Catatan PhD #20 Masa Depan Biomed Eng Indonesia

Setiap tahunnya mahasiswa dari Thailand datang ke Lab saya dan begitu juga sebaliknya, setiap tahun selalu ada anak lab yang di kirim ke Thailand untuk exchange knowledge. Tahun 2016 saya pun sempat jadi mahasiswa Exchange ke Thailand di bidang Biomedical Engineering.

Sebagai seorang senior yang berasal dari negara ASEAN, saya acap mewanti-wanti para junior saya yang berasal dari ASEAN untuk lebih keras dalam belajar. Kenapa ? karena ilmu biomedical engineering tidaklah awam di negara ASEAN. Terlebih Myanmar, Indonesia, dll. Karena bila menyebut Thailand, Singapura dan Malaysia. Terlihat betul bahwa negara tersebut sedang demen-demennya untuk ngirim mahasiswa mereka untuk mempelajari bidang ini. Hal ini bisa dibuktikan dengan dikirimnya delegasi-delegasi negara tersebut ke berbagai konferens internasional Biomedical Engineering, semisal EMBC (Engineering in Medicine and Biology conference). Gak cuma konferens, di berbagai ajang perlombaan pun Thailand menjadi perwakilan yang paling sering muncul dari kawasan ASEAN. Bagaimana dengan Indonesia?

Yang jelas karena ketiadaan jurusan biomed eng, di Indonesia setidaknya pada saat jaman sya kuliah,  mengakibatkan perlu usaha ekstra dalam mempelajari sistem tubuh. Gimana enggak, mana ada pelajaran biologi plus neurosains di Elektro. Sedangkan di jurusan Biomed Eng (thailand misalnya) mereka mempelajari segala hal baik itu dunia elektro, informatika dan Neurosains serta biologi! Sehingga agak wajar basic knowledge anak anak Jepang dan China jauh lebih kaya daripada murid-murid ASEAN dalam bidang ini.

Terimakasih yang sangat besar saya haturkan kepada senior saya di tempat KP lintas arta. Karena beliaulah yang membantu saya menentukan pilihan untuk menulis skripsi di bidang biomedical engineering atau di bidang Jaringan. Dia yang alumni politeknik negeri Jakarta menyarankan saya untuk mengembangkan minat di BIOMED ENG karena kedepannya ilmu ini akan semakin menggeliat. Dan dia benar, setidaknya untuk kawasan Asia Timur plus Thailand.

Lalu bagaimana dengan nafas biomedical engineering di Indonesia. Biomed eng yang bergerak di bidang neuroinformatika dan neuroimaging di Indonesia saya yakin masih segelintir. Karena harusnya kami yang bergerak dibidang ini saling kenal. Dan yang saya kenal pun masih hitungan jari. Kenapa Biomed Eng gak seberkembang di Thailand misalnya?

pertama mungkin karena regulasi ribet bin rumit antara fakultas kedokteran dan fakultas teknik, sehingga banyaknya hingga kini biomed eng hanyalah jadi bagian sub divisi elektro informatika. Catet biomed eng dan Biomed sains berbeda.

Apakah saya pulang nanti kampus kampus Indonesia udah kelar dengan urusan ego fakultas? entahlah.

DI sisi lain memang alat alat Biomed Eng adalah alat-alat mahal. Namun inilah yang jadi titik acuan pembeda antara negara berkembang dan negara maju. Dimana negara maju terfokus pada membuat metode analisis baru, sedangkan negara berkembang berusaha membuat prototipe yang lebih murah.

Tapi apapun itu, sebagai orang Indonesia, ada rasa iri dan dengki setiap ngeliat anak anak Thailand berbondong-bondong ke Jepang setiap tahunnya belajar Biomed Eng sementara terakhir kali mahasiswa exchange Indonesia datang pada tahun 2013.

Banyaknya sistem di dunia kelak lebih mengutamakan bioinformatic. mulai dari data dari sidik jari, pupil mata, hingga gelombang otak. Kalau Indonesia tidak bergerak dari sekarang,, siap siap saja sampai puluhan tahun kedepan hanya dijadikan object jualan produk barang barang advance.. apakah saya jadi orang tajir nantinya? gara gara ilmu ini? entahlah.

 

sketch-1528657952194-01355056676.jpeg

Advertisements

3 Comments

  1. Hawari

    Wah, untuk lihat postingan di official account Ngelmu ya, nemu blog ini.

    Perkenalkan, saya Hawari dari Teknik Elektro ITB angkatan 2014.

    Mau kasih kabar gembira, Mbak. Di Indonesia sekarang sejak 2015 sudah mulai ada jurusan biomedik. Seingat saya itu arahan dari Kemenristek(yang handle PTN), untuk UGM, ITB, ITS, dan kalau ga salah UI juga. Semua itu diharapkan untuk membuka prodi biomedik untuk S1.

    Sayangnya, saya angkatan 2014 :”)

    Sekarang angkatan paling muda itu masih di tingkat tiga, Mbak. Sekitar 1-2 tahun lagi sudah akan bermunculan banyak Biomed Eng spt yang Mbak harapkan. Doakan yaa, Mbak, demi kemajuan Biomedik Inonesia.

    1. fadillaazeaza

      Halo Hawari, terimakasih sudah mampir ke “rumah saya”. Alhamdulillah bila satu persatu universitas di Indonesia mulai membuka prodi biomedik. tentu saja itu hasil dari jerih payah setelah sekian lama mencoba membangunnya. Salam ama dosen-dosennya ya. (saya lebih kenal ama dosen-dosen di UGM sih)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s