Bipolar Disorder / Gangguan Bipolar

Setelah melemparkan pertanyaan di akun instagram tentang materi apa yang ingin diketahui para pembaca, dapatlah saya komentar dari neng “@chat.torin_”

beliau berkomentar

” kak, apa pendapat kakak tentang bipolar disorder?”

yeah, she got my attention.

Gambar 1. siyaap kapten. kita bahas

Malam sebelumnya saya tanyakan pada kak ai

“kak, tau gak bipolar disorder?”

yang ada si neng malah balik nanya

“aku bipolar gak dil?”

kalau saya jawab iya, yang ada saya bisa digebukin ama para dokter / psikiatri karena sok-sok ngediagnosis anak orang… ya iyalah.. orang cuma  seorang engineer yang kerjaannya cuma nganalisis gelombang.. mana ada kendali buat mendiagnosis orang.

yaudah yuk kita mulai ngebahas tentang bipolar disorder atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai gangguan bipolar.

Penduduk Indonesia

Udah tahun 2017, jumlah penduduk Indonesia masih aja banyak. Negara kita tetap konsisten berada di no 4 sebagai negara dengan populasi terbanyak. Jumlah penduduknya yang mencapai 261,1 juta jiwa ini persebaran umurnya digambarkan seperti gambar 2 berikut :

Gambar 2. Piramida penduduk Indonesia [1]
Buanyak coy! Dari data WHO yang saya kutip tidak langsung dari website menkes [2] dinyatakan bahwa ada 60 juta jiwa yang terkena bipolar disorder pada tahun 2016 eits.. tapi itu data buat warga U.S ya, yang artinya di sana 2.6 persen [6] pengidap gangguan bipolar.

Saya udah coba ubek-ubek data di website BPS dan Menkes, ga ketemu euy data gamblang berapa jumlah “pejuang” gangguan bipolar di Indonesia. Tapi, disebutkan bahwa ada 6 % penduduk Indonesia yang mengidap gangguan mental (termasuk didalamnya gangguan bipolar).

Gangguan Bipolar itu apa dil?

Pertama kali dengar kata bipolar disorder kebanyakan kita dikarenakan hal ini :

video 1. Buat temen-temen gue! dan semua yang nyakitin gue

Pada heboh gara-gara video ginian.. padahal di rumah juga pada sering kan kaya gitu …  ga mungkin cuma dia kan.. kan . kan .. kan???

Permasalahan pengertian gangguan bipolar sempat kembali menjadi perhatian para psikatri, hal ini terlihat dari adanya perubahan dari kitab suci yang biasanya jadi pegangan para psikiatri (a.k.a DSM V) dalam mendefinisikan kembli arti dari gangguan bipolar (yang ga percaya, silahkan cuss ke sini [5]. Saya menerjemahkan bahwa gangguan bipolar adalah seperti di gambar 3.

Gambar 3. Dua momen yang dialami oleh “pejuang” gangguan bipolar (foto cuma ilustrasi, mana tau ada sutradara yang ngelirik)

Alih-alih dari menyatakan langsung apa itu bipolar disorder (gangguan bipolar), kitab suci DSM V mencantumkan langsung bahwa gangguan bipolar terdiri dari dua kategori sebagai berikut ini:

Gangguan Bipolar I

characterized by at least 1 manic episode or mixed episode (manic and depressive features in the same episode),

Yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia terjemahan dilla_theexplorer, gangguan bipolar 1 terdiri dari peristiwa “episode mania” atau campuran dari “episode mania dan gejala depresi”

Gangguan Bipolar II

characterized by 1 or more major depressive episodes, together with at least 1 hypomanic episode.

Yang ngebedain gangguan bipolar 1 dan bipolar dua adalah  cuma di bipolar II yang pasti ditandai dengan gangguan depresi mayor .

dil.. dil.. puten… episode mania itu apaan? yak sesuai di gambar 3, episode mania adalah peristiwa dimana si “pejuang” ngerasain semangat yang berapi-api, bahkan sampe ga bisa tidur.. on fire banget dah..  yang terjadi lebih dari seminggu tapi perbuatannya itu bikin dampak buruk buat dirinya atau orang lain.. semisal ..nekad beli Iphone X padahal duit di dompet tinggal ceban. Alhasil gesek kartukredit.. cara bayarnya… nanti dipikirin pas masuk episode depresi.

Depresi (depresi mayor) apaan lagi tuh dil?? bedanya apa dengan sedih biasa? sebut saja depresi itu bukan sedih biasa yang kasih dampak kamu ga ada motivasi buat ngapa-ngapain lebih dari dua minggu. Jaman sekarang.. kalau sedih ga ada motivasi dalam waktu sehari sebutannya adalah GALAU.

Tapi kamu harus ingat ini :

Disaat “pejuang” gangguan bipolar sedang memasuki tahap mania atau tahap depresi.. Jangan pernah MAKSA, atau NYALAHIN dia!! (diperkuat dengan artikel [3]  Jadilah pendengar yang baik saja. Gak usah nambahin drama dalam hidupnya.

Kebetulan ada kutipan menarik dari buku yang sedang saya baca “Doctors’ Stories” di buku terbitan tahun 1991 ini, sang penulis Kathryn Montgomery Hunter  mengutip kalimat ini sebagai prakata dari chapter dua bukunya “a science of individuals: medicine and uncertainty

while the individual man is an insoluble puzzle, in the aggregate he becomes a mathematical certaity. You can, for example, never foretell what any one man will do, but you can say with precision what an average number will be up to – Sherlock Holmes to Dr. Watson

perlu kamu catat, para pengidap gangguan bipolar tidak terus-terusan akan mengalami episode mania atau episode depresi… hal itu akan muncul kalau mereka ke TRIGGER. Alias ada pemicunya…

misalnya? dibuli, kurang tidur karena deadline, patah hati perlu disebut gak?.

Gimana Fungsi Otak gangguanBipolar  dan neurotypical dil?

Iya, bener emang bipolar disorder merupakan salah satu gangguan mental. Kalau udah ngomongin gangguan mental, pada mikirnya kemana? ke jantung? ke sensor yang ada di badan? (sebut saja kulit) atau ke mana? yap bener ke rumah sakit… pinter.

Bipolar disorder merupakan gangguan otak yang amat serius. Dan mungkin temen-temen jadi pada nanya ini pengaruh gen gak sih dil?

Nanya ke saya? dokter aja belum bisa ngejawabnya dengan gamblang apa penyebab gangguan bipolar. (no offense dok.. saya ngutip dari kalimat ini [6]). Tapi ada kemungkinan besar gen juga menyebabkan seseorang terkena gangguan bipolar. Mengetahui ada salah satu keluargamu yang terkena gangguan bipolar bukan berarti kamu juga PASTI akan kena, tapi setidaknya kamu bisa lebih cari tau tentang “siapa dirimu”. Sesuai dengan motto blog ini “what makes us who we are, lets explore it”.

Mencoba melihat dari perspektif neurologis, beginilah aktivitas otak gangguan bipolar ketika diukur dengan MRI.

eiits..

Bentar…dil, MRI apaan? MRI itu singkatan dari Magnetic Resonance Imaging. Alat yang digunakan untuk memindai otak kamu TANPA harus melakukan PEMBEDAHAN.

Gambar 4. Penampakan alat MRI [7] di lab saya ga ada sih ini.

Lanjut mengenai pecitraan otak yang diukur menggunakan MRI, ini gambarnya :Gambar 6.  Significant differences in DMN spatial extent between normal control and bipolar disorder subjects in whole brain analysis mapped onto parasagittal, coronal, and axial slices from a single subject’s structural image in Talairach space; A) Normal control > Bipolar disorder; B) Bipolar disorder > Normal control. In each panel, average z-scores from a highlighted cluster are shown for normal control (gray) and bipolar disorder (black) groups. p≥0.001, uncorrected; spatial extent > 25 voxels. [8] 

riset tahun 2010[8] menyatakan :

 BD subjects showed abnormal recruitment of parietal cortex (correlated with mania severity) while SZ subjects showed greater recruitment of the fronto polar cortex/basal ganglia. Both groups had significantly higher frequency fluctuations than controls (frequency × diagnosis:F(43,2)=3.183,p=0.05). We found ventral mPFC abnormalities in BD and dorsal mPFC abnormalities in SZ. [8]

Intinya terjadi perubahan frekuensi yang tinggi pada pejuang gangguan bipolar dibandingkan dengan neurotipikal di area parietal korteks dan fronto polar kroteks. (neurotipikal = mereka sebutnya sebagai kontrol grup).  (kayanya saya pernah ngebahas tentang bagian otak dan fungsinya di sini)

 

Nih biar pada punya gambaran tentang mantra parietal cortex dan frontal cortex itu di mana.

Gambar 6 Penampakan otak dan bagiannya (nyomot di gugel gaes)

yang paling penting sih ini. kalau Udah pada tau bipolar apa.. dan udah pada tau gimana fungsi otak pejuang bipolar, nah pertanyaannya adalah :

Bisa diobatin ga?

Bisa.

caranya gimana dil?

ke Dokter..

Intinya biar ga ke trigger, makan yang bener, tidur yang cukup (ga ada bagus-bagusnya jadi kalong), olahraga, meditasi juga mantep. (punten pak/bu dokter.. cuma bantu kasih saran aja)

kok kayaknya aku bipolar deh…

syuut… jangan sotoy hayati.. Diagnosis gangguan bipolar itu sangat sulit. Bila kamu, atau keluargamu atau orang terdekatmu terlihat punya gejala gangguan bipolar, lebih baik jangan tanyain youtube atau google.. apalagi cari di instagram… pergilah ke dokter. Mereka ada untuk kita. Aku ada untuk kamu (#kumat #geminibelike)

“well, Mr. Holmes, what are we to do with this fact?”

“to remember it- to docket it. We may came on something later which will bear upon it.” (Sherlock Holmes to Mr.Lestrade) ngutip dari buku Doctors’ stories

 

Asosiasi Bipolar

BIPORING — support group and ring of love, empowerment, and safety KHUSUS bagi para ODB (Orang Dengan Bipolar) dan caregiver dari ODB. . Di masa modern seperti sekarang, semua orang yang ingin berkembang tidak mungkin luput dari tekanan hidup. Jika kamu memiliki tantangan mental, sadarilah bahwa kamu harus memberikan treatment dan support system yang TERBAIK bagi diri sendiri. . Karena kamu ingin maju, kamu ingin selalu produktif dan berkarya, dan jadi manusia yang punya manfaat untuk sesama. . Tantangan mental BUKANLAH batasan yang bisa mengurangi kemampuanmu untuk bekerja, berkarya, bersosialisasi, berkeluarga, dan menjadi seorang yang mumpuni JIKA tantangan mental tersebut kamu treat dengan TEPAT. Dalam support group ini, kita akan berbagi psikoedukasi dan kamu akan mendapat support system yang penuh empati, kasih sayang, dan lingkungan yang paham bagaimana untuk memotivasi kita agar tetap bisa maju dan berprestasi. . PESERTA TERBATAS, maka segera daftar melalui nomor yang tercantum di foto ini. . Hari gini bukan lagi jamannya ngebully orang yang punya tantangan mental, melainkan masanya kita FOKUS bersaing dengan positif menghasilkan karya yang keren dan bermanfaat untuk sesama apapun tantangan yang kita miliki. Tantangan bisa menjadi HARTA KARUN ketika kita belajar tentangnya dan menguasainya. Don't let your obstacles conquer you when the knowledge and tools to conquer your obstacles EXIST and CAN BE MASTERED.

A post shared by ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ MARSHANDA (@marshanda99) on

Pesan :

Ketahuilah dampak perbuatan kita ke orang lain. ga usah sok keren. ngajak orang lain ngemusuhin orang yang kita benci. Atau gak usah sok-sokan nyebarin fitnah atau ngejek orang lain. Karena hal apa yang sama – sama ditakuti oleh orang beragama dan tidak adalah satu hal : KARMA. 

 

catatan : 

30 maret – Hari Bipolar Sedunia

 

Ditulis oleh :

Fadilla Zennifa

(yang punya blog)

Disclaimer :

Penulis bukan seorang psikolog.

Hnaya seorang engineer yang belajar sedikit tentang otak.

[penulisan refrensi tidak ditulis dengan kaidah ilmiah seharusnya. Dengan alasan : ribet. Bukan karya ilmiah ini]

Referensi :

[1]http://sp2010.bps.go.id/

[2] http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html

[3] https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170331/281797103834246

[4] https://www.nimh.nih.gov/health/statistics/prevalence/bipolar-disorder-among-adults.shtml

[5] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4230313/

[6]https://www.nimh.nih.gov/health/publications/bipolar-disorder/index.shtml

[7]https://www.nibib.nih.gov/science-education/science-topics/magnetic-resonance-imaging-mri

[8]https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2902695/

[9]http://www.webmd.com/bipolar-disorder/guide/bipolar-disorder-causes#1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s