Drama dan media sosial #part 1 Instastories

Musim dingin di pagi hari dibarengi dengan suara hujan menemani saya mengetik tulisan ini. Secangkir teh di sebelah kanan, PC di depan muka. Saya sebut aktifitas ini sebagai ritual pagi. Ngomong-ngomong tentang musim, pada akhirnya sekarang kita telah melewati tengah bulan Januari 2018. Namun berbicara tentang waktu, kita juga tak akan lepas dengan yang namanya teknologi. Banyak yang bilang saat ini dunia akan mulai menghadapi era AI. alias Artificial intelligence a.k.a Kecerdasan Buatan. Tentu aja kami para engineer dibidang kelistrikan dan informatika sangat senang dengan hal ini (Sistem cerdas merupakan mata kuliah di teknik elektro prodi Telekomunikasi). Betul sekali rupanya pernyataan seorang profesor tempat saya berkonsultasi sebelum masuk kuliah. Bidang yang tak akan lekang dimakan jaman salah satunya adalah Teknik Elektro. Jaman sekarang, apasih yang tidak memanfaatkan aktifitas listrik? bahkan saat ini para ilmuwan juga menyadari bahwa otak kita sendiri menghasilkan aktifitas listrik.   

Seiring dengan berjalannya waktu, pertanyaan paling klise seperti di bawah ini akan sering muncul:

Mampukah manusia menjadi lebih cerdas di era Kecerdasan buatan ini?

Kenapa klise? karena kemungkinan jawabannya juga akan klise,

Tergantung pribadi masing-masing

Sosial media yang semakin hit- hits dan hits. Panggil namanya Instagram

Haha, yaudah lah ya. Opening tulisan kali ini terlalu bertele-tele. Langsung masuk ke isi aja deh. Sesuai judul, saya membuat judul sebagai drama instastories.  Ngomong-ngomong, perihal sosial media, pada tahun 2017 saya pernah membahas terkait sosial media dan kita. Di artikel tersebut saya sedikit menyinggung fenomena Efek Bystander. Tapi perlu dicatat, di tulisan kali ini saya tidak membahas fenomena itu. Saya hanya akan sedikit menyentil tentang fenomena HAUS PERHATIAN.

Perkembangan zaman saat ini menimbulkan istilah baru di dunia informasi. Namanya adalah “Over sharing phenomenon” alias fenomena berbagi yang berlebihan”. Saat ini semua orang ingin menceritakan segala tentang ke-AKU annya. Inginnya diterima apa adanya. Inginnya orang-orang paham dengan dia. Instastories sebagai salah satu alatnya.

Everyone wants to be accepted. But not everyone is going to accept you.

Semua orang emang pengennya diterima, tapi gak semua bakal terima kamu. Ingat itu anak muda. Bahkan walaupun tujuannya tidak menceritakan tentang DIRI SENDIRI, tetap saja persepsi orang lain tidak 100 persen sama dengan persepsi yang kita inginkan. Suatu hari saya pernah berbagi cerita tentang ke-disiplinan di Jepang, dan tanggapan salah seorang instastoriers adalah seperti di gambar berikut ini :

Gak semua share yang kami lakukan dianggap “sharing” banyaknya malah berpikir bahwa itu adalah sesi curhat

 

Namun gak sedikit pula yang punya persepsi bahwa sesi berbagi ini bukan sharing ke-AKUan diri.

Komentar mengenai instastories

 

Pernah gak sih, kamu mantengin instastories orang-orang. Namun yang TERTONTON adalah adegan-adegan nir-faedah seperti bikin boomerang melet-melet, kedip – kedip, senyum-senyum ? gimana rasanya?

CRINGE

Lalu bagaimana cara memberantas perilaku toxic ini? ya lagi, jawaban klise.

Mulai dari dirimu sendiri

Sebelum kamu ngepost, coba ganti posisi kamu jadi orang yang nonton-in kamu.

  1. Apa mereka butuh curhatmu?
  2. apa mereka butuh foto mu melet melet?
  3. Kenapa mereka harus tau kamu lagi ngelakuin itu
  4. bagaimana kalau kamu di posisi mereka
  5. Berapa lama mereka akan ingat hal yang kamu share?

Tapi kak Dilla, itu kan cara saya mengespresikan diri sendiri.

Sak karepmu ..

 

 

 

SALAM OLAHRAGA

 

apa yang buat kita jadi kita?

Ayo cari tau!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s