Try Everything ? Guru SMA part #1

Suicide is beautiful way to die

Bunuh diri adalah cara terbaik untuk mati. – Murid SMA XXXX-

Setelah sebelumnya saya sempat merasakan internship di perusahaan Game Fukuoka, kali ini saya menjadi bagian dalam perusahaan B2B (business to business) Jepang. Ya tentu saja saya ambil bagian sebagai part time job student, bukan karyawan. Kok bisa? Begitulah salah satu benefit yang saya rasakan berada di sekolah negeri terbaik di pulau Kyushu (top 10 di Jepang). Ada banyak kerjasama dan kesempatan yang bisa dilakukan dari Universitas ke sekolah-sekolah atau perusahaan setempat.

Saat ini liburan musim semi telah di mulai, dalam perusahaan bertipe B2B itu saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten guru bahasa inggris di sekolah swasta katolik khusus perempuan  dan Sekolah negeri terbaik di Fukuoka.

Pada part 1 ini , saya akan menceritakan pengalaman unik di sekolah swasta khusus katolik khusus perempuan. Jujur saja, saat pertama kali sampai di sekolah tersebut, saya tidak tau bahwa itu adalah sekolah katolik. Sebelumnya hal yang saya ketahui hanyalah bahwa sekolah ini adalah sekolah khusus perempuan, dan murid-murid yang akan saya ajar adalah murid-murid yang pernah punya pengalaman exchange keluar negeri.  Betapa kagetnya saya, saat memasuki gedung sekolah, saya melihat banyak patung-patung yang biasanya terdapat di gereja, dan adanya tanda salib besar. Sekolah ini terletak dilokasi yang cukup jauh dari pusat kota, namun lingkungan sekitarnya sangaaaaat indah. Oh my God.

Program yang saya pegang kali ini berdurasi 3 hari. Dalam waktu 3 hari, hal yang saya dan tim ajarkan adalah mengenai bagaimana cara berdikusi, bikin artikel, dan presentasi yang baik. tapi bisa dikatakan 90 persen kegiatan adalah berdiskusi. Inilah sebenarnya salah satu penarik hati saya untuk bergabung ke program ini (selain gaji yang super menggiurkan). Bagi saya, bertukar pikiran adalah hal yang mahal. Apalagi bertukar pikiran pada bibit-bibit bangsa Jepang. Topik yang kami bahas secara garis besar adalah tentang tujuan hidup dan persiapan masuk universitas.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui, bahwa orang Jepang pada umumnya adalah umat yang pemalu. Mereka tidak terbiasa mengungkapkan pendapat secara lantang. Dan mereka memang sudah didik dari kecil untuk menjadi umat-umat yang tidak bisa dibaca dengan mudah maunya apa dan apa emosi yang sedang terjadi sebenarnya. Pemerintah Jepang mengetahui hal ini tidak baik, oleh karena itu mereka gencar mengangadakan acara pertukaran debat bahasa inggris atau diskusi kecil antara mahasiswa internasional dengan murid setempat.

Perlu kamu ketahui, mungkin di Indonesia standar kecerdasan seseorang diliat dari kemampuannya dalam menyelesaikan persoalan matematika. Namun di Jepang, standar kepintaran bisa dilihat dari kemampuan berbicara bahasa inggris (karena basically mereka memang jagoan matematika). Jadi kalau kamu jagoan ngomong bahasa inggris, kamu jagoan debat, bisa dibilang kamu anak pintar.

Nah berbicara tentang “debat”, tentu saja ada hubungannya dengan komunikasi. Berbicara tentang komunikasi, berarti kita berbicara tentang hubungan antar manusia. Sejak saya duduk di bangku sekolah, saya percaya bahwa tidak ada manusia yang pendiam.

Pendiam hanyalah sebuah mitos, tidak ada orang pendiam di dunia ini. Banyak sedikitnya berbicara seseorang tergantung tingkat kenyamanannya pada orang yang dia ajak bicara. Menghadapi orang pendiam, bagi saya adalah suatu tantangan. Orang pendiam itu menantang, menantang untuk dibuat jadi gak pendiam, _ DILLA kecil (kelas 4 SD)

Maka dengan berbekal prinsip itulah, saya mencoba untuk menggali karakter seseorang.

berbicaralah dengan hati, maka akan sampai ke hati

Saya sangat percaya mantra itu.


Karakter orang Jepang yang pada umumnya pendiam itulah yang membuat saya selalu penasaran dengan mereka. Karena, bila berhasil kamu mengeksplorasinya akan ada banyak hal yang bikin kamu terkejut. Cara pikir mereka, pengetahuan dasar mereka, jujur saja jauh diatas rata-rata anak-anak Indonesia di masa saya atau mungkin hingga kini. Pernah gak sih kamu ketemu murid SMA yang hobby-nya adalah baca buku konfusius? Mungkin ada kali ya kalau di Jakarta. Daerah lain?

DSC_0104-02
Salah seorang murid yang sangat menyukai buku-buku karya konfusius

Saya gak tau sih, entah karena saya memasuki sekolah anak-anak orang kaya atau bagaimana, tapi otak mereka, gak usah ditanya lagi lah wawasannya. Like.. oh my goodness, di umurnya mereka saya udah ngapain aja sih.. Kayanya sih waktu itu diumur mereka saya lebih cenderung ngomongin hal-hal sampah receh dan murah gitu.. apa mungkin ini ya kelebihan sekolah di sekolah mahal dan bersuasana internasional?

Ngomongin masalah cita-cita.. maan. Mereka gak monoton! ada yang mau jadi pramugari, jadi sound engineer, fashion designer, Pedagang international, Guru bahasa inggris, direktur film, dan lainnya. Hal ini mungkin terjadi karena memang di Jepang, sekolah ada banyak jenis, dan bidangnya juga ada amat sangat banyak. Mungkin karena itu pilihan mimpi mereka jadi banyak.

DSC_0104-01
Quotes dari murid yang bercita-cita menjadi seorang film director

Salah satu murid yang bercita-cita ingin menjadi direktur film melakukan presentasi tentang impiannya. Dia bercita-cita untuk ingin menjadi seorang film direktur, karena menurutnya impian tersebut merupakan jalan yang paling efektif untuk membuat orang lain tergerak dengan apa yang kita pikirkan. Dia berkata, salah satu cara yang dia lakukan adalah dengan melakukan berbagai macam kompetisi. Selesai dia melakukan presentasi, saya pun berkata:

Saya setuju dengan strategimu dalam menggapai mimpi. Kompetisi adalah salah satu cara terbaik untuk memacu diri untuk lebih baik, karena dari kompetisi, kamu akan bersaing dengan orang-orang terbaik ataupun memiliki minat yang sama

Kemudian guru (Mr.B, dari Amerika),  yang berada di kelas bertanya, “seperti apa cerita yang sedang kamu bikin? ”

lalu dia menjawab

” Saya sedang membuat skrip cerita kisah cinta tentang seorang perempuan yang kabur dari rumahnya. Kemudian perempuan tersebut jatuh cinta pada seseorang, namun tetap saja pada akhirnya perempuan tersebut mati. Mati dengan cara bunuh diri. Menurut saya bunuh diri adalah cara mati yang paling indah”

Glek… saya dan Mr B terkejut mendengarnya.

Setelah kelas berakhir, saya ngobrol dengna Mr.B dan saya bilang ke dia

“saya tau anda kaget mendengar pernyataan tadi”

“Jika saya adalah guru tetap sekolah ini, saya akan meminta dia untuk menghadapi guru BP.”

lalu dia melanjutkan

“Saya pernah mengalami depresi”

sambil menujukkan luka ditangannya

 

*bersambung*

 

Advertisements

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s