Kita berbeda bukan dari pakaian

Sepuluh tahun yang lalu, kota ini ku singgahi bersama salah satu anggota keluarga yang kini telah tiada. Ya, hal ini mengajarkanku bahwa di dunia ini, mati adalah suatu kepastian. Kita hanya menunggu waktu itu datang.

Lalu apa makna hidup?

Hidup adalah serangkaian keputusan yang dipilih -tante iis-

Dan mungkin itulah yang mengantarkanku kembali ke kota Bandung. Ada energi besar yang membuatku memutuskan untuk menggendong backpack ku dan melangkah ke sana seorang diri. Singkatnya, energi besar tersebut bernama “SEMANGAT”. Di kota inilah sahabat, teman, kenalan, seseorang, dan minuman favoritku berasal. Sesampainya di stasiun Bandung, tak hentinya aku tersenyum. Kenapa? Karena logat sunda sangat lucu dan manis di telingaku yang orang sumatra ini. Selama perjalananku mengarungi kehidupan, aksen sunda menjadi aksen favoritku. Kenapa? Mungkin karena orang -orang sunda sangat meninggalkan kesan untukku. Dalam segala hal… Ya dalam segala hal..

aku ingin melawan media yang acap kasar terhadap islam, dengan membuat konten-konten positif – Gilang, youtuber (senpai Fuoka)

Cukup mengagumkan, bila pemuda banyaknya hanya berusaha eksis tanpa tujuan. Mojang Bandung yang saya sebutkan sebelumnya ini ternyata punya goal tentang hal yang dia lakukan. Berawal dari sharing berbagai hal berbau Jepang dan interview dia pada penduduk Indonesia yang berdomisili di Jepang, terus berlanjut dengan terbentuknya komunitas “Minnapai squad” yang berlokasi di Bandung. Komunitas ini ibarat menjadi tempat nongkrong buat mereka yang suka segala hal positif dari budaya Jepang. Hingga, saat saya tiba di stasiun Bandung, berangkatlah saya menuju Balai Kota Bandung, dan bertukar pikiran pada komunitas dengan demografi usia anggota yang cukup lebar. Dari SMP hingga Paska Sarjana. Senang? Tentu saja. Karena ngobrol dan bertukar fikiran, menurut saya adalah salah satu vitamin kehidupan.

Bertukar pikiran dan kisah hidup adalah hal yang dapat ditemukan di jalanan, bukan di sekolah -pak supir taksi di Jalur sudirman, Jakarta-

Pada sebuah mimpi yang kita perjuangkan, pada semua lelah yang kita lawan. Saya termasuk yang percaya, bahwa perempuan punya peran besar dalam membentuk negeri. Dari perempuanlah, konsep pikir suatu keluarga dapat dijalankan. Mungkin laki -laki yang mengarahkan, tapi eksekutornya tentu bukan laki laki tok saja kan? Maka, sebenarnya logika apa yang mendukung cara pandang bahwa perempuan tak pantas menjadi sosok vokal, ceria, berpendidikan, beragumen dan BERPIKIR? Dari itu pulalah, aku langkahkan kaki, dan menemui sosok inspiratif bagi kalangan pemuda. Caranya membagi pengetahuan yang beliau punya, membuat orang lain punya mimpi untuk menjadi seperti beliau.

Metode apa yang tante lakukan saat mengajar? tampaknya tante jadi sosok yang amat berkesan diantara para Widyaiswara

Kemudian tante iis menjawab

Saya mengajar karena saya suka. Terkait dengan ilmu, saya belajar juga karena saya penasaran.

Saya setuju, untuk membuat seseorang enjoy saat belajar “curiosity” itu sangat penting. Ini juga jadi gerbang jawaban, ” kenapa belajar? ”

Saat itu saya bertemu tante iis di kantornya, sosoknya yang ceria tampak ramah pada siapa saja. Dengan karakter tersebut, pertemuan yang perdana itupun memupuskan rasa canggung yang dapat membuat janggal suatu pertemuan. Tidak pada saya saja, namun pada karyawan yang ada di gedung itu juga.

I treat people as a human

Bukan karena dia siapa, tapi karena dia juga manusia. Ujarnya padaku yang duduk disampingnya. Sebagai manusia, kita juga terdiri dari perempuan dan laki-laki. Sebenarnya bukan pakaian yang menjadikan dua jenis kromosom ini berbeda. Dalam berpakaian, saya tidak pernah menggunakan rok. Pun saya juga suka mendaki gunung. Karena saya sadar, yang menjadikan seorang laki-laki menjadi laki-laki dan perempuan menjadi perempuan bukan dari tampak luar….

Perempuan dan laki laki menjadi berbeda karena cara berpikir. Cara berpikir laki-laki dan perempuan tidak lah sama. Maka, jadilah seorang perempuan.

Fadilla Zennifa,

Bandung-Jakarta

(argo parahyangan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s