Sebuah kekesalan atas nama pemograman

Dalam dunia akademik, sebenarnya saya termasuk orang yang galak. Beberapa diantaranya ketika meminta saya yang mengajarkan, merasa tertekan jiwanya setelahnya. Haha lebay sih ini, ga semua bilang kaya gitu sih. Namun menurut saya, dalam penyerapan suatu ilmu, basic knowledge itu sangat penting. Kenapa? karena dari basic knowledge, ketika suatu problem muncul, tapi kita sudah mengerti dasar dari masalahnya, akan lebih mudah bagi kita untuk menyelesaikan masalah. Tinggal ditambah sedikit modifikasi. Itu saja

Makanya ketika ingin mempelajari sesuatu, hal yang paling pertama wajib ditanyakan adalah  kepada anak didik, sudah seberapa jauh kamu tau tentang suatu hal. Misalnya, membahas signal processing, sebelum jauh -jauh mempertanyakan perbedaan kelebihan wavelet dari pada metode FFT alangkah baiknya mempertanyakan satu dimensi itu apa, dua dimensi itu apa, sistem analog itu apa dan sistem digital itu apa. Karena bila sudah mengerti dasar dari semuanya, akan mudah untuk bergerak ke langkah selanjutnya.

Saya paling gampang ke trigger bila ada orang bertanya

Kamu metode analisa pake apa? EEG lab atau matlab?

rasanya yang ingin saya lakukan adalah membalikkan meja. Dan berkata

maneh udah sekelas graduate school student masih aja nanya perihal eeglab sama matlab. Berapa kali gw harus bilang kalau EEG lab itu bisa dipake kalau ada matlab.  Matlab itu alatnya. kalau yang lo tanyain itu metodenya apa, maka komparasi lu melenceng jauh.

Agak kesel kalau orang-orang dibalik komputer seperti kami masih juga harus diingatkan bahwa dalam menganalisis data, bukan bahasa pemogramannya yang harusnya jadi titik fokus. Melainkan algoritma penyelesaian masalahnya. Gw belajar hal ini tentu karena liat cara belajar nyokap. Beliau memang bukan programmer, tapi soal algoritma, beliau adalah pakarnya. Dari beliau gw belajar, dalam menerjemahkan masalah dunia nyata ke dunia digital, yang diperlukan adalah bukan masalah penguasaan bahasa pemograman, melainkan penguasaan alur algoritma penyelesaian masalah. Yang sisanya tinggal disesuaikan dengan bahasa pemograman yang dipake.

 

begitu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s