Pikiran (musim gugur ke-5, part 3)

Tulisan sebelumnya : klik link ini

Di waktu kecil (usia 3 tahun), saya mengejutkan orang tua saya dengan pecahnya ember dari hasil ulah tangan mungil saya. Pun laporan bahwa saya waktu pulang dari tempat penitipan anak (play group (?) ) selalu membawa pulang luka-luka di badan akibat berantem dengan teman sepermainan.

Sedikit dewasa, saat menjadi balita, saya ikutan balap sepeda di kompleks dengan rekan-rekan yang lebih besar.. sejak itu sepeda adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya. Hingga ada suatu momen, saat kami main “balap-balapan” . Demi menjadi nomor satu digaris finish, sepeda roda tiga yang merupakan hasil turunan abang saya itu buyar baut -bautnya… karena pergerakan saya membuat baut-bautnya menjadi longgar dan mengakibatkan roda depan dan roda belakang terpisah.

Di masa kecil, saya tidak pernah menjadi pemimpin genk. Tapi saya tidak pernah takut dengan orang lain. saya tidak pernah merasa saya akan di buli.. karena mereka tidak punya alasan untuk membuli saya. Pun kalau ada, saya tidak peduli. Pernah ada suatu masa, seorang anak laki-laki, berjalan melewati saya dan teman-teman saya. Teman saya berbisik pada saya “tuh anak sok-sok an” lalu saya datang menghampiri anak laki-laki itu, dan merampas daun yang dia pegang.. hingga dia menangis. Cerita lengkapnya saya lupa. Namun kejadian tersebut membuat abang saya dimarahi ibu si anak laki-laki tersebut. CULUN.

 

“Tak peduli , I dont buy it

Suatu sikap yang sebenarnya hanya dimiliki oleh orang-orang tak punya rasa takut. Yang mementingkan urusan diri sendiri, dibandingkan hal-hal sampah dari prilaku orang lain yang sebenarnya kalau gak diambil pusing, hidup kita jadi gak bermasalah. Merunut ke masa lalu, saya cukup apresiasi sikap si Dilla kecil. Yang mungkin harusnya diterapkan kembali oleh Dilla dewasa.

“A joker is a little fool who is different from everyone else. He’s not a club, diamond, heart, or spade. He’s not an eight or a nine, a king or a jack. He is an outsider. He is placed in the same pack as the other cards, but he doesn’t belong there. Therefore, he can be removed without anybody missing him.” ― Jostein Gaarder, The Solitaire Mystery

Tulisan ini sebenarnya saya ketahui dari timeline sahabat saya. Yang membuat saya menjadi tersenyum di pagi hari. Sebuah analogi cerdas, tapi entahlah apakah sang penulis melanjutkan kata tersebut apa tidak. Namun menurut saya, seorang Joker pun tidak akan merasa kehilangan bila tak ada satupun yang merindukan dia.. karena dia tidak butuh orang lain… tapi orang lain yang butuh dia. karena keberadaannya dapat menjadi penyalamat bagi grup manapun.

A joker just doesn’t give a fuck for shitty things, even doesn’t care.. because.. for the sake of what? _ dilla_theexplorer

Bila kita terlalu memikirkan bagaimana cara orang lain bahagia dengan adanya kita, ataupun bagaimana caranya agar orang lain menerima kehadiran kita yang ada kita bakal “meninggal” murung terus-terusan. Sedih yang tak berujung.

Di titik ini, saya sering kali berhadapan dengan para sahabat yang datang menangis karena dicampakkan. Yup, usia 25 ke-atas adalah usia yang hampir jadi keniscayaan untuk seseorang mengalami penghianatan. Baik itu dari segi romansa ataupun pertemanan.

Setelah pulang kampung ke negaranya, teman saya pulang kembali ke Jepang dengan mata cekung dan menghitam pinggirannya. Aura marahnya sangat terasa. Padahal sebelum pulang, dia sangat ceria. Usut punya usut ternyata pernikahannya dibatalkan.

ga usah merasa jadi yang paling hebat dan paling unik karena masalahmu saat ini. Semua orang menghadapi masalah yang kadar beratnya ditanggung masing-masing. Kamu memilih untuk berubah menjadi pemurung, meratapi setiap ulahnya yang telah meninggalkanmu. Sedangkan hei.. lihat dia di sana,, tertawa bahagia, pun walaupun dia berpura-pura.. tapi setidaknya dia tidak ingin dunia tau,, bahwa orang lain mampu melemahkannya… kini dia punya gadis lain.. dan kamu di sini begini.. aku sih ga masalah kalau kamu pikir ini cara terbaikmu untuk hadapi hidup. tapi coba kamu pikir. Bijakkah?

oh come on… kalau orang lain bikin kamu terluka… bukan orang lain yang kamu salahkan…. liat ke diri sendiri.. seberapa dalam kamu tenggelam dan terbuai akan goresan luka yang dia buat. kalau sampai saat ini kamu terluka.. yang salah adalah kamu… bukan siapapun… _kala hujan dan dia bercerita, Dilla 2017_

Kejam memang, tapi bukankah sesuatu yang tak membunuh kita yang akan membuat kita menjadi lebih kuat? Saya bisa mengatakan hal ini ya setelah saya berada di titik ini. Setelah semua hal yang saya lalui.. Masalah yang datang ke kehidupan kita adalah guru. Kata yang klasik namun benar. Adanya masalah yang datang, yang bahkan bervariasi, menjadikan kita sebagai makhluk yang kaya akan pengalaman. Tau bagaimana caranya berstrategi untuk kedepan. dan bersyukur bahwa telah menghadapinya di usia muda. Bukan saat renta,, ketika saat semua hal dialami menjadi semakin sulit dan rumit untuk diperbaiki..

siapa yang mencintai lebih besar, atau bahkan sangat besar, tidak akan pernah mendapatkan kembali cintanya _dilla_theexplorer

guess why? because human is greedy. we just want something that difficult to be got. we will never appreciate an effortless thing.

 

Gambar 1. Minuman ini lebih murah dari teh hijau yang saya beli. Padahl rasanya lebih enak dan isinya lebih banyak. Mungkin karena orang Jepang sadar, bahwa yang sehat emang pahit dan mahal (?)

 

Dalam dunia pergaulan pun begitu, kadang kita dipertemukan dengan orang-orang culas. Yang menunjukkan pada kita apa arti buas. melakukan segala hal agar menjadi puas. Dan keinginan yang ingin dicapai menjadi tuntas.

Hal itu mengajarkan kita untuk pergi..

tak peduli dan tak ingin kembali..

karena buat waktu kita menjadi rugi

dan kitapun bukan mereka yang menggaji

buat apa di kaji lagi

 

Balas dendam buat apa

itu tak akan membuat bahagia

lebih baik memperminim karma

karena hidup tak baik bila banyak drama

Jadilah dewasa

karena musim gugur ke lima

merupakan awal dari segala mula

 

 

 

Pikiran

-Tamat-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s