Bantu guru melihat dunia

Berhubung telah seminggu saya berada di pulau jawa, 24 Desember yang lalu saya akhirnya mendarat juga di kota Bengkulu. Sudah lebih dari setahun kota ini tidak saya kunjungi. Disaat yang bersamaan saya menyadari bahwa saya rindu sekali ke sekolah. Maka hari kedua setelah sampai di Bengkulu, saya memutuskan untuk mengunjungi SMA saya.  Jelas, karena libur, ya gak ada kegiatan belajar mengajar di sana. 

Selaras dengan prioritas program pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan di tahun 2018, yaitu peningkatan kualitas guru, PPI Dunia berinisiatif melaksanakan program “BANTU GURU MELIHAT DUNIA” bagi guru-guru di Indonesia. Dengan berbekal potensi sumber daya manusia dan jaringan PPI Dunia yang tersebar di berbagai negara di dunia diharapkan dapat memberikan alternatif baru dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Kebetulan saya turut bergabung dengan kegiatan ini. 

Untuk mengetahui animo para pemuda Indonesia dan cara pandang pemuda terhadap studi banding untuk guru, diadakanlah survei. Survei ini dilakukan dari tanggal 25 hingga 26 Desember 2017, dan responden diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia di google forms. Penyebaran informasi survei ini dilakukan dengan menggunakan berbagai wadah sosial media baik itu dari PPI Dunia atau akun pribadi para anggota PPI Dunia. Dari survei ini, didapatkan 220 responden dengan mayoritas perempuan (52.3%) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan di luar negeri. (Banyak juga ya)

 

Dari hasil survei tersebut,terdapat 10% responden yang menyatakan bahwa studi banding ke luar negeri untuk guru tidaklah perlu. 

Tidak perlu karena…

  1. Standar guru di berbagai wilayah di  Indonesia berbeda

  2. Menggunakan dana yang tidak sedikit

  3.  Cukup Menggunakan fasilitas online saja

  4. Cukup ahli pendidikan saja

Sedangkan mayoritas responden (90%) menyatakan bahwa melakukan studi banding ke luar negeri untuk guru, perlu dilakukan. 

Perlu karena…

  1.  Memperluas wawasan

  2. Bahan perbandingan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses mengajar

  3.  First- hand experience (Pengalaman langsung)

  1. Karena belum banyak ahli dari Indonesia

 

Hasil yang menarik, dan saya cukup senang melihat tanggapan yang luar biasa dari para pemuda Indonesia ini. Kalau kamu penasaran dengan hasil lebih rinci dari survei ini, silahkan pantengin website ppi dunia ya. Oh iya, secara bersamaan, BGMD Komisi pendididikan PPI dunia telah  menyediakan wadah untuk para pemuda bangsa yang ingin ikut berpartisipasi menyumbangkan dana dalam mewujudkan program bantu guru melihat dunia.

Silahkan akses link berikut ini:

https://kitabisa.com/PPIDuniabantuguru/

 

Oleh :

Fadilla Zennifa

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s