The Buru Quartet #1 This earth of mandkind

Kau tau? ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang bumi pertiwi, dan kuasa untuk mengetahuinya salah satunya adalah ketika kejadian berlalu setelah berpuluh-puluh tahun, atau ketika engkau berada jauh dari negeri melambai tersebut. Aku lupa bagaimana pada awalnya aku memutuskan untuk membaca buku karya Pramoedya Ananta Toer ini. Padahal dulu, waktu mengunjungi Indonesia beberapa kali, aku melihat namanya terpapar di rak buku toko ternama Indonesia. Tapi entah kenapa aku tidak tergerak membelinya.

Hingga beberapa bulan yang lalu aku mulai melirik pergerakan komunisme di Indonesia. Aku berlayar dalam wadah  dunia maya ini, memeriksa koleksi perpustakaan digital kampus ternama di Indonesia dan membandingkannya dengan perpustakaan digital kampusku di Jepang. AH iya! aku ingat, penjelajahan ini terjadi dikarenakan aku baru saja membaca buku SOE HOK GIE sekali lagi. (kelak review bukunya akan aku publish). Di mulai pertama kalinya aku mendengar lagu yang sempat jadi haram diperdendangkan di Indonesia (genjer-genjer-red). Hingga aku coba mencari fakta yang pernah terjadi di bumi pertiwi itu.

Screenshot 2018-04-15 at 4.52.48 PM
Buku yang aku pinjam dari perpustakaan Kampus, dan Buku ini tidak ada di perpustakaan kampus Indonesia

Adalah buku berjudul

The Communist Party of Indonesia : its history, program and tactics

Memberiku suatu fakta baru bahwa Indonesia pernah menjadi negara komunis terbesar di dunia setelah Tiongkok. Apakah salah ku baru mengetahui fakta sejarah ini di tahun 2018? entahlah. Yang jelas, dan yang paling pasti aku bukanlah seorang yang pernah bersentuhan dalam ilmu politik (bukan mahasiswa FISIP). Mungkin karena itu pula orang-orang FISIP selalu menarik bagiku.  Mereka punya ilmu pengetahuan yang tidak aku punya.

Lalu kapan mulai review buku nyaaa Dilla????

Harus aku akui bahwa buku karya Van der Kroef ini cukup berat di kepala, hingga sudah lewat masa peminjaman aku tidak mampu menyelesaikan.

Hingga pada review buku ini aku tidak mereview buku tersebut, melainkan mereview buku karya Pramoedya Ananta Toer atau yang biasa dipanggil “Pram” . Di tulisan kali ini aku membahas tulisannya yang berjudul Bumi Manusia. Buku ini adalah suatu novel quartet. Sebagaimana yang namanya quartet, ada 4 series dari buku ini. Berhubung aku berada di Jepang, maka aku memutuskan untuk meminjam buku karya Pram ini di perpustakaan kampus.

Untuk kalian yang gak tau, buku ini sempat ditarik dari peredaran di Indonesia dikarenakan adanya kecurigaan dari buku ini dengan aktifitas marxixme dan Komunisme pada tahun 1981 oleh Kejaksaan Agung. Namun bayangkan, sebelum buku ini dilarang beredar, buku ini telah melakukan cetak ulang hingga 10 kali dan telah laku terjual sebanyak 5000 exemplar dalam 12 hari sejak penerbitan pertama. Gila gak tuh? saat itu entah berapa banyak orang Indonesia yang sudah bisa membaca. Hingga gak mengherankan saat ini buku ini telah diterjemahkan dalam 33 bahasa. Untuk seri dalam bahasa Inggris, buku ini berjudul The Buru Quartet: This earth mankind. Dalam versi bahasa inggris, buku ini memiliki tebal sejumlah 367 halaman. Dilengkapi dengan glossarium di halaman terakhirnya.

dsc_0015-01775316046.jpeg
Bumi Manusia / This earth of Mankind

Meskipun buku yang aku baca ini merupakan hasil terjemahan, namun siapa sangka bahwa emosi yang dituliskan oleh Pram ini tetap masuk ke jiwaku. Terutama buku ini banyaknya bercerita tentang perempuan,  “nyai”, sakit hati, dendam, dan penyembuhan jiwa dengan setting Jawa pada tahun 1898. Aku tetap terpesona dengan gaya Pram yang sejatinya adalah seorang laki-laki dan mampu menceritakan suatu kisah tentang seorang perempuan dari sudut pandang perempuan. Apakah itu artinya Pram mampu menaklukan dunia kompleks seorang wanita? entahlah.

Buku ini sangat layak untuk dibaca, karena ada banyak kutipan-kutipan yang akan membuat dada”nyess”. Salah satu contohnya adalah kalimat perumpaan ketika Sastromo dan istrinya ingin sekali berjumpa dengan anaknya, Sanikem (nyai Ontosoroh). Dan ketika Sanikem dipaksa untuk bertemu dengan orangtuanya, dia berkata :

Consider me your egg that has fallen from the egg rack. Broken. It’s not the egg’s fault.

Pada momen ini, Sanikem (nyai Ontosoroh) masih sangat terluka dan tidak dapat memaafkan orang tuanya yang dia rasa telah menjual dia kepada Mr. Mellema (suaminya, Orang Belanda).

atau

Do not underestimate the human being, who sometimes appears so simple. Even with sight as sharp as an eagle, a mind as sharp as a razor, senses more powerful than the gods, hearing that catch the music and the lamentations of life, your knowledge of humanity will never be a total

atau

Ketika Minke dimarahi oleh bapaknya yang baru saja diangkat jadi bupati

my world was not ran and position, wages and embezzlement. My world was this earth of mankind and its problems

atau moment ketika Minke kembali ke rumahnya dan diketahui mempunyai hubungan dengan “sarang nyai”. Beginilah pesan bundanya

all men are cats pretending to be rabbits. As rabbits they eat all the leaves, as cats they eat all the meat…. Men, Love to eat. Who knows if leaves or if meat?…… you must be able to recognize limits. If people don’t recognize such limits, God will make them realize in his own way

 

Di buku ini karena pada era setting pengisahan bahasa Indonesia saat itu belum ada, maka bahasa yang digunakan dalam percakapan antar tokoh adalah bahasa melayu (Malay), Jawa dan Belanda. Namun sungguh, sebagai pemuda milenial, aku merekomendasikan buku ini kepada kalian untuk kembali menghayal kondisi negara nyiur melambai pada tahun 1800an. Betapa “anehnya” perasaan ketika membaca penggambaran tentang kemewahan teknologi yang ada pada saat itu, sementara saat ini teknologi kita telah jauh berkembang.

Ah, sudahlah, daripada kepanjangan. Lagi, aku sarankan kalian buat membaca buku ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s