Drama dan Sosial Media #3-wadah-

[sebuah wadah]
Bagaimana bila lagi saya mengajak kawan untuk berhayal.
Ya sudah dari jaman sekolah dulu hobi saya adalah mengajak teman-teman berhayal.
Letupan-letupan di otak saya ini rasanya selalu muncul tiba-tiba.
Karena bila bukan tiba-tiba, saya menyebutnya menjadi skenario, perencanaan.
Masih berkutat soal media dan ceritanya. Sering saya bergumam, kok orang-orang pada bela-belain bikin kaya orang lain,
padahal produk serupa gak terlalu sulit dibuat. Bila mau.
Apakah karena saya keturunan minang? entah lah.
Kalian semua tau kan kalau di sumatra barat, tidak ada franchise yang bukan berasal dari orang sana.
Kalian tau kan di Tiongkok, daripada menggunakan produk orang lain, mereka memodifikasinya menjadi produk serupa, dan bahkan memonopolinya.
Tujuan dari kedua contoh itu apa? ya untuk memajukan sektor perekonomian wilayahnya sendiri.
Mungkin dengan prinsip, kalau kita sendiri bisa buat, ngapain pake produk orang?

Pantaskah saya disebut pemerhati telekomunikasi?
Sebut saja awal mula saya terhubung dengan dunia internet adalah tahun 2000an.
Saya tumbuh berkembang bersamanya. Menjadi bagian di dalamnya, berjalan bersamanya.

Namun ada hal yang lambat laun mulai menjadi tak menarik.
Semakin banyaknya orang yang menggunakan internet tanpa paham konsukuensi bahwa data mereka digunakan pihak lain.
Bahwa mereka telah memberikan uang mereka kepada orang lain.

Saya mungkin memang sok-sok an. Dengan viewer blog yang perhari cuma puluhan, berani pasang domain sendiri.
Tapi karena saya ingin jadi “dewa” dan tau behavior orang -orang yang datang ke wadahnya saya.

Maka saya cukup terheran, bila makin hari makin banyak publisher baru, media baru, komunitas baru,
yang daripada memilih untuk membangun wadah sendiri, malah menggunakan wadah orang lain. Berlomba -lomba “memaksa” sang calon anggota untuk bikin akun,
sebut saja line, twitter, instagram, facebook. yang seharusnya kita bukan menjadi user dari orang lain. Tapi jadi produsen orang lain.
kita bikin wadah wadah itu makin kaya makin kaya makin kaya. Karena usernya ga berkurang.

Saya salut dengan Net. Dari awal perkembangannya, bisa dikatakan mereka adalah media yang paling inovatif dibanding pesaingnya.
Mereka bangun sendiri wadah mereka. Liat saja apps net cj, zulu id. Mereka gunakan fb, twitter, instagram hanya sebagai wadah akses sekunder.
Atau sebut saja sebagai wadah “teaser”. Tetap saja bila sang user tertarik, mampir ke wadah yang mereka buat adalah satu-satu cara agar dapat full akses.

Jadi apa untungnya buat mereka?
tentu pundi – pundi uang masuk semakin banyak, data behavior pengguna dapat mereka kontrol dan tersimpan secara rahasia tanpa butuh meminta pada pihak ketiga.

akankah deeexplorer.com dapat menjadi wadah layaknya net media?
Bisa aja sih,
namanya juga menghayal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s