Perbedaan perasaan Mahasiswa (International) Master dan Mahasiswa Doktor di Jepang

Tulisan ini adalah tulisan ekslusif yang niscaya tidak akan kamu dapatkan di blog lainnya. Saya tertarik menulis hal ini setelah bertemu dengan mahasiswa asing dari negara ASEAN lainnya. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan sahabat saya yang dari negara autonomus di Tiongkok mengenai kehidupan kami setelah 4.5 tahun di Jepang. Tentang hal-hal yang berubah, hingga betapa polosnya kami ketika awal datang ke Jepang. Karena kami datang ke Jepang sebagai anak muda yang saat itu berusia 22 tahun. Artikel ini hanya sebuah pendapat pribadi, setelah menjalani dua jenis jenjang studi tinggi yang berada di negeri matahari terbit. Bila banyak yang menganjurkan seseorang untuk melanjutkan S3 di usia muda dan single, maka saya adalah orang yang akan mengatakan SANGAT TIDAK RECOMMENDED. Terutama bagi orang-orang lemah. Definisi lemah adalah lemah dalam hal tak mampu hidup sendirian.  Karena sahabat seorang kandidat doktor adalah kesendirian. Karena apa, karena kamu akan menyaksikan orang datang dan pergi kembali ke negara masing-masing. Bahkan teman-teman seangkatanmu ketika kuliah master sudah terbang ke kota-kota lainnya.

84d7522c-1f3d-4663-a195-126a2d6b4082
Definisi simple

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s