Catatan PhD #39 Major Revision

Setelah rehat sejenak selepas mensubmit jurnal research saya dalam waktu seminggu terakhir, maka kini kehidupan sibuk kembali saya hadapi. Kenapa? karena baru saja saya mendapatkan balasan dari pihak editor jurnal bahwa saat ini jurnal (artikel) yang saya kirimkan dalam proses major revisi. Apa itu Major revisi?

Nah, menarik nih dalam catatan PhD ke 39, saya akan sedikit menjelaskan step untuk mendapatkan gelar PhD (doktor) di kampus saya (Universitas Kyushu).  Berhubung sistem di Jepang adalah based on research, maka selama menempuh pendidikan PhD kelas yang dihadiri hanya di tahun pertama. (kalau kalian PhD 5 tahun kaya saya, maka pada tahun ke 3 kalian juga sudah gak akan ada kelas lagi). Bisa dikatakan dalam waktu 3 tahun pendidikan PhD yang kalian lakukan adalah riset riset riset dan riset (sambil diselingi dengan jalan jalan ke luar negeri, upps maksudnya konferens). Saat kalian di tahun terakhir, mulailah kalian akan ketar ketir untuk mengirimkan artikel kalian ke jurnal-jurnal internasional. Seorang PhD di kampus saya (persisnya di bidang saya), wajib hukumnya untuk mempunyai artikel (kita nyebutnya jurnal) international. Berapa banyak? sekurang-kurangnya satu. hah cuma 1? Gampang ya keliatannya? palelu…..

Untuk menghasilkan jurnal yang sekurang-kurangnya satu itu (bidang saya ya, biomedal engineering) perlu berbagai diskusi dan air mata dengan supervisor dan rekan-rekan tim riset kalian. Kenapa? karena kamu baru bisa mensubmit jurnal setelah supervisor mu ridho dengan niatanmu untuk mensubmit jurnal. Walau risetmu bagus, tapi kalau supervisormu belum mengijinkanmu untuk submit jurnal, maka kamu tidak akan bisa mensubmitnya. Kenapa? karena mempublikasi jurnal, kamu tidak hanya bertanggung jawab pada risetm sendiri, namun atas nama profesormu, lab mu dan kampusmus hingga negara mu. (salah salah, kejadian Obokata bisa menimpa mu).

Ada beberapa status yang kamu dapatkan ketika mendapatkan email dari pihak editor jurnal yang kamu submit.

  1. Accepted -> tandanya jurnalmu diterima
  2. Minor revision -> tandanya ada sedikit revisi yang harus kamu lakukan agar dapat dipublikasi (accepted)
  3. Major revision-> Artinya kamu harus melakukan revisi yang lumayan banyak agar artikelmu dapat dipublikasi
  4. Reject and resubmit -> artikel mu ditolak, tapi kamu bisa mencoba melakukan submisi ulang dilain waktu dengan tema yang sama, dan setelah melakukan perombakan habis habisan
  5. Rejected-> ditolak

Kemudian setelah punya jurnal apa yang dilakukan? Tahapan selanjutnya adalah kamu menulis disertasi. Bersamaan dengan itu, akan ditentukan jadwal kamu untuk melakukan ujian sidang tertutup. Apa itu sidang tertutup? Sidang tertutup adalah sidang yang dihadiri oleh para professor saja. Di sinilah sebenarnya nasib PhD mu di uji. Setlah dinyatakan lulus dalam sidang tertutup, maka kamu akan melakukan sidang terbuka. Banyaknya sih sidang terbuka ini hanya formalitas saja (tapi jangan dianggap remeh). Sidang terbuka ini boleh dihadiri oleh siapapun yang tertarik untuk datang. Literally siapapun.

Di akhir sidang terbuka, kamu akan mendapatkan keputusan apakah kamu mendapatkan gelar PhD mu atau tidak. Di saat bersamaan pula kamu akan diminta melakukan revisi pada disertasimu atau tidak.

jadi begitulah tahap untuk mendapatkan gelar PhD di kampus saya (terutama dibidang saya)

screenshot_20180919-210954-1763629350.png
Saya dan teman-teman lab menginap di Oita dalam rangka presentasi progress report, dan tentu juga liburan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s