Poker face.

Saya suka  kesel dengan anak sosial yang kadang merasa menyesal dan tidak seberuntung anak-anak teknik dalam dunia pekerjaan. Padahal orang sosial bisa lompat lebih tinggi daripada anak teknik karena kemampuan mereka dalam beragumen. Sayang sekali sampai saya SMA, saya tidak pernah sekalipun berpikir untuk menjadi anak sosial. Karena lingkungan di dalam rumah saya adalah lingkungan sastra dan Teknik. Di mana rumah saya dipenuhi oleh buku-buku sastra dan buku-buku tentang komputer. Gak pernah terpikirkan sedetikpun untuk bersentuhan dengan dunia sosial. Hanya satu hal yang saya tau, dari jaman sekolah saya suka sekali berdebat tentang hal-hal sosial, pemerintahan dan punya kecenderungan benci pemerintahan. Siapa sangka, saat menjadi mahasiswa baru di kampus, saya bertemu dengan berbagai macam mahasiswa di berbagai jurusan. Dan anak sosial, terutama anak-anak FISIP khususnya HI, sangat mempesona saya. Bukan-bukan karena saya punya kecengan anak FISIP. Tapi emang gaya mereka saat mengungkapkan pendapat dengan rasa nyaman, berani, tenang benar-benar membuat saya salut. Bahkan hingga detik ini.   Hingga kenalan saya, mahasiswa HI oxford (orang Jepang yang tumbuh besar di Inggris) berkata :

Seseorang apabila saat berdebat telah menampakkan emosinya, maka saat itulah dia berhasil dikalahkan.

Dan itulah hal yang selalu saya coba perbaiki dari hari ke hari. Dan kamu tau? permasalahan Poker face, Jepang emang jagoannya. Menurut saya Poker face ini amat sangat berguna dan bermanfaat ketika berdebat ataupun berinteraksi dengan orang yang di wawancara pun dengan orang-orang politik plus sama orang orang bangsat.

orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan emosinya

Dan saya percaya seorang pemimpin atau politikus yang jago adalah mereka yang jago menyembunyikan perasaannya. Mampu meletakkannya di goa terdalam hatinya. Hingga lawan bicara tak pernah bisa membaca gerak-geriknya. Seorang pemimpin apalagi pemimpin negara, menurut saya sangat penting untuk punya keahlian ini. Karena menurut saya, hal paling mengerikan adalah ketika gerak gerik kita mampu dibaca oleh musuh. Hal ini pun juga diamini oleh artikel di majalah forbes

Majalah tersebut menyatakan seorang pemimpin tidak pernah menunjukkan emosinya kecuali kalau udah perlu banget.

Good leader doesn’t show emotion

Ada yang bisa “baca” beliau?

Apakah poker face sama dengan muka dua? menurut saya tidak. Poker face adalah suatu bentuk ekspresi dimana apa yang kamu pikirkan gak bisa dibaca oleh lawan bicara (dingin-red). Sedangkan muka dua adalah keahlian yang jago dilakukan seorang pengecut dengan berpura-pura senang atau sependapat dengan lawan bicaranya (taaeelah).

Dan setau saya, anak sosial sangat jago daripada anak teknik tentang ini. Kalau kamu tanya saya, hal apa yang ingin saya ubah dari diri saya sebelum memasuki dunia “nyata” kelak? Ekspresif. Menurut saya ekspresif hanya karakter yang cocok untuk anak-anak, remaja. Bila ingin terjun ke dunia “kejam” a.k.a politik, bisnis, maka sisi ini hanya baik ditunjukkan oleh keluarga inti saja. Yes, sampai detik ini saya belajar bagaimana untuk ganti karakter menjadi “The poker face”

Poker face

Can’t read my,
Can’t read my
No he can’t read my poker face
Can’t read my
Can’t read my
No he can’t read my poker face

_Lady Gaga/ Poker Face_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s