Pikiran (musim gugur ke-5, part 3)

Tulisan sebelumnya : klik link ini

Di waktu kecil (usia 3 tahun), saya mengejutkan orang tua saya dengan pecahnya ember dari hasil ulah tangan mungil saya. Pun laporan bahwa saya waktu pulang dari tempat penitipan anak (play group (?) ) selalu membawa pulang luka-luka di badan akibat berantem dengan teman sepermainan.

Continue reading “Pikiran (musim gugur ke-5, part 3)”

Advertisements

Pikiran (musim gugur ke-5, part 2)

Tulisan sebelumnya : klik link ini

Persis 4 tahun yang lalu, saya datang ke kota ini sebagai pemuda dewasa tanggung (umur 22 tahun). Dalam bahasa psikologinya disebut sebagai early adult transition. Teman sepermainan saya yang berasal dari negeri nyiur melambai yang sama-sama sedang berjuang di negeri ini banyaknya adalah orang -orang dewasa  berusia 26 tahun -39 tahun). Pun yang berusia satu tahun di atas saya, pada akhirnya menjadi room mate sayaContinue reading “Pikiran (musim gugur ke-5, part 2)”