkembang layaknya orang dewasa, sementara amygdala mu pun juga tidak sama dengan punyanya para bocah dibawah usia 14 tahun itu. Lalu, mari sini penulis tanyakan. Pernah punya keinginan untuk bunuh diri?

Screenshot 2017-07-29 at 8.25.23 AM
Gambar 7. Jawaban dari 66 responden perihal niatan untuk bunuh diri

Ya setidaknya jawabannya bukan 100 persen ya dan bukan 100 persen tidak. yang artinya apa? kamu ga sendiri.

Depression will kill you if you can’t kill it. Pernah kepikiran bunuh diri winter kemarin gegara depresi, kesepian, cuaca suram dan bosan hidup. Alhamdulillah masih ada yg ngingetin.-responden-

 

———————————

Di usia segini, siapa sih yang gak pernah “dikhianati?”

“Kamu adalah orang yang saya percaya, jangan bikin kepercayaan ini hancur”

Lalu orangnya menghilang. Ibarat dia yang selama ini jadi tempat kamu mencurahkan perasaan dimana kamu sendiri galau dengan “keyakinanmu” dan dinding rasanya tidak memuaskan untuk jadi tempat ratapan.

 

Inilah momen kamu bertarung dengan dirimu sendiri.

Seperti yang Deddy Corbuzier katakan “ Orang bunuh diri adalah tanggung jawab dirinya sendiri”

 

Sayang, siapa musuh terbesar kita?

Pikiran kita sendiri.

 

oleh :

Fadilla Zennifa

bukan mahasiswi psikologi

referensi :

[1]  WHO. 2017 . Suicide. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs398/en/ diakses 28 Juli 2017

[2] Pandey, et al. 2016. The Expression of the Suicide-Associated Gene SKA2 Is Decreased in the Prefrontal Cortex of Suicide Victims but Not of Nonsuicidal Patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5006192/ diakses 29 Juli 2017

[3] Guardian. 2011. Gene that raises suicide risk identified. https://www.theguardian.com/science/2011/nov/14/gene-raises-suicide-risk diakses 29 Juli 2017

[4] Hayashi N, et al. 2017.  Motivation factors for suicidal behavior and their clinical relevance in admitted psychiatric patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28445517 diaskses 29 Juli 2017

—————————————————————————————————————————————–

catatan :

Terimakasih untuk seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam jajak pendapat ini, semoga kita semakin peduli dengan lingkungan sekitar kita. Saat tulisan ini akan dipublish ada 70 responden, namun dalam proses pengetikan, penulis mengacu pada data yang masuk sebelum jam 4 pagi (67 responden). Durasi pengambilan data (12 jam)

Berikut ini catatan mengenai pengisi form “Jajak Pendapat tentang bunuh diri”:

  • Seluruh pengisi adalah orang Indonesia
  • Pekerjaan para pengisi kuisoner adalah 77.6 % Mahasiswa, 17,9 % Pekerja, 4.5% pengangguran
  • Perbedaan gender tidak termasuk dalam  kuisoner ini.

Screenshot 2017-07-29 at 8.38.01 AM

 

the last :

kenapa ga coba publish tulisan ini di koran dil? karena koran Indonesia ga mau nerima tulisan lebih dari 10 halaman CMIIW. Jajak pendapat tentang bunuh diri (Responses) – Form Responses 1

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Bunuh Diri

  1. Bagus ka opininya, sedih ngeliat adik kakak yang blm lama bunuh diri lompat dari apartment😢 padahal Bunuh diri itu bukan satu2nya cara menyelesaikan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s