Bento -pertama-

Mungkin gak kita kabur dari restoran ini? gila harganya mahal banget!!

Ucap S kepada saya ketika kami bersiap hunting mencari tempat makan buat dinner. Terlanjur air putih telah disediakan diatas meja kami. Pertanda kami memang harus menguras kocek lebih dalam untuk dinner kali ini.

Gila aja, gue mana pernah kabur dari restoran plus gak jadi pesan.

Ucap saya kepada S. Dia kemudian juga berkata bahwa dia juga gak pernah kaya gitu. Kali ini sebagai penghuni kota Hakata, pertama kalinya saya masuk ke restoran tersebut. Sebuah restoran yang ternyata menyediakan menu-menu dari singapura yang lokasinya gak jauh dari kampus. Anyway, nama restorannya Royal Host, catet yak! menunya diatas 800 yen semua.

paradise tea

S memang agak sedikit norak, karena 90 persen hal yang dia lakukan bersama saya adalah hal yang pertama. Mungkin itu juga yang menjadi asik bagi saya, karena saya menikmati masa-masa menjadi orang yang maha tau segala hal dan segala tempat. Khususnya tempat makan dan tempat main. Mulai dari yang gratis sampai yang mahal banget.

Di restoran royal host tersebut, saya memesan menu yang kayanya seperti nasi gorengnya singapura dengan harga 1800 yen. Sedangkan S membeli nasi kare. Tuh bocah emang sangat menyukai kare. Tipikal anak anak muda Jepang pada umumnya. Ya kalau orang Indonesia sukanya mie, anak kosan sini sukanya makan kare.

Kare yang dimakan S adalah omelet kare, dimana nasi yang dia makan terbungkus oleh telur dadar. dan ditambah kuah kare. Beh rasanya enak. Ketika dia sedang makan, dia nyeletuk bahwa dia gak bisa masak menu seperti itu. Kemudian saya berkata

“Lu pikir gue bisa apa?”

Terus dia jawab,

” kayanya ga bisa”

Terus saya ketawa. Kemudian S melanjutkan

“Kamu bisa masak gak sih?

kemudian saya berkata

“masakan Indonesia bisa.” sambil cengar cengir dengan wajah yang gak meyakinkan.

Ya iyalah, orang makhluk kaya saya ini memang keliatannya gak bisa hal apa – apa untuk urusan keperempuanan.

“mama ku sih jago masak. Menurutmu kemampuan masak itu genetik atau gak?”

terus S menjawab

“ya nggak lah”

kemudian saya berkata

“karena kalau gw pikir, kayanya gw gak perlu latian masak buat bisa bikin masakan yang enak. Karena gw ngira itu bakal jadi hal yang terbawa oleh genetik gue”

Kami tertawa.

Kemudian saya berkata

“Lu tau kan, gw super sibuk. Ada kali 6 bulan ini gw gak masak sendiri. Karena rasanya buang waktu gw doang. Ntaran deh kalau gw ada waktu gw masakin”

Besoknya gak tau kenapa, mumpung ada party di rumah temen saya yang dari Meksiko, maka saya memutuskan untuk memasak. Sebelum memutuskan memasak menu yang akan saya bikin. Saya menghubungi konsultan saya, kak Ai. Di sana kami berdiskusi mengenai menu terbaik buat bocah – bocah Jepang.  Awalnya kak Ai menyarankan saya buat opor ayam. Setelah dikasuh resepnya, mata saya pun rasanya berkunang-kunang. Ribet!! Untungnya sebelum saya memutuskan membeli bahan-bahan buat opor ayam, kak Ai kembali menghubungi saya dan menyarankan saya membuat ayam kecap. Selain gampang, pacarnya yang notabenenya orang Jepang sangat menyukai ayam kecap.  Maka jadilah sore hari sebelum datang ke party, saya membuat ayam kecap.

Gak mudah sih buat menu untuk orang Jepang. Karena mereka tipikal yang gak suka makanan “terlalu”. Baik itu terlalu pedas, manis, asin, asam. Semuanya harus seimbang. Maka menyadari hal tersebut, saya membuat ayam kecap seramah mungkin buat lidah orang Jepang. Padahal kalau ayam kecap dibikin lebih pedas bakal nendang banget. Tapi alhamdulillah, ayam kecap yang saya buat laku keras saat party. Dan saat saya tanyakan kepada S, apakah ayamnya enak. Dia bilang ” It is really delicious”

Dalam hati saya pengen berkata makanya jangan ngira gw gak bisa masak. gw mah pemalasnya doang yang kenceng. Kalau niat sih juga bisa. Mendadak nyombong gitu coy. Eh tapi ada hal yang menarik dari party tersebut. Gak cuma karena kita makan makanan dari berbagai negara seperti Vietnam, Meksiko, Jepang dan Indonesia. Tiba-tiba ada kejutan ulang tahun buat saya. Ya sayakan terhura. Padahal udah seminggu berlalu. #tehe.

mmexport1528561422921173460200.jpg
Party lab plus kejutan ulang tahun buat aing yang udah jadi 27 tahun ini

Ketagihan masak, mumpung week end, maka saya memutuskan untuk membuat bento khas Jepang. Apa sih cirikhas bento (lunch box) khas Jepang? ya jelas GAK PEDAS.

 

Obento sae tsukureba kimochi wa tsutawaru – Japan times-

dsc_0065-011259617558.jpeg

sketch-1528657952194-01355056676.jpeg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s