Catatan PhD #15 Party

Menurutku peperangan hadir dimuka bumi karena ulah agama. Aku adalah seorang atheist aku gak percaya dengan hal-hal yang gak masuk akal. Semua harus dibuktikan dan mampu dibuktikan.

Saya agak ragu apakah kondisinya saat itu agak mabuk atau masih dalam kondisi sadar. Namun bagi saya pernyataan ini memanglah sudah tidak aneh. Karena dulu tahun 2014 saya pernah mengambil kelasnya dan mendapatkan pertanyaan dan pernyataan seperti itu. Mungkin dosen saya ini adalah dosen tertampan seantero kampus, dan juga cerdas dalam ilmu pengetahuan. Seorang pakar cognitive neuroscience yang sangat menentang penelitian dengan menggunakan monyet, karena dimasa lalu dia menggunakan monyet dalam penelitiannya.

Saya ceritakan kembali kejadian saat party tersebut kepada kouhai saat menemani berbuka puasa. Saat party, saya tidak satu meja dengan kouhai saya. Dia satu meja dengan pembimbing kami, sedangkan saya satu meja dengan para mahasiswa ASEAN dan juga mahasiswa China serta prof cognitive neuroscience. Berhubung prof satu meja saya adalah seorang philosoper maka ada saja pertanyaan filosofis yang dilemparkan. Ada satu moment saat kami membahas tentang Tibet, dan mahasiswa China menceritakan kisahnya yang hampir menyentuh provinsi autonomus tersebut, prof saya itu berkata

Saya tidak setuju segala bentuk pemaksaan yang dilakukan oleh pemerintah China pada orang-orang Tibet.

Untuk menghindari awkward moment, saya banting pembahasan dengan keindahan kota tibet dan inginnya saya untuk datang ke sana. Teman China saya berkata akan lebih gampang untuk datang ke Tibet dengan menggunakan Mobil. Namun perjalanan memakan waktu cukup lama. Bisa sebulan penuh.

Sedangkan Kouhai saya bercerita bahwa di meja tempatnya duduk, terjadi perdebatan antara mahasiswa maniak steve Jobs dengan pembimbing kami.

Situasi yang awkward, Saya yang minum, tapi dua orang disamping saya yang kondisinya panas.

Ya saya paham sekali, pembimbing kami memang tipikal yang suka panas ketika berdebat, dan saya pun juga sering menghadapi kondisi seperti itu.

Lagian masa lagi party masih juga ngebahas riset, salah tempat banget

ucap saya kepada kouhai

saya udah ngubah ekspresi wajah dengan tampang kesal, tapi si X (dari myanmar) masih juga nyolot untuk ngebahas riset dan nanyain riset saya. Untung aja mahasiswa China dan Thailand peka dengan ke be-tean saya. Mereka motong pembicaraan saya sama si x sambil bilang “come on. lagi party masih bahas riset aja”

Party harusnya jadi momen untuk membahas segala hal kecuali riset, dan memang jadi menjengkelkan banget kalau masih aja ngebahasin riset, kaya gak ada dunia lain aja.

Lalu suapan demi suapan menemani obrolan kami itu. Kami akhirnya membahas politikal sistem di dunia. Baik itu di Jepang, di Indonesia hingga Amerika.

Beneran gak papa ngebahas politik? setau saya ada banyak orang yang sangat anti sama politik

kemudian kouhai saya berkata

Saya usah dari kecil suka baca hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dan politik, bahasan politik tentu saja saya suka.

lalu saya bertanya padanya

Kalau begitu, bisa kamu jelaskan kenapa sejauh ini Jepang tidak juga punya Prime minister Perempuan?

Lalu dia jelaskanlah dengan panjang lebar. Diluar ekspektasi saya, ternyata dia gak asal ngomong kalau dia suka bahasan politik demi menarik impresi saya. Saya cukup puas punya kouhai berwawasan luas seperti ini.

Sebelum perang dunia ke dua, perempuan tidak punya hak pilih dalam politik. Namun setelah perang dunia ke dua akhirnya ada. Namun hingga saat ini hanya sedikit perempuan yang berperan dalam politik. Hal ini juga didukung dengan mindset kebanyakan bahwa politik harusnya jadi area laki-laki

Ucap Kouhai saya tersebut.

Kemudian saya tanyakan padanya bagaimana menurut cara pandangnya sendiri.

Di Jepang, perdana mentri tidak dipilih langsung oleh rakyat, namun dipilih oleh wakil rakyat. Kami sebagai rakyat memang memiliki pemilihan umum, namun pemilu tersebut dilakukan untuk memilih wakil rakyat tersebut. Banyaknya yang berpartisipasi dalam politik adalah orang-orang tua yang usianya di atas 60an yang masih punya mindset bahwa laki-laki yang harusnya berpolitik, maka dari itu perempuan tidak pernah dapat kesempatan untuk jadi perdana mentri. Namun menurut pandangan saya jenis kelamin harusnya gak jadi persoalan dalam menjadi pemimpin. Harusnya yang dilihat adalah kinerja.

Pendapatmu ok juga, tapi sebenarnya permasalahan cara pikir bahwa wanita tak layak jadi pemimpin tak hanya terjadi di Jepang, tapi di seluruh sudut bumi. Ucap saya kepadanya. Kami melanjutkan pembicaraan tentang penindasan-penindasan suatu golongan pada suatu negara. Tidak disangka pembicaraan benar-benar nyambung.

Menurut saya perang bukan hanya terjadi karena adanya agama, namun juga karena ada permasalahan lain seperti keinginan untuk menguasai sumber daya alam baik itu air mineral dan lainnya

Ucap kouhai saya menimpali cerita saya tentang pendapat salah satu professor kami. Saya tersenyum bangga padanya karena wawasan yang dia miliki. Jujur saja dari beberapa interaksi saya kepada orang Jepang mereka banyak yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain. Atau cenderung menghindari pembahasan mengenai hal seperti ini

Ini pertama kalinya seumur hidupku membicarakan tentang politik. Pada teman-teman Jepangku, kami tak pernah membahas hal ini. Tepatnya pada siapapun. Ini pertama kalinya

Ucap kouhai saya tersebut.

Dalam hati ingin saya menabok kepalanya karena sepertinya segala aktifitas yang saya lakukan bersamanya menjadi hal pertama yang dia lakukan dalam hidupnya. Pernah suatu waktu dia berkata seperti ini kepada saya

Ini pertama kalinya saya ke tempat ini

Kemudian saya berkata kepadanya

Selamat datang dalam dunia petualangan ini, akan ada hal-hal pertama lainnya yang akan kamu alami kedepannya. Nanti kalau saya kembali ke negara saya, kamu gak akan lupa saya saya. Karena banyak tempat yang kita datangi jadi hal pertama buatmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s