SAILORMOON CAFE DI FUKUOKA

Sailormoon, anak gadis 90an mana yang tidak mengenal tokoh kartun ini. Tak peduli dari Jepang, Indonesia, Asia, bahkan Eropa, hampir semua gadis pernah jatuh cinta dengan Topeng Tuxedo dan menghayalkan diri menjadi sailormoon member.

Tak terasa Sailormoon telah memasuki usia ke 25 tahun. (seumuran saya ternyata fufufufu). Dan dalam rangka merayakan ulang tahun Sailormoon, di beberapa kota di Jepang dibukalah kafe Sailormoon. Kota yang membuka kafe Sailormoon ini adalah Tokyo, Osaka, Fukuoka, Nagoya.

sailormoon cafe
Poster promosi sailormoon cafe

Berhubung saat ini saya masih berdomisili di Fukuoka, maka saya dan sahabat saya yang berasal dari Uyghur berencana untuk datang  ke kafe ini. Berhubung bahasa Jepangnya jauh lebih jago dari saya, maka dia bertugas sebagai orang yang “membooking” tempat kita untuk nongkrong di sana nanti. Ya, karena kafe ini adalah kafe “edisi terbatas” maka untuk bisa nongkrong di kafe ini, setiap pelanggan di wajibkan untuk membooking tempat melalui website berikut ini : https://sailor-moon-cafe2017.jp/fukuoka_information/ satu kali booking, kami harus membayar 1000 yen.  Kafe limited edition ini hanya buka pada 1 November 2017 hingga 3 Desember 2017.

Susu stroberi kas korea yang di minum di depan toko korea, Nakasu Kawabata

Berhubung jarak rumah ke Nakasu Kawabata(tempat janjian  kami, terkenal sebagai tempat hiburan di Fukuoka) hanya 20 menit dari rumah saya, maka saya memutuskan untuk berjalan kaki. Dan berhubung saya sampai duluan maka saya memutuskan untuk jajan di toko korea yang ada di Nakasu Kawabata tersebut.

Suasana di depan Sailormoon cafe

Kemudian setelah bertemu, kami berjalan kaki dari Nakasu Kawabata menuju Tenjin (5 menitan). Kafe “limited edition” ini berada di Daimaru mall. Setibanya kami di Kafe, ada banyak gadis 90-an yang mengantri dan foto-foto di depan kafe.

Peraturan yang ada di Kafe

Nah berhubung saya dan sahabat saya adalah seorang muslim, peraturan nomor 5 sangat menguntungkan buat kami. Kami berencana untuk memilih menu dengan kandungan “non daging”.

dsc_0936-316136250.jpg
Menunya mahal amat dah

Seperti kebiasaan orang Jepang pada umumnya, untuk masuk kafe, kami wajib antri sesuai waktu yang telah ditentukan

Saya: eh lu ngerasa gak sih kalau menunya mahal banget?

temen: iya nih, mahal. Apalagi yang bakal kita pilih

Saya : Menurutmu apa yang bikin kafe ini mahal? designnya kayanya bisa dibikin di mana aja deh

temen : Lisensi penggunaan karakter. Menurutku itu sih yang bikin toko limited edition ini mahal.

Saya: Bener juga, eh tapi ini kalau dibikin hal serupa di negara kita masing-masing dan kalau ga ada yang kasih tau bahwa toko serupa exist, ga akan terjadi apa apa

temen : iya sih

saya : eh ga mungkin ding, sekarang kan dah era informasi, semua orang mau eksis. Pasti bakal ketauan karena pada post tentang kafe serupa. haha

Sayangnya saat tiba giliran kami (setelah antri beberapa menit), staf kafe berkata

Anda memesan hanya untuk satu orang

Jegeeeer, ternyata ada hal yang bikin kami salah paham saat melakukan booking / reservasi. Kemudian staf memberi kami pilihan, untuk melakukan cancel (uang gak balik lo) atau menunggu sampai ada sisa seat. Berhubung waktu semakin sore, dan musim dingin mengakibatkan waktu malam datang lebih cepat. Kami memutuskan untuk membatalkan rencana nongkrong kami. Dan minggat ke Saizerya…

Hemat 2000 yen euy.. walaupun uang 500 yen keluar tanpa faedah… hihi

Usagi, stand up! We’ll always be together. Now, run!“— Rei Hino, quote from episode 45

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s