Catatan PhD #24 Rumit

saya: ” Kamu tau, bahwa menurut science kita akan memimpikan orang-orang yang pernah kita temui. Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, adanya sosial media selayaknya instagram, twitter, facebook, mengakibatkan sistem tubuh kita yang udah kompleks ini menjadi lebih kompleks lagi. Semakin banyak orang yang kita liat daripada orang-orang yang gak terlahir di jaman kita karena kita memberi stimulus berlebihan ke otak kita

dan lawan bicara saya hanya terngaga. Bingung dengan apa yang sedang saya sampaikan dan saya resahkan. Rekan bicara saya itu adalah salah satu sosok perempuan pada umumnya yang sangat suka hal keteraturan dan tidak menyukai tantangan. Hidup itu harus teratur, gak perlu melakukan hal -hal luar biasa.  Kalau mau hidup nyaman.

Saya: ah sorry, saya keceplosan bicara terlalu banyak

dia : yeah I dont understand what you mean.

Kadang saya jadi bernostalgia dengan salah satu orang gila yang pernah saya temui. Dia orang gila yang benar-benar satu frekuensi dengan saya. Segala pikiran rumitnya dan pikiran rumit saya bisa saling nyambung. Saya belum pernah ketemu orang seperti itu lagi. Bahkan S pun saya gak yakin punya cara pemikiran segila dia atau tidak. Dengan orang gila tersebut saya bisa berbicara segala hal mulai dari hal receh sampai hal yang berbau filosofi. Ya orang gila tersebut orang Indonesia juga, yang kuliah di Tokyo. Sedangkan S merupakan orang aneh seperti kami juga, namun bahasa menjadi kendala semuanya. Dia adalah orang Jepang tulen yang sebenarnya kalau diajak ke kiri, bisa benar-benar kiri.  Dengan orang gila tersebut? hubungan kami pun benar-benar menjadi gila alias gak beres.

dsc_00701514896983.jpg
Sky. Langit dan ceritanya

Lama saya menghilang dari jejak dunia maya, dunia sosial media tepatnya. Dengan dalih ingin fokus sama kuliah. Cukup lucu bila bertemu dengan orang-orang hal pertama yang ditanyakan adalah “lama gak muncul di sosmed, ngilang, kemana aja”. Padahal saya ada, hidup setiap hari di blog ini.

Itu pun terjadi ketika saya kembali bertemu teman lama, seorang laki-laki berkebangsaan korea selatan. “kamu menghilang, kemana aja” Ucapnya.

Pertemuan kami awalnya dimulai ketika sama-sama mengikuti project awal kyushu model united nations. Saya hadir di sana sebagai seorang mahasiswa yang menantikan project ini muncul di kampus dan dia hadir sebagai mahasiswa S1 yang suka ngomong politik. Padahal tidak ada diantara kami berdua yang memang terlahir untuk menekuni ilmu politik. Pertama kali bertemu, badannya masih cukup besar. Ya badannya memang tinggi, bahasa inggrisnya sangat bagus, dengan aksen Amerika.

Semenjak pertemuan itu kami memang sempat “jalan” beberapa kali. Namun setelah beberapa kali tersebut saya menyadari, bahwa selera “jalan” saya bukan orang Korea selatan. Untuk “jalan” memang lebih nyaman bersama dengan orang Jepang. Kenapa? orang Jepang tidak akan pernah menyentuh satu ujung rambutmu walapun kalian hanya jalan berdua. Dan mereka sangat sopan serta gak agresif. Setidaknya yang saya kenal. Bagaimana dengan “jalan” sama orang Indonesia? Hmm saya gak punya pengalaman jalan sama orang-orang Indonesia yang single. Dan mungkin gak nyaman kali ya. Bisa-bisa digosipin yang nggak-nggak. Kalaupun ada jalan ama yang single, itupun karena saya sudah tau siapa yang dia gebet.

“Saya menyukai seseorang di Tokyo” ucap saya pada teman korsel tersebut setelah dia mengajak saya ke bangunan tertinggi di kampus untuk melihat kota Fukuoka. Semenjak itulah kita berhenti berkomunikasi.

Kami berjumpa kembali di kantin ketika saling memesan sarapan pagi. Hampir saya tak mengenalinya. Tubuhnya menjadi sangat kurus. “bro, kurus banget kamu. Gimana kabar?”

“biasa aja” ucapnya.

“yaelah semangat napa? ” ucap saya

lalu kita makan bareng di kantin kampus.

Dalam dunia pertemanan saya, saya suka menemukan kasus-kasus unik. Mulai teman yang ADHD, autism, indigo, schizophrenia, mood disorder. Itulah teman – teman yang acap dipertemukan oleh Tuhan ke  saya. Seolah agar saya belajar dan lebih semangat dalam mengulik ilmu syaraf ini. Teman korsel saya termasuk dalam salah satu diagnosis rentetan kasus unik tersebut.

“obat masih diminum?” ucap saya

“gak. Kayanya gak ada gunanya minum obat itu. gak ada efeknya ke tubuh saya. ”

“Saya pikir memang untuk mengatasi diri dari penyakit mental,  hal tersebut haruslah ada dorongan dari dalam diri, dan memang harus dari kamunya yang mengatasi”

“masalah saya ada banyak” ucapnya

” kamu ingat satu hal, semua orang di dunia ini punya masalah, tinggal gimana cara kamu menghadapinya saja. Lakukan hal yang buat kamu senang”

Mungkin bagi kalian para pembaca, hal ini terkesan klise. Namun itulah kenyataannnya. Beginilah hidup, harus siap untuk menghadapi segala kesakitan. Dan menurut saya cara terampuh adalah dengan menghadapinya dan mentertawakannya. Sekejam-kejamnya hidup, kita harus kejam kepada diri sendiri. Agar gak ada kekuatan yang mampu menyakiti kita selain kita sendirilah yang memegang kendalinya. Gak pernah ada kata enak dari jiwa yang dikendarai oleh orang lain.

“aku ngedate dengan teman cewekku, tapi dia menghancurkan semua momennya. Dan hal ini membuatku depresi” ucapnya  melalui pesan singkat.

“bagaimana mungkin sebuah kencan menjadi hal pencetus depresi” ucap saya.

Saya ingin berkata kepada semua makhluk. Ketika ada orang lain selain keluarga inti, mampu membuat kamu sedih-sesedih sedihnya tandanya kamu belum 100 persen mampu menguasai dirimu sendiri. Orang lain masih mampu mengontrol emosi mu. Padahal belum tentu orang yang bikin kamu depresi itu ikutan sedih dengan perasaan sakitmu. Bisa jadi dia tertawa bersma dunia, dan bahkan tertawa dengan sosok lainnya. Yang lebih baik jauh lebih  baik darimu.

 

rumit memang

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s