Kenapa saya menggunakan Chromebook ?

“bentar ya, OS saya chrome book, saya cari dulu aplikasinya”

Itulah hal yang sering saya katakan kepada rekan satu organisasi ketika ada suatu proyek yang akan dikerjakan. Banyak yang berpikir saat mendengar kata chromebook yang dimaksud adalah google chrome (web browser). Padahal yang saya maksudkan di sini adalah Operating systems (OS).  Ya wajar sih, karena di dunia ini orang banyaknya mengenal google chrome daripada chromebook. Di sisi lain, pengguna chromebook di dunia berkisar di bawah 0.66 %.

sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Usage_share_of_operating_systems

Ide menggunakan komputer dengan OS chromebook berawal dari kebosanan saya dengan penggunaan OS windows (sorry pink, kamu jadi jarang saya sentuh). Saat itu, netbook saya yang saya panggil si Pink itu sangat lambat kerjanya. Sehingga menghalangi saya untuk memperdalam hobi saya (nulis).  Di sisi lain, di lab saya sudah menggunakan laptop canggih khusus buat riset (dan gak mungkin juga dipake untuk keperluan pribadi). Maka saya putuskan untuk membeli laptop baru. Harga bukan menjadi patokan utama saat itu (tapi cukup jadi hal penting yang diperhitungkan), saat berpikir laptop seperti apa yang ingin saya beli, saya coba-coba mencari tau tentang OS anti mainstream. Well, seumur hidup saya gak pernah tertarik menggunakan produk dari apple (pertama, saya benci dengan hal-hal yang berbau “gengsi”, kedua dulu pernah ga sengaja pake produk apple selama 3 tahun, dan mengakibatkan saya gak suka dengan produk ini sampai sekarang. Ketiga, udahlah terlalu mainstream gak ada unik-uniknya). Maka saya benar-benar memejamkan mata dari produk berbau Apple  itu. Kemudian saya berpikir untuk membeli komputer dengan OS windows, cuma saya berpikir, kalau saya mau beli laptop impian saya (yang gak akan pernah saya bocorin kalau belum ke beli) maka ngapain pake os Windows lagi. Apalagi tujuan utama saya membeli laptop baru adalah untuk alat saya menulis. (menulis buat blog, novel, artikel dan hal hal yang berbau sekedar nulis). Kebetulan saat itu saya mendapat informasi tentang chromebook (hasil surving). Melihat harganya yang murah, dan saya belum pernah pake OS ini maka saya putuskan untuk membelinya.

chromebook saya

Harga si chromie ini sekitar 4 jutaan rupiah. Jadi setelah make lepi ini, apa dil kelebihannya?

awalnya saya pikir ini lepi gak ada kelebihan, yang ada kekurangan

Namun ada kok kelebihannya. Jelas, OS kaya ginian gak rentan ama virus. Mau ke klik malware ya ga masalah. Bisa teratasi segera.  Selain itu, batrenya tahan lama. (ya wajar sih, ga banyak task yang dilakuin soalnya. hahahaha ) Dan saya juga belum punya banyak waktu untuk mengeksplore lepi saya ini. Yang jelas, ini chromie gak cocok dipake buat negara yang internet koneksinya lambat. Karena walaupun bisa dipake secara offline, dasarnya dari lepi ini adalah online, sistem cloud. Cuma hal ini menjadikan saya terlatih untuk bekerja dengan sistem yang terintegrasi. Khusus untuk tulisan-tulisan novel saya yang akan datang, saya menggunakan sistem cloud ini. Jadi di gadget apapun, ketika ide saya muncul, saya bisa menuliskannya.

 

Dengan sticker Paramore

Hmm, sebenarnya pengen bahas lebih dalam dan lebih teknis. Cuma saya akhirnya mulai ngantuk. Yaudah lah ya.. bye

 

artikel di sini cukup menarik : https://chromebookvswindows.com

ngomong-ngomong kalian tau gak dengan yang namanya deep web?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s